<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472</id><updated>2012-01-12T17:48:31.113+07:00</updated><category term='Tauhid'/><category term='Abunawas'/><category term='Free e-book'/><category term='Seputar Ramadhan'/><category term='10 tanda hati yang sakit'/><category term='Renungan'/><category term='Kumpulan Lagu Opick'/><category term='Psikologi Islam'/><category term='Ekonomi Islam'/><category term='amanah'/><category term='Pemerintahan'/><category term='Dukungan untuk Palestina'/><category term='Download Murotal Al Qur&apos;an'/><category term='Tips Blog'/><category term='Tujuh Amal Sang Hamba'/><category term='La Tahzan'/><category term='Berita'/><category term='kisah dan hikmah'/><category term='tawakal'/><title type='text'>Tempatku Belajar Berbagi Kebaikan</title><subtitle type='html'>Nothing special in here, this place that I'am trying share my knowledge about islam as rahmatan lil 'alamin for reaching "ridla" Allah swt</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-8829059912291345560</id><published>2009-10-04T09:33:00.002+07:00</published><updated>2009-10-04T09:39:15.505+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Pelajaran Di Balik Saat Kejadian Gempa Padang</title><content type='html'>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa gempa bumi tektonik di Padang Sumatera Barat terjadi pada pk 17.16 WIB, hari Rabu tanggal 30/9 Tahun 2009, dengan kekuatan 7.6SR. Lokasi gempa bumi berjarak lebih kurang 57 Km Barat Daya Pariaman-Sumbar dengan kedalaman 71 Km. Gempabumi tersebut dirasakan di Gunung Sitoli, Mukomuko, Sibolga, Liwa, Padang, Jakarta, Singapura hingga Malaysia.&lt;br /&gt;Gempa tersebut tidak dapat dipungkiri merupakan musibah yang sangat besar karena telah meluluhlantakan kota Padang sedemikian rupa. Semua orang terutama orang Islam yakin musibah ini adalah kehendak Allah SWT untuk memperingatkan hambaNya atas segala perbuatan yang telah dilakukan. &lt;br /&gt;Dengan keyakinan bahwa bencana tersebut adalah peringatan dari Allah SWT, maka ada baiknya kalau kita tengok Al Qur’an sebagai kitab yang salah satu fungsinya Allah SWT tetapkan sebagai peringatan kepada seluruh umat manusia. Ada pesan-pesan dalam gempa tersebut yang dapat kita jadikan sebagai pelajaran terkait dengan kebenaran akan pesan-pesan yang tertulis dalam Al Qur’an. Peringatan tersebut terkait dengan waktu kejadian yang terjadi pada pk 17.16 WIB dan tanggal kejadian yang jatuh pada tanggal 30 bulan 9.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita buka Al Qur’an Surat ke 17 yaitu Surat Al Isra ayat 16 (QS 17:16) maka sungguh mengejutkan bahwa dalam ayat tersebut diterangkan mengenai salah satu sebab terjadinya bencana yang terjadi pada suatu negeri  merupakan akibat dari kedurhakaan dari orang-orang yang hidup mewah di negeri itu. &lt;br /&gt;Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (QS. Al Isra-17:16)&lt;br /&gt;Kalau dilihat dari tanggal kejadian yang jatuh pada tangal 30/9 maka dalam QS Ar Ruum ayat 9 (QS. 30:9) diterangkan juga bahwa semua bencana terjadi bukan karena Allah zalim kepada mereka melainkan merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.&lt;br /&gt;Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. (QS. Ar Ruum-30:9)&lt;br /&gt;Semoga semua peringatan ini menjadikan kita sadar untuk bermuhasabah atau mengevaluasi  setiap sisi kehidupan kita apakah sudah sesuai dengan apa yang telah ditetapkan Allah SWT dan Rasul-Nya.  Semoga dengan peringatan ini kita selalu menjadikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya pedoman dalam menjalani kehidupan dengan Sunah Rasulullah SAW sebagai petunjuk teknis pelaksanaannya. &lt;br /&gt;Wallahu a`lam bis-shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-8829059912291345560?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/8829059912291345560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2009/10/pelajaran-di-balik-saat-kejadian-gempa.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/8829059912291345560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/8829059912291345560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2009/10/pelajaran-di-balik-saat-kejadian-gempa.html' title='Pelajaran Di Balik Saat Kejadian Gempa Padang'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-9151743809476409269</id><published>2009-08-26T10:55:00.007+07:00</published><updated>2009-09-08T14:51:40.175+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Ramadhan'/><title type='text'>Muhasabah : Apa yang salah dengan puasa kita</title><content type='html'>&lt;div&gt;Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah yang telah memberikan kesempatan kepadaku untuk menikmati Ramadhan tahun ini. Solawat serta salam selalu tercurah kepada manusia paling mulia, tauladan kita semua Rasulullah Muhammad SAW.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Puasa adalah ibadah yang unik tidak seperti ibadah lainnya karena satu-satunya ibadah ragawi yang hanya orang yang melaksanakan dan Allah SWT  saja yang mengetahui kalau puasa itu dilakukan atau tidak. Oleh karena itu, sesungguhnya puasa itu hanya akan dilakukan oleh orang yang beriman kepada Allah SWT karena ia senantiasa sadar bahwa dirinya selalu diawasi oleh Allah SWT sehingga tidak mungkin baginya untuk mengkhianati puasanya kendati tidak ada orang lain yang mengetahuinya. Sungguh benarlah firman Allah dalam QS Al Baqarah ayat 183 bahwa puasa itu akan menuntun seorang mukmin untuk mencapai derajat taqwa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Anehnya, kalau diperhatikan banyak di antara kita yang getol puasa namun tidak seperti orang yang benar-benar taqwa dalam arti masih juga (sadar atau tidak sadar) melanggar apa yang dilarang oleh Allah dan enggan menjalankan perintahNya seakan-akan kurang yakin bahwa segala keburukan akan dibalas dengan neraka dan setiap kebaikan akan membawa seseorang ke dalam surganya Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita bermuhasabah mungkin iman kita belum sempurna sehingga kita tidak yakin dengan segala yang Allah SWT firmankan dalam Al Qur'an. Kita mungkin beriman kepada Allah sehingga kita mau berpuasa, tapi mungkin kita belum menyempurnakan rukun-rukun iman yang lain seperti beriman kepada malaikat dengan meniru sifat-sifat malaikat yang selalu patuh pada perintah Allah SWT tanpa kecuali; iman kepada kitab Allah dengan menjadikan Al Qur'an sebagai satu-satunya pedoman hidup, iman kepada Rasul Allah dengan menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri tauladan dalam setiap langkah dan gerak hidup kita; iman kepada hari akhir dengan menyadari bahwa setiap perbuatan selalu ada konsekuensi yang harus kita tanggung di hari akhir sehingga membawa kita untuk selalu melakukan perbuatan yang akan berbuah surganya Allah dan menghindari segala perbuatan yang berujung kepada neraka; dan iman kepada qadla dan qadar yang selalu menyadarkan kita bahwa setiap kejadian adalah merupakan kehendak Yang Maha Berkehendak yaitu Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengevaluasi hal-hal tersebut diharapkan kita akan selalu ingat dan sadar bahwa sesungguhnya dalam kehidupan ini yang terpenting adalah selalu berada di jalanNya tanpa sedikit pun penolakan baik yang berasal dari hati maupun dari akal kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga di bulan yang baik ini, kita diberi petunjuk oleh Allah untuk dapat memperbaiki diri dan menyempurnakan keimanan kita kepada Allah SWT. Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-9151743809476409269?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/9151743809476409269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2009/08/muhasabah-apa-yang-salah-dengan-puasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/9151743809476409269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/9151743809476409269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2009/08/muhasabah-apa-yang-salah-dengan-puasa.html' title='Muhasabah : Apa yang salah dengan puasa kita'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-3286553454218895871</id><published>2009-03-29T21:22:00.002+07:00</published><updated>2009-03-29T21:26:58.138+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Abunawas'/><title type='text'>Ketenangan Hati Hanyalah Permainan Hati - Kisah Abunawas yang Sarat dengan Makna</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;"&lt;span style="color:#000099;"&gt;Ketahuilah bahwa doa seorang hamba tidak mesti diterima oleh Allah karena manakala Allah membuka pintu pemahaman kepada engkau ketika Dia tidak memberi engkau, maka ketiadaan pemberian itu merupakan pemberian sebenarnya&lt;/span&gt;". &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perasaan sedih dan gembira sebenarnya tidak bergantung pada keadaan itu menyenangkan atau tidak, tapi lebih pada cara pandang kita terhadap keadaan yang sedang kita hadapi. Ketika kesulitan tengah merundung, kadang kita malah bersyukur karena kita sadar bahwa kesulitan itu adalah ujian dari Allah yang justru akan mendatangkan kebaikan. Sebaliknya, kadang kita justru mengeluh ketika ketika mendapatkan keuntungan tetapi besarnya tidak mencapai target yang kita inginkan.&lt;br /&gt;Ada kisah Abunawas yang menurut saya sangat cerdas dalam menggambarkan bagaimana ketenangan hati itu hanyalah permainan (sebut saja “manajemen”) kalbu dalam menyikapi persoalan hidup. Bagi yang berminat silahkan baca kisah yang menggelikan tapi sarat dengan hikmah berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama Abunawas tidak dipanggil ke istana untuk menghadap baginda. Abunawas juga sudah lama tidak muncul di kedai teh. Kawan-kawan Abunawas banyak yang merasa kurang bergairah tanpa kehadiran Abunawas. Tentu saja keadaan kedai tidak semarak karena Abunawas Si pemicu tawa tidak ada.&lt;br /&gt;Suatu hari ada seorang laki-laki setengah baya ke kedai teh menanyakan Abunawas. Ia mengeluh bahwa ia tidak menemukan jalan keluar dari masalah pelik yang dihadapai.&lt;br /&gt;salah satu teman Abunawas ingin mencoba menolong.&lt;br /&gt;"Cobalah utarakan kesulitanmu kepadaku barangkali aku bisa membantu", kata kawan Abunawas.&lt;br /&gt;"Baiklah. Aku mempunyai rumah yang amat sempit. Sedangkan aku tinggal bersama istri dan kedelapan anak-anakku. Rumah itu kami rasakan terlalu sempit sehingga kami tidak merasa bahagia", kata orang itu membeberkan kesulitannya.&lt;br /&gt;Kawan Abunawas tidak mampu memberikan jalan keluar, juga yang lainnya. sehingga mereka menyarankan agar orang itu pergi menemui Abunawas di rumahnya saja.&lt;br /&gt;Orang itu pun pergi ke rumah Abunawas. Dan kebetulan Abunawas sedang mengaji. Setelah mengutarakan kesdulitan yang sedang dialami, Abunawas bertanya kepada orang itu.&lt;br /&gt;"Punyakah engkau seekor domba?".&lt;br /&gt;"Tidak tetapi aku mampu membelinya", jawab orang itu.&lt;br /&gt;"Kalau begitu belilah seekor dan tempatkan domba itu di dalam rumahmu", Abunawas menyarankan.&lt;br /&gt;Orang itu tidak membantah. Ia langsung membeli seekor domba seperti yang disarankan Abunawas.&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian orang itu datang lagi menemui Abunawas.&lt;br /&gt;"Wahai Abunawas, aku telah melaksanakan saranmu, tetapi rumahku bertambah sesak. Aku dan keluargaku merasa segala sesuatu menjadi lebih buruk dibandingkan sebelum tinggal bersama domba", kata orang itu mengeluh.&lt;br /&gt;"Kalau begitu belilah lagi beberapa ekor unggas dan tempatkan juga mereka di dalam rumahmu", kata Abunawas.&lt;br /&gt;Orang itu tidak membantah. Ia langsung membeli beberapa ekor unggas yang kemudian dimsukkan ke dalam rumahnya. Beberapa hari kemudian orang itu datang algi ke rumah Abunawas.&lt;br /&gt;"Wahai Abunawas, aku telah melaksanakan saran-saranmu dengan menambah penghuni rumahku dengan beberapa ekor unggas. Namun begitu aku dan keluargaku semakin tidak betah tinggal di rumah yang makin banyak penghuninya. Kami bertambah tersiksa", kata orang itu dengan wajah yang semakin muram.&lt;br /&gt;"Kalau begitu belilah seekor anak unta dan peliharalah di dalam rumahmu", kata Abunawas menyarankan.&lt;br /&gt;Orang itu tidak membantah. Ia langsung ke pasar hewan membeli seekor unta untuk dipelihara di dalam rumahnya.&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian orang itu datang lagi menemui Abunawas. ia berkata,&lt;br /&gt;"Wahai Abunawas, tahukah engkau bahwa keadaan di dalam rumahku sekarang hampir seperti neraka. Semuanya berubah menjadi mengerikan daripada hari-hari sebelumnya. Wahai Abunawas, kami sudah tidak tahan tinggal serumah dengan binatang-binantang itu", kata orang itu putus asa.&lt;br /&gt;"Baiklah, kalau kalian sudah merasa tidak tahan, ,aka juallah anak-unta itu" kata Abunawas.&lt;br /&gt;Orang itu tidak membantah. Ia langsung menjual anak unta yang baru dibelinya.&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian Abunawas pergi ke rumah orang itu.&lt;br /&gt;"Bagaimana keadaan kalian sekarang?", Abunawas bertanya.&lt;br /&gt;"Keadaannya sekarang lebih baik karena anak unta itu sudah tidak lagi tinggal di sini", kata orang itu tersenyum. " baiklah, kalu begitu sekarang juallah unggas-unggasmu", kata Abunawas.&lt;br /&gt;Orang itu tidak membantah. Ia langsung menjual unggas-unggasnya.&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian Abunawas mengunjungi orang itu.&lt;br /&gt;"bagaimana keadaan rumah kalian sekarang?", Abunawas bertanya.&lt;br /&gt;"Keadaan sekarang lebih menyenangkan karena unggas-unggas itu sudah tidak tinggal bersama kami" kata orang itu dengan wajah ceria.&lt;br /&gt;"Baiklah kalau begitu sekarang juallah domba itu", kata Abunawas.&lt;br /&gt;Orang itu tidak membantah. Dengan senang ahti ia langsung menjual dombanya.&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian Abunawas bertamu ke rumah orang itu. Ia bertanya.&lt;br /&gt;"Bagaimana keadaan rumah kalian sekarang?".&lt;br /&gt;"Kami merasakan rumah kami bertambah luas karena binatang-binatang itu sudah tidak lagi bersama kami. Dan kami sekarang merasa lebih bahagia daripada dulu. Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepadamu hai Abunawas", kata orang itu dengan berseri-seri.&lt;br /&gt;"Sebenarnya batas sempit dan luas itu tertancap dalam pikiranmu. Kalau engkau selalu bersyukur atas nikmat Tuhan, maka Tuhan akan mencabut kesempitan dalam hati dan pikiranmu", kata Abunawas menjelaskan.&lt;br /&gt;Dan sebelum Abunawas pulang, ia bertanya kepada orang itu,&lt;br /&gt;"Apakah engkau sering berdoa?".&lt;br /&gt;"Ya", jawab orang itu.&lt;br /&gt;"Ketahuilah bahwa doa seorang hamba tidak mesti diterima oleh Allah karena manakala Allah membuka pintu pemahaman kepada engkau ketika Dia tidak memberi engkau, maka ketiadaan pemberian itu merupakan pemberian sebenarnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-3286553454218895871?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/3286553454218895871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2009/03/ketenangan-hati-hanyalah-permainan-hati.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/3286553454218895871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/3286553454218895871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2009/03/ketenangan-hati-hanyalah-permainan-hati.html' title='Ketenangan Hati Hanyalah Permainan Hati - Kisah Abunawas yang Sarat dengan Makna'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-4623679188840743552</id><published>2009-01-12T11:38:00.003+07:00</published><updated>2009-01-12T13:41:26.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dukungan untuk Palestina'/><title type='text'>Do’a Untuk Saudara Kami di Palestina</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tak pernah lelah setiap hari media massa memberitakan kalau Zionis Israel laknatullah terus melancarkan serangan militer ke jalur Gaza. Sedih bercampur geram rasanya hati ini manakala mendengar semakin banyak wanita dan anak-anak yang menjadi tumpuan masa depan Palestina yang tewas dalam agresi militer tersebut. “Ya Allah, bencana ini bisa terjadi pastilah atas kehendak dan kekuasaan-Mu” demikian hati ini bergumam. “Entah hikmah apa yang ingin engkau tunjukkan kepada kami yang lemah dan bodoh ini” kembali hati ini bertanya-tanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja hal ini terjadi karena memang derajat keimanan mereka sangatlah tinggi sehingga ujian ini masih Allah SWT tibakan untuk mereka sebagaimana Firman-Nya : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu. Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui&lt;/em&gt;. (QS. Al 'Ankabuut : 2-5)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah datangkanlah azab-Mu kepada mereka yang telah berbuat kezaliman kepada saudara kami dan berikanlah balasan yang sempurna atas amal-amal saleh saudara-saudaraku yang tengah menghadapai ujian itu sebagaimana janji-Mu : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar&lt;/em&gt; (QS. Al Buruuj : 10-11). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin bahwa Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui apa yang baik untuk kami dan saudara kami dan kapan saat baik itu akan datang karena sesungguhnya Engkau telah berfirman : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Maka serahkanlah (ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al Quran). Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui, dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat tangguh&lt;/em&gt; (QS. Al Qalam : 44-45). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semoga Engkau berkenan untuk mendengar dan mengabulkan do’a kami yaa Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Amiin yaa Rabbal ‘Aalamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-4623679188840743552?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/4623679188840743552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2009/01/doa-untuk-saudara-kami-di-palestina.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/4623679188840743552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/4623679188840743552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2009/01/doa-untuk-saudara-kami-di-palestina.html' title='Do’a Untuk Saudara Kami di Palestina'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-2820305529484652001</id><published>2009-01-02T05:17:00.002+07:00</published><updated>2009-01-02T05:22:44.950+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah dan hikmah'/><title type='text'>Jangan Pernah Tinggalkan Shalat !!!!!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Suatu siang saat aku hendak menunaikan shalat dzuhur di mesjid yang berlokasi di pasar tempat usaha yang dikelola istriku, aku melihat seorang pedagang mainan anak yang sedang tidur lelap di beranda mesjid. Saking lelapnya, ia tidak mengetahui bahwa sepeda yang digunakannya untuk menjajakan barang dagangannya roboh diterpa angin yang hari itu bertiup cukup kencang. Sejenak aku merasa iba pada keaadaan bapak yang terlihat sangat lelah dan lusuh itu. Betapa, untuk mengais rezeki yang hendak ia gunakan untuk menafkahi keluarganya, ia harus menguras tenaganya dengan mengayuh sepeda tua ke sana ke mari untuk mencari pembeli. Sungguh tidak terbayangkan jika aku harus menjalani usaha dengan cara seperti itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, hatiku menjadi miris manakala aku mengetahui bahwa bapak pedagang mainan itu mampir ke mesjid hanya untuk melepaskan rasa lelah. Begitu bangun, ia segera berlalu tanpa menunaikan shalat dzuhur terlebih dahulu. Sungguh sedih rasanya melihat fenomena seperti itu. Banyak sekali umat islam semacam bapak pedagang mainan itu yang mau bersusah payah untuk mencari rezeki walaupun menurut hitungan matematis tidak juga membuat ia dapat hidup dengan layak tetapi dengan mudahnya meninggalkan shalat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pantas saja Imam Al Ghazali berpendapat bahwa hal yang paling ringan di dunia adalah meninggalkan shalat seperti terlihat dalam kutipan percakapan beliau dengan muridnya yang pernah dimuat dalam postingan sebelumnya (&lt;a href="http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/12/jangan-lupa-kalau-jabatan-itu-adalah.html" target="_blank"&gt;link&lt;/a&gt;). Kutipan percakapan tersebut bunyinya kurang lebih sebagai berikut.&lt;br /&gt;Imam Ghazali = “Apa yang paling ringan di dunia ini ?”&lt;br /&gt;Murid 1 = ” Kapas”&lt;br /&gt;Murid 2 = ” Angin “&lt;br /&gt;Murid 3 = ” Debu “&lt;br /&gt;Murid 4 = ” Daun-daun”&lt;br /&gt;Imam Ghazali = ”Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHALAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan shalat “ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mungkin zaman sekarang sudah dipenuhi generasi yang suka menyia-nyiakan shalat seperti yang difirmankan ALLAH SWT dalam QS. Maryam: 58-60.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"&lt;em&gt;Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi dari keturunan Adam, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir menjelaskan, generasi “&lt;em&gt;adhoo’ush sholaat&lt;/em&gt;” yang dijelaskan dalam ayat di atas adalah orang yang jauh dari agama. Untuk urusan shalat saja mereka sudah menyia-nyiakan, apalagi untuk kewajiban-kewajiban lainnya. Karena shalat itu merupakan tiang agama dan pilarnya serta sebaik-baik perbuatan seorang hamba, maka pastilah kualitas beragama orang yang menyia-nyiakan shalat pastilah sangat rendah. Tambah lagi (keburukan mereka) dengan mengikuti syahwat dunia dan kelezatannya, senang dengan kehidupan dan kenikmatan dunia, maka pastilah mereka itu akan menemui kesesatan yang artinya mereka pasti akan menemukan kerugian di hari qiyamat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang yang meninggalkan shalat itu sangatlah merugi. Bahkan status keimanan seseorang sangat diragukan sebagaimana tercermin dalam hadits : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“(&lt;em&gt;Perbedaan&lt;/em&gt;) &lt;em&gt;antara hamba dan kemusyrikan itu adalah meninggalkan sholat&lt;/em&gt;.” (HR Muslim dalam kitab Shohihnya nomor 82 dari hadits Jabir). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam QS. Maryam: 58-60 di atas diceritakan mengenai orang-orang saleh, terpilih, dan nabi-nabi yang sangat patuh kepada Allah SWT. Ketaatan itu ditunjukkan dengan cara mereka bersujud dan menangis ketika dibacakan ayat-ayat Allah. Namun dalam ayat selanjutnya, Allah SWT memberitakan bahwa setelah generasi itu datanglah generasi pengganti yang memiliki sifat-sifat yang jauh berbeda dengan sifat generasi pendahulunya, yakni suka menyia-nyiakan shalat dan mengumbar hawa nafsu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari penjelasan di atas dapat kita lihat bahwa peringatan Allah SWT terhadap orang yang meninggalkan shalat itu sangatlah keras. Oleh karena itu marilah kita menjaga diri kita untuk menunaikan ibadah shalat secara kontinyu. Jangan lagi menganggap shalat sebagai urusan yang remeh sebagaimana kita saksikan para selebritis di TV yang dengan entengnya mengatakan bahwa dirinya mengerjalan shalat tapi shalatnya masih bolong-bolong tanpa merasa takut sedikitpun bahwa perilakunya yang kadang-kadang meninggalkan shalat adalah bentuk menyia-nyiakan shalat. Jangan lupa pula ingatkan orang-orang di sekitar kita, terutama keluarga, sahabat, karyawan dan lain sebagainya untuk menunaikan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-2820305529484652001?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/2820305529484652001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2009/01/jangan-pernah-tinggalkan-shalat.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/2820305529484652001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/2820305529484652001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2009/01/jangan-pernah-tinggalkan-shalat.html' title='Jangan Pernah Tinggalkan Shalat !!!!!'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-8674713562987794178</id><published>2008-12-24T10:30:00.025+07:00</published><updated>2008-12-24T16:05:19.519+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download Murotal Al Qur&apos;an'/><title type='text'>Free Download MP3 - Murotal Sh. Sa'd Al Ghamidi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Untuk menyejukkan hati dan menenangkan jiwa sekaligus menambah keimanan, ada baiknya kalo kita sering mendengarkan bacaan murotal Al Qur'an. Dengan mendengarkan murotal diharapkan kita ingat kepada sang Maha Pencipta sehingga diharapkan keimanan kepada Allah SWT dapat terjaga kualitasnya.&lt;br /&gt;Kali ini saya mau berbagi file MP3 murotal yang dibawakan oleh Sh. Sa'd Al Ghamidi. Murotal ini adalah favorit saya karena menurut saya dalam melantunkan bacaannya, beliau sangat menghayati makna dari ayat demi ayat yang dibacanya sehingga walaupun kita rada awam terhadap bahasa arab, namun seakan-akan kita dapat mengerti pesan yang terkandung dalam ayat yang dibacanya tersebut. Hal itu didukung pula dengan suara beliau yang sangat merdu sehingga dapat mempengaruhi hati para pendengarnya untuk larut ke dalam pesan-pesan yang terkandung dalam firman Allah SWT tersebut.&lt;br /&gt;Bagi anda yang tertarik dan suka mendengarkan murotal yang dilantunkan oleh Sh. Sa'd Al Ghamidi, silahkan download filenya di sini. Mudah-mudahan dapat membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua. Amiin&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992920/001-alfatihah.mp3.html" target="_blank"&gt;01.Al Fatihah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2947670/002-AlBaqarah.mp3.html" target="_blank"&gt;02.Al Baqarah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992918/003-AliImran.mp3.html" target="_blank"&gt;03.Ali Imran&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992919/004-AnNisa.mp3.html" target="_blank"&gt;04.An Nisa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2993083/005-AlMaidah.mp3.html" target="_blank"&gt;05.Al Maidah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2993084/006-AlAnam.mp3.html" target="_blank"&gt;06.Al An’am&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2993082/007-AlARaf.mp3.html" target="_blank"&gt;07.Al A’raf&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2993277/008-AlAnfaal.mp3.html" target="_blank"&gt;08.Al Anfaal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2993276/009-AtTaubah.mp3.html" target="_blank"&gt;09.At Taubah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2993275/010-Yunus.mp3.html" target="_blank"&gt;10.Yunus&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992800/011-Hud.mp3.html" target="_blank"&gt;11.Hud&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992798/012-Yusuf.mp3.html" target="_blank"&gt;12.Yusuf&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992801/013-ArRad.mp3.html" target="_blank"&gt;13.Ar Rad&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992799/014-Ibrahim.mp3.html" target="_blank"&gt;14.Ibrahim&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992802/015-AlHijr.mp3.html" target="_blank"&gt;15.Al Hijr&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992754/016-AnNahl.mp3.html" target="_blank"&gt;16.An Nahl&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992752/017-AlIsra.mp3.html" target="_blank"&gt;17.Al Isra&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992751/018-AlKahfi.mp3.html" target="_blank"&gt;18.Al Kahfi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992753/019-Maryam.mp3.html" target="_blank"&gt;19.Maryam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992755/020-Thaha.mp3.html" target="_blank"&gt;20.Thaha&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992709/021-AlAnbiya.mp3.html" target="_blank"&gt;21.Al Anbiya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992708/022-AlHajj.mp3.html" target="_blank"&gt;22.Al Hajj&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992711/023-AlMuminun.mp3.html" target="_blank"&gt;23.Al Muminun&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992707/024-AnNur.mp3.html" target="_blank"&gt;24.An Nur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992710/025-AlFurqan.mp3.html" target="_blank"&gt;25.Al Furqan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992652/026-AshShuara.mp3.html" target="_blank"&gt;26.Ash Shuara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992649/027-AnNaml.mp3.html" target="_blank"&gt;27.An Naml&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992650/029-AlAnkabut.mp3.html" target="_blank"&gt;28.Al Ankabut&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992651/028-AlQashas.mp3.html" target="_blank"&gt;29.Al Qashas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2992648/030-ArRum.mp3.html" target="_blank"&gt;30.Ar Rum&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987732/031-Luqman.mp3.html" target="_blank"&gt;31.Luqman&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987733/032-AsSajdah.mp3.html" target="_blank"&gt;32.As Sajdah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987731/033-AlAhzab.mp3.html" target="_blank"&gt;33.Al Ahzab&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987729/034-Saba.mp3.html" target="_blank"&gt;34.Sba&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987730/035-Fathir.mp3.html" target="_blank"&gt;35.Fathir&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987635/036-Yaasiin.mp3.html" target="_blank"&gt;36.Yaasiin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987633/037-AshShaffat.mp3.html" target="_blank"&gt;37.Ash Shaffat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987634/038-Shad.mp3.html" target="_blank"&gt;38.Shad&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987636/039-AzZumar.mp3.html" target="_blank"&gt;39.Az Zumar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987632/040-Ghafir.mp3.html" target="_blank"&gt;40.Ghafir&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987552/041-Fushshilat.mp3.html" target="_blank"&gt;41.Fushshilat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987548/042-AsySyura.mp3.html" target="_blank"&gt;42.Asy Syura&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987551/043-AzZukhruf.mp3.html" target="_blank"&gt;43.Az Zukhruf&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987550/044-AdDukhan.mp3.html" target="_blank"&gt;44.Ad Dukhan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987549/045-AlJatsiah.mp3.html" target="_blank"&gt;45.Al Jatsiah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987110/046-AlAhqaf.mp3.html" target="_blank"&gt;46.Al Ahqaf&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987108/047-Muhammad.mp3.html" target="_blank"&gt;47.Muhammad&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987111/048-AlFath.mp3.html" target="_blank"&gt;48.Al Fath&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987107/049-AlHujurat.mp3.html" target="_blank"&gt;49.Al Hujarat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987109/050-Qaf.mp3.html" target="_blank"&gt;50.Qaf&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987081/051-AdzDzariyat.mp3.html" target="_blank"&gt;51.Adz Dzariyat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987080/052-AthThur.mp3.html" target="_blank"&gt;52.Ath Thur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987083/053-AnNajm.mp3.html" target="_blank"&gt;53.An Najm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987079/054-AlQamar.mp3.html" target="_blank"&gt;54.Al Qamar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987082/055-ArRahman.mp3.html" target="_blank"&gt;55.Ar Rahman&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987027/056-AlWaqiah.mp3.html" target="_blank"&gt;56.Al Waqiah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987029/057-AlHadid.mp3.html" target="_blank"&gt;57.Al Hadid&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987028/058-AlMujadilah.mp3.html" target="_blank"&gt;58.Al Mujadilah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987031/059-AlHashr.mp3.html" target="_blank"&gt;59.Al Hashr&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987030/060-AlMumtahanah.mp3.html" target="_blank"&gt;60.Al Mumtahanah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986994/061-AshShaff.mp3.html" target="_blank"&gt;61.Ash Shaff&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986998/062-AlJumuah.mp3.html" target="_blank"&gt;62.Al Jumuah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986996/063-AlMunafiquun.mp3.html" target="_blank"&gt;63.Al Munafiquun&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2987000/064-AtTaghabun.mp3.html" target="_blank"&gt;64.At Taghabun&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986999/065-AtTalaq.mp3.html" target="_blank"&gt;65.At Talaq&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986970/066-AtTahrim.mp3.html" target="_blank"&gt;66.At Tahrim&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986974/067-AlMulk.mp3.html" target="_blank"&gt;67.Al Mulk&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986973/068-AlQalam.mp3.html" target="_blank"&gt;68.Al Qalam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986972/069-AlHaaqqah.mp3.html" target="_blank"&gt;69.Al Haaqqah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986971/070-AlMaarij.mp3.html" target="_blank"&gt;70.Al Maarij&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986935/071-Nuh.mp3.html" target="_blank"&gt;71.Nuh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986936/072-AlJin.mp3.html" target="_blank"&gt;72.Al jin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986937/073-AlMuzzammil.mp3.html" target="_blank"&gt;73.Al Muzzammil&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986934/074-AlMuddatsir.mp3.html" target="_blank"&gt;74.Al Muddatsir&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986933/075-AlQiyamah.mp3.html" target="_blank"&gt;75.Al Qiyamah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986899/076-AlInsan.mp3.html" target="_blank"&gt;76.Al Insan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986900/077-AlMursalat.mp3.html" target="_blank"&gt;77.Al Mursalat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986902/078-AnNaba.mp3.html" target="_blank"&gt;78.An Naba&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986903/079-AnNaziaat.mp3.html" target="_blank"&gt;79.An Naziaat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986901/080-AlAbasa.mp3.html" target="_blank"&gt;80.Al Abasa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986859/081-AtTakwir.mp3.html" target="_blank"&gt;81.Al Takwir&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986861/082-AlInfitar.mp3.html" target="_blank"&gt;82.Al Infitar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986857/083-AlMutaffifin.mp3.html" target="_blank"&gt;83.Al Mutaffifin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986860/084-AlInshiqaq.mp3.html" target="_blank"&gt;84.Al Inshiqaq&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986858/085-AlBuruj.mp3.html" target="_blank"&gt;85.Al Buruj&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986828/086-AtThariq.mp3.html" target="_blank"&gt;86.At Thariq&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986827/087-AlAla.mp3.html" target="_blank"&gt;87.Al A’la&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986826/088-AlGhasiyah.mp3.html" target="_blank"&gt;88.al Ghasiyah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986830/089-AlFajr.mp3.html" target="_blank"&gt;89.Al Fajr&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986829/090-ALBalad.mp3.html" target="_blank"&gt;90.Al Balad&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986809/091-AsySyams.mp3.html" target="_blank"&gt;91.Asy Syams&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986810/092-AlLail.mp3.html" target="_blank"&gt;92.Al Lail&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986806/093-AdhDhuha.mp3.html" target="_blank"&gt;93.Adh Dhuha&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986808/094-AsSharh.mp3.html" target="_blank"&gt;94.As Sharh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986807/095-AtTin.mp3.html" target="_blank"&gt;95.At Tin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986768/096-AlAlaq.mp3.html" target="_blank"&gt;96.Al Alaq&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986769/097-AlQadr.mp3.html" target="_blank"&gt;97.Al Qadr&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986765/098-AlBayyinah.mp3.html" target="_blank"&gt;98.Al Bayyinah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986767/099-AlZalzalah.mp3.html" target="_blank"&gt;99.Al Zalzalah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2986766/100-AlAdiyat.mp3.html" target="_blank"&gt;100.Al Adiyat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2946564/101-AlQariah.mp3.html" target="_blank"&gt;101.Al Qariah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2946563/102-AtTakatsur.mp3.html" target="_blank"&gt;102.At Takatsur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2946562/103-AlAshr.mp3.html" target="_blank"&gt;103.Al Ashr&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2946565/104-AlHumazah.mp3.html" target="_blank"&gt;104.Al Humazah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2946561/105-AlFiil.mp3.html" target="_blank"&gt;105.Al Fiil&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2946224/106-Quraish.mp3.html" target="_blank"&gt;106.Quraish&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2946225/107-AlMaun.mp3.html" target="_blank"&gt;107.Al Maun&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2946223/108-AlKautsar.mp3.html" target="_blank"&gt;108.al Kautsar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2946227/109-AlKafirun.mp3.html" target="_blank"&gt;109.Al Kafirun&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2946226/110-AnNashr.mp3.html" target="_blank"&gt;110.An Nashr&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3001160/111-AlLahab.mp3.html" target="_blank"&gt;111.Al Lahab&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3001161/112-AlIkhlas.mp3.html" target="_blank"&gt;112.Al Ikhlas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3001159/113-AlFalaq.mp3.html" target="_blank"&gt;113.Al Falaq&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3001158/114-AnNaas.mp3.html" target="_blank"&gt;114.An Naas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-8674713562987794178?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/8674713562987794178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/12/free-download-mp3-murotal-sh-sad-al.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/8674713562987794178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/8674713562987794178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/12/free-download-mp3-murotal-sh-sad-al.html' title='Free Download MP3 - Murotal Sh. Sa&apos;d Al Ghamidi'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-7799437863954747865</id><published>2008-12-23T21:26:00.003+07:00</published><updated>2008-12-23T21:38:16.544+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='amanah'/><title type='text'>Jangan Lupa kalau Jabatan itu adalah Amanah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Beberapa lama aku gak bisa nulis buat posting di blog ini. Sebulan setengah lamanya aku harus menjalani diklat Pim. IV di pusdiklat. Setelah diklatnya selesai, tidak serta merta aku punya banyak waktu luang untuk blog ini. Ya paling-paling buka-buka link blogger yang mampir sambil nambah-nambah temen buat memperbaiki peringkat blog ini. Alhamdulillah akhirnya aku bisa mencurahkan fikiran lagi di blog ini. Isi postingannya adalah oleh-oleh sewaktu diklat, tepatnya pas acara pembukaan ada sambutan dari pejabat LAN tentang percakapan Imam Al Ghazali dengan murid-muridnya yang isinya kurang lebih seperti ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali = ” Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 1 = ” Negeri Cina “&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 2 = ” Bulan “&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 3 = ” Matahari “&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 4 = ” Bintang-bintang “Iman Ghazali = ” Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu, kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Imam Ghazali: “Apa yang paling berat didunia? “&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 1 = ” Baja “&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 2 = ” Besi “&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 3 = ” Gajah “&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Imam Ghazali = ” Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Imam Ghazali = “Apa yang paling ringan di dunia ini ?”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 1 = ” Kapas”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 2 = ” Angin “&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 3 = ” Debu “&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 4 = ” Daun-daun”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Imam Ghazali = ”Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat “&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Imam Ghazali = “Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?“&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid- Murid dengan serentak menjawab = ” Pedang “&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Imam Ghazali = ” Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri “&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali = ” Apa yang paling besar di dunia ini ?”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 1 = ” Gunung “&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 2 = ” Matahari “&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 3 = ” Bumi “&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Imam Ghazali = ” Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Imam Ghazali = “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 1 = ” Orang tua “&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 2 = ” Guru “&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 3 = ” Teman “&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 4 = ” Kaum kerabat “&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Imam Ghazali = ” Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Surah Ali-Imran :185). “&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari semua poin dalam percakapan di atas, perihal amanah adalah masalah yang diangkat sebagai tema sentral oleh sang pembicara. Maklum, diklatnya kan tentang kepemimpinan, jadi amanah adalah tema yang paling relevan dengan diklat tersebut.&lt;br /&gt;Banyak orang berlomba-lomba untuk menjadi pemimpin atau pejabat. Memang bagi sebagian orang atau bahkan mungkin aku sendiri, menjadi pemimpin atau dengan istilah lain “pejabat” adalah merupakan kebanggaan. Bagaimana tidak, seorang pejabat pasti dihormati bawahan, mendapatkan penghasilan lebih baik, menunjukkan prestasi sekaligus prestise seseorang. Jabatan adalah hal yang juga dapat “dipamerkan” kepada keluarga, teman atau tetangga. Pokoknya banyak sekali hal-hal yang membuat orang berebut untuk menjadi seorang pejabat.&lt;br /&gt;Orang sering lupa bahwa di balik semua itu ada hal yang tidak boleh dilupakan, yaitu amanah. Menjadi pemimpin berarti dia tidak hanya bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri tetapi juga bertanggung jawab atas apa yang diperbuat oleh orang-orang yang dipimpinnya sebagaimana hadits dari Abdullah bin Umar r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kalian semuanya pemimpin (pemelihara) dan bertanggungjawab terhadap rakyatnya. Seorang amir (raja) memelihara rakyat dan akan ditanya tentang pemeliharaannya. Sorang suami memimpin keluarganya dan akan ditanya tentang pimpinannya. Seorang ibu memimpin rumah suaminya dan anak-anaknya dan akan ditanya tentang pemeliharaannya. Seorang hamba (buruh) memelihara harta milik majikannya dan akan ditanya tentang pemeliharaannya. Camkanlah bahwa kalian semua memelihara dan akan dituntut tentang pemeliharaannya&lt;/em&gt;. (HR. Bukhari, Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika melihat isi hadits tersebut, pantas saja Imam Al Ghazali berpendapat bahwa amanah itu beratnya melebihi apapun yang ada di dunia ini seperti yang tersirat dalam percakaan beliau dengan murid-muridnya di atas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut juga Nampak dalam hadits berikut.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Al Hasan berkata : Ubaidillah bin Ziyaad menjenguk Ma’qil bin Yasaar r.a. ketika sakit yang menyebabkan kematiannya, maka Ma’qil berkata kepada Ubaidillah bin Ziyaad : Aku akan menyampaikan kepadamu sebuah hadits yang telah aku dengar dari Rasulullah saw : aku telah mendengar Nabi saw bersabda : tiada seorang hamba yang diberi amanat rakyat oleh Allah lalu ia tidak memeliharanya dengan baik, melainkan Allah tidak akan merasakan padanya bau surga (melainkan tidak mendapat bau surga)&lt;/em&gt; (HR. Bukhari, Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah membimbing kita untuk dapat mengikuti jalan-Nya yang lurus dan benar. Sehingga kita selalu ingat bahwa menjadi pemimpin atau pejabat adalah amanah. Semoga Dzat Yang Maha Bijaksana mengajarkan kepada kita kebijaksanaan jika kita diberi amanah untuk memimpin dan senantiasa mengampuni dosa kita jika sekiranya dalam menjalankan amanah itu kita melakukan kesalahan. Semoga Allah SWT menjadikan kita pemimpin yang adil sehingga kita termasuk ke dalam golongan yang akan dinaungi Allah di hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya sebagaimana hadits yang yang bunyinya : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya di hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. 1. Pemimpin yang adil, 2. Pemuda yg senantiasa beribadat kepada Allah semasa hidupnya, 3. Orang yang hatinya senantiasa berpaut pada masjid-masjid 4. Dua orang yang saling mengasihi karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, 5. Seorang lelaki yang diundang oleh seorang perempuan yang mempunyai kedudukan dan rupa paras yang cantik untuk melakukan kejahatan tetapi dia berkata, 'Aku takut kepada Allah', 6. Seorang yg memberi sedekah tetapi dia merahasiakannya seolah-olah tangan kanan tidak tahu apa yg diberikan oleh tangan kirinya dan 7. Seseorang yang mengingati Allah di waktu sunyi sehingga mengalirlah air mata dari kedua matanya&lt;/em&gt;" (HR. Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-7799437863954747865?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/7799437863954747865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/12/jangan-lupa-kalau-jabatan-itu-adalah.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/7799437863954747865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/7799437863954747865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/12/jangan-lupa-kalau-jabatan-itu-adalah.html' title='Jangan Lupa kalau Jabatan itu adalah Amanah'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-3913477494906510705</id><published>2008-10-06T14:15:00.004+07:00</published><updated>2008-10-10T10:12:33.118+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah dan hikmah'/><title type='text'>Seminggu Jadi "Inem" (Renungan Selama Libur Lebaran)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Lebaran Iedul Fitri 1429 tinggal menyisakan kenangan. Kebanyakan orang mudik pulang ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan keluarga terutama orang tua tidak terkecuali para pembantu rumah tangga. Iedul Fitri kali kali ini aku dan keluarga berlebaran di Jakarta. Rencana mudik pulang ke kampung halaman terpaksa ditunda karena aku harus masuk kerja tanggal 6 Oktober sementara untuk tanggal itu aku gak kebagian tiket balik ke Jakarta. Ya akhirnya terpaksa mudik setelah itu agar gak bentrok dengan kepentingan di kantor.&lt;br /&gt;Ditinggal pembantu selama mudik lebaran membuat kami cukup sibuk. Kami harus gantian menjaga anak kami yang masih berumur 8 bulan sementara yang lain mengerjakan pekerjaan rumah seperti memasak, nyuci baju, nyuci piring, nyapu, ngepel dan lain-lain. Lumayan terasa capek juga, belum lagi waktu santai kita jadi tersita untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan seperti itu, yah daripada niru-niru gaya hidup orang kaya yang nginep di hotel selama gak ada pembantu, gak apa-apa lah capek sedikit, itung-itung olah raga dan berhemat sambil merasakan bagaimana rasanya jadi pembantu rumah tangga yang mengerjakan ini itu sendirian.&lt;br /&gt;Seminggu jadi “inem” membuat aku sadar bahwa ternyata pekerjaan pembantu itu gak bisa dianggap enteng. &lt;span class="fullpost"&gt;Kita memang sangat membutuhkan tenaga mereka. Tapi kalo diinget-inget, berapa gaji yang kita bisa bayar untuk tenaga mereka, hanya sekitar 300-500 ribuan sebulan. Jumlah yang tidak terlalu banyak, bahkan kalo kita sekali belanja di mall saja mungkin kita bisa menghabiskan lebih banyak dari itu. Belum lagi kalo dibandingkan dengan jumlah yang harus dibayar jika kita nginep di hotel selama mereka pulang kampung, mungkin tagihannya bisa lebih besar daripada jumlah gaji yang kita bayar buat pembantu selama setahun.&lt;br /&gt;Pantas saja jika Rasulullah saw menempatkan seorang pelayan yang miskin papa lagi lemah pada kedudukan yang layak. Beliau mengukurnya dari sisi agama dan ketakwaannya, bukan dari sisi status sosial dan kedudukannya yang lemah. Rasulullah saw telah memberikan pengarahan dalam memperlakukan pelayan dan pekerja, beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Mereka (para pelayan dan pekerja) adalah saudara kamu (seiman). Allah Ta'ala menempatkan mereka di bawah kekuasaan kamu. Berilah mereka makanan yang biasa kamu makan, berikanlah mereka pakaian yang biasa kamu pakai. Janganlah memberatkan mereka di luar batas kemampuan. Jika kamu mem-berikan sebuah tugas, bantulah mereka dalam melaksanakannya&lt;/em&gt;." (HR. Muslim) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Simaklah penuturan seorang pelayan tentang majikannya. Sebuah penuturan yang sangat mengagumkan dan pengakuan yang mengesankan serta pujian nan agung. Pernahkah Anda melihat seorang pelayan memuji majikannya sebagaimana pujian yang diberikan pelayan Rasulullah saw kepadanya!?" &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik Radhiallaahu anhu mengungkapkan: "&lt;em&gt;Aku pernah menjadi pelayan Rasulullah saw selama sepuluh tahun. Tidak pernah sama sekali beliau mengucapkan "hus" kepadaku. Beliau tidak pernah membentakku terhadap sesuatu yang kukerjakan (dengan ucapan): "Mengapa engkau kerjakan begini!" Dan tidak pula terhadap sesuatu yang tidak kukerjakan (dengan ucapan): "Mengapa tidak engkau kerjakan&lt;/em&gt;!" (HR. Muslim) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bukan hitungan hari atau bulan, tetapi genap sepuluh tahun! Jangka waktu yang sangat panjang. Yang penuh dengan suka dan lara, tangis dan tawa. Penuh dengan emosi jiwa dan pasang surut kehidupan. Ayah ibuku menjadi tebusannya, meskipun demikian beliau tidak pernah membentak atau memerintahnya. Justru sebaliknya, beliau memberikan balasan yang setimpal, membuat bahagia perasaan pelayannya, menutupi kebutuhan mereka beserta keluarga serta mendoakan mereka.&lt;br /&gt;Demikianlah Islam mengajarkan pada kita untuk dapat menghargai pembantu. Mereka adalah bagian dari hidup kita yang sulit untuk dipisahkan, sehingga pantaslah kalau mereka mendapatkan penghargaan berupa kedudukan yang layak dalam keluarga kita tentu dengan catatan selama mereka berpegang teguh pada kalimat tauhid dan menjalankan agamanya dengan baik serta berlaku dan bersikap dengan cara yang pantas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-3913477494906510705?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/3913477494906510705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/10/seminggu-jadi-inem-renungan-selama.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/3913477494906510705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/3913477494906510705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/10/seminggu-jadi-inem-renungan-selama.html' title='Seminggu Jadi &quot;Inem&quot; (Renungan Selama Libur Lebaran)'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-1996196861939887821</id><published>2008-09-26T09:28:00.003+07:00</published><updated>2008-09-30T22:39:49.274+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Informasi Penting !!.... : Al Qur'an Palsu dan Situs Al Qur'an Palsu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berita Penting!!......&lt;br /&gt;Baru-baru ini saya dapat informasi dari teman saya bahwa kita disuruh hati-hati kalau mau beli Al-Qur'an yang dicetak dalam edisi terbaru. Perhatikan jangan-jangan di dalamnya ada surat palsu yang disisipkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Surat-Surat Palsu itu adalah Al Iman, Al Wasaya, Al Tasajud dan Al Muslimin.&lt;br /&gt;Sebarkan pula bahwa di internet beredar situs Al Qur'an Palsu dengan alamat www.thequran.com. Di situs tersebut musuh-musuh Allah mencoba menyesatkan pembaca yang mampir di situsnya dengan dalih pendapat yang jujur tentang Al Qur'an berdasarkan pemahaman yang lebih mendalam padahal sesungguhnya itu semua adalah kebohongan belaka dan pendapat yang disajikan adalah pendapat yang benar-benar sesat. Di situ juga disajikan Al Qur'an secara lengkap, seakan-akan situs ini benar-benar dibuat oleh orang yang paham tentang Al Qur'an.&lt;br /&gt;Hati-hatilah. Tanyakan jika ada teman, saudara atau karim kerabat yang rajin berlayar di dunia maya untuk mendapatkan pengetahuan tentang Al-Qur'an, sampaikan berita ini agar jangan sampai orang yang sebenarnya berniat mulia mempelajari Al Qur'an justru menjadi sesat karena terlanjur memahami Al Qur'an dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;Sebarkan berita ini, jika anda mengaku mencintai agama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-1996196861939887821?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/1996196861939887821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/informasi-penting-al-quran-palsu-dan.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/1996196861939887821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/1996196861939887821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/informasi-penting-al-quran-palsu-dan.html' title='Informasi Penting !!.... : Al Qur&apos;an Palsu dan Situs Al Qur&apos;an Palsu'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-7568342498904550391</id><published>2008-09-26T09:17:00.003+07:00</published><updated>2008-09-26T11:02:32.652+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Ramadhan'/><title type='text'>Renungan Menjelang Ramadhan 1429 H Usai</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Selama bulan suci ini mungkin kita sering mendengar dari lidah para da'i, mubaligh, penceramah dan jargon-jargon yang ditulis di berbagai media bahwa bulan ramadhan ini adalah bulan penuh berkah di mana orang beriman diwajibkan berpuasa agar menjadi orang yang lebih bertakwa (QS. Al Baqarah : 183)&lt;br /&gt;Namun pernahkah kita merenungkan apa saja yang harus ada pada diri kita selepas bulan yang penuh berkah ini usai agar dapat disebut sebagai orang yang bertakwa. Artinya selepas Ramadhan ini usai, ketakwaan seseorang harus bertambah karena seperti kelakar guru saya bahwa di bulan suci ini malaikat "bingung" untuk membedakan siapa di antara kita yang benar-benar takwa. Tiba-tiba saja banyak orang yang gak pernah baca qur'an jadi rajin baca qur'an bahkan sampai khatam. Sebelum Ramadhan gak pernah shalat subuh berjamaah di masjid atau bangun di waktu sahur dan shalat malam, di bulan ini jadi rajin shalat malam (shalat tarawih) dan bangun di waktu sahur untuk makan sahur dan kemudian shalat subuh berjamaah di mesjid.&lt;br /&gt;Namun sayang, selepas ramadhan usai, semua kebiasaan baik itu kemudian berhenti begitu saja. Sepertinya jejak-jejak bulan suci tidak berbekas pada dirinya. Lalu apakah dengan demikian kita bisa disebut orang yang bertakwa?&lt;br /&gt;Beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari bulan puasa terkait dengan ketakwaan adalah sebagai berikut : &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kita dilatih untuk bersabar menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa ataupun yang membatalkan pahala puasa. Dalam hal ini pelajaran yang bisa diraih adalah kebiasaan menunda untuk menikmati kesenangan jangka pendek untuk mendapatkan kesenangan jangka panjang (berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian). Ada semangat dalam puasa yang mengajarkan bahwa tekad yang kuat bisa mengalahkan kelemahan fisik. Selain itu, di bulan suci ini kita dilatih untuk menjadi orang yang bertakwa yang berkepribadian sabar dengan ciri pandai menahan marah dan mudah memaafkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan&lt;/em&gt; (QS. Ali 'Imran : 134).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di bulan suci ini juga kita dilatih untuk konsisten yaitu benar ucapannya, benar perbuatannya dan benar perkataan hatinya. Orang yang bertakwa selalu selaras antara perkataan lisan, i'tikad hati dan perbuatannya, karena ucapan yang tidak disertai dengan perbuatan yang benar akan mengakibatkan kehancuran seperti yang sering dilakukan oleh beberapa pemimpin di negeri kita. Ucapan dan perbuatan yang benar tidak disertai dengan niat yang benar, juga tidak akan bermanfaat dan tidak mendatangkan kebaikan di sisi Allah swt. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah perbuatan kita berubah di bulan suci ini menajdi lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya, maka ciri selanjutnya yang harus dimiliki agar bisa disebut sebagai orang yang bertakwa adalah "qaanitin" yaitu orang yang tetap dalam ketaatan dengan meneruskan kebiasaannya yang baik di bulan puasa pada bulan-bulan berikutnya sebagai wujud ketaatannya kepada Allah swt.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selama sebulan penuh kita dilatih untuk beribadah secara konsisten setiap malam shalat tarawih dan setiap akhir malam kita bangun sahur. Maka selepas Ramadhan usai, kebiasaan bangun di akhir malam diteruskan untuk kemudian diisi dengan shalat malam agar memperoleh apa yang dijanjikan Allah swt yaitu derajat yang mulia. Dan seperti yang pernah dibahas dalam &lt;a href="http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/manfaat-shalat-khusyuk-untuk-kesehatan.html" target="_blank"&gt;postingan sebelumnya&lt;/a&gt;, kebiasaan shalat malam setiap hari dapat menyembuhkan berbagai penyakit baik penyakit jiwa maupun raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-7568342498904550391?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/7568342498904550391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/renungan-menjelang-ramadhan-1429-h-usai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/7568342498904550391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/7568342498904550391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/renungan-menjelang-ramadhan-1429-h-usai.html' title='Renungan Menjelang Ramadhan 1429 H Usai'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-2706736991133370797</id><published>2008-09-24T16:00:00.005+07:00</published><updated>2008-09-25T14:41:09.273+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi Islam'/><title type='text'>Kajian Ilmiah Tentang Manfaat Shalat Khusyuk Untuk Kesehatan Jiwa dan Raga</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Setelah kita ketahui bahwa frekuensi seluruh alam raya ini termasuk suara air dan serangga malam berada pada level Alpha dan memahami apa itu &lt;a href="http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/apa-itu-gelombang-alpha-beta-theta-dan.html" target="_blank"&gt;kondisi Alpha, Beta, Theta dan Delta&lt;/a&gt;, maka pada postingan kali ini saya mencoba menggabungkan kedua konsep tersebut dalam memahami ibadah shalat dengan belajar pada alam tentang ketundukan mereka kepada Sang Maha Pencipta.&lt;br /&gt;Sebagaimana diterangkan dalam QS Al Jumu'ah ayat 1, alam semesta ini selalu bertasbih kepada Allah. Dalam keadaan bertasbih tersebut frekuensi dari suara yang dikeluarkan alam seperti suara gemericik air dan serangga malam berada dalam kondisi Alpha. Dalam kondisi Alpha konsentrasi fikiran tertentu akan terpusat dan pastinya alam semesta ini terpusat pada Sang Maha Tunggal yaitu Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam sehari kita diwajibkan untuk shalat sebanyak lima kali. Kalo kita perhatikan, maka kita akan mendapat kesimpulan bahwa setiap datang waktu shalat kita diperintah untuk beristirahat menurunkan frekuensi otak dari kondisi beta yang penuh dengan segala urusan duniawi yang melelahkan kepada kondisi Alpha yang terpusat pada Sang Maha Tunggal yaitu Allah swt. Pada waktu itu, otak kita diperintahkan untuk beresonansi dengan alam yang juga sedang bertasbih memuji Tuhannya.&lt;br /&gt;Ketika shalat, dalam kondisi alpha otak kita dalam keadaan rilek tapi masih dalam keadaan sadar (conscious). Oleh karen itu ketika shalat, suasana terasa rileks dan stress akan hilang. Shalat juga berfungsi sebagai alat untuk pembangunan karakter (&lt;em&gt;Character Building&lt;/em&gt;) karena shalat adalah saatnya kita bisa mengubah citra diri, kebiasaan, menanamkan pikiran tertentu dan menetapkan tujuan. Maka dari itu khusyuk dalam shalat menajdi sangat penting karena dalam keadaan tersebut fikiran terkonsentrasi hanya kepada satu hala yaitu Allah swt dan apabila kita lalu berpikir lebih dari satu alias memikirkan yang lain selain Allah maka kita telah masuk dalam keadaan Beta atau keluar dari &lt;em&gt;Alpha Condition&lt;/em&gt;. Dengan demikian pantaslah jika Allah sangat mengecam orang yang lalai dalam shalat karena keadaan itu membuat orang yang shalat itu tidak mendapatkan keutamaan shalat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya&lt;/em&gt; (QS. Al Maa'uun:4-5) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika shalat kita benar dan tidak melamun, maka dalam keadaan Alpha kita tahu persis di mana badan kita dan kita selalu memegang kendali, bukan dikendalikan. Menghilangkan stress adalah suatu yang bisa dilakukan dengan menggunakan keadaan Alpha. Oleh karena itu ketika shalat, keadaan pikiran yang sangat fokus disaat kita mendengar bacaan imam (jika berjamaah), melihat tempat sujud dan berpikir tentang Allah swt dalam satu waktu, itulah dinamakan konsentrasi yang terfokus. Apabila kita berhasil melakukan shalat dalam keadaan seperti itu maka hal tersebut dapat membuka pikiran kita menuju kemampuan kreatif untuk memecahkan suatu masalah. Maka pantaslah orang yang rajin shalat terjauh dari stress dan fikiran negatif yang dapat mengarahkan orang tersebut kepada perilaku negatif.&lt;br /&gt;Maka jelaslah mengapa shalat dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan munkar (QS. Al 'Ankabuut : 45), karena orang yang senantiasa mengingat Allah frekuensi otaknya relatif rendah. Walaupun dalam keadaan sadar penuh (kondisi beta) frekuensi otaknya mudah turun ke frekuensi yang mendekati Alpha sehingga pribadinya menjadi matang, sabar dalam bersikap terhadap kondisi apapun, hati dan jiwanya tenang, tubuhnya sehat, jantungnya kuat, dan darahnya mengalir dengan lancar karena tidak terhalang oleh fikiran-fikiran negatif yang dapat memicu keluarnya hormon yang dapat merusak kesehatan baik jasmani maupun rohani.&lt;br /&gt;Dari penjelasan di atas maka dapat kita simpulkan bahwa shalat adalah suatu ibadah yang luar biasa, karena dalam shalat badan kita bergerak sebagaimana kita sedang berolahraga, namun di saat yang bersamaan otak, jantung, pembuluh darah dan seluruh sel-sel yang ada di tubuh kita sedang melakukan istirahat dan melakukan pemulihan diri sehingga tubuh dan fikiran kembali segar. Dengan demikian shalat berfungsi sebagai terapi pemulihan bagi penyakit yang diderita baik penyakit psikis maupun penyakit badan.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, maka pantaslah Allah memerintahkan kita untuk bangun di malam hari dan mendirikan shalat tahajud sebagai ibadah tambahan agar kita mendapatkan derajat yang mulia (QS Al Israa : 79), karena di keheningan malam itu, lebih mudah bagi otak kita untuk beresonansi dengan alam tanpa terganggu suara-suara lain yang dapat mengacaukan konsentrasi. Dan karena lebih mudah bagi kita untuk berada dalam kondisi Alpha, maka pengaruh shalat tahajud terhadap kondisi fisik kita lebih baik daripada manfaat yang diperoleh ketika kita tidur. Ketika tidur, mungkin otak kita masih memikirkan hal-hal yang menggangu fikiran sehingga kadang-kadang kita bermimpi buruk, kemudian esok harinya ketika bangun, badan kita masih terasa capek seakan-akan kita bukan habis istirahat, sedangkan ketika kita menunaikan shalat tahajud, otak kita justru lebih fokus hanya kepada Allah sehingga kita dapat menikmati fase istirahat yang lebih baik daripada yang kita peroleh jika kita terus tidur.&lt;br /&gt;Maka tidaklah keliru jika kita berguru kepada air yang selalu bertasbih sepanjang hari sepanjang malam memuji kebesaran nama Allah. Orang yang beruntung &lt;em&gt;"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka&lt;/em&gt;" (QS Ali 'Imran : 191).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terbiasa mengkondisikan diri pada level Alpha maka itu merupakan pintu gerbang menuju kondisi Theta: Keadaan disaat pikiran jadi inspiratif dan kreatif dan dalam keadaan sugestif yang tinggi serta kondisi penyembuhan yang kuat. Banyak dunia kedokteran menyarankan pasiennya untuk masuk dalam keadaan Theta yang sangat sugestif dan sangat manjur dalam penyembuhan diri sendiri. Penyembuhan yang demikian oleh dunia kedokteran dinamakan Spontaneous Remission atau penyembuhan tanpa alasan yang jelas secara ilmiah. Penyembuhan semacam ini banyak dilakukan dalam praktek penyembuhan alternative.&lt;br /&gt;Dengan terbiasa shalat tahajud kita tidak perlu meniru para Yoga untuk pergi ke gunung-gunung atau goa-goa yang sunyi untuk bermeditasi selama seharian penuh agar bisa berada dalam kondisi Theta yang luar biasa. Cukup dirikan shalat (jangan lupa diikuti dengan menunaikan zakat sebagai suatu hal yang tidak terpisahkan), yaitu shalat fardu ditambah dengan shalat sunah khususnya shalat tahajud di rumah, maka ketika kita tidur kita lebih mudah untuk masuk ke dalam kondisi theta, sehingga tidur kita menjadi lebih berkualitas dan kondisi fisik serta mental semakin sehat.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir&lt;/em&gt; (QS. Al Jaatsiyah :13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-2706736991133370797?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/2706736991133370797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/manfaat-shalat-khusyuk-untuk-kesehatan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/2706736991133370797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/2706736991133370797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/manfaat-shalat-khusyuk-untuk-kesehatan.html' title='Kajian Ilmiah Tentang Manfaat Shalat Khusyuk Untuk Kesehatan Jiwa dan Raga'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-8695898202302480834</id><published>2008-09-24T11:19:00.003+07:00</published><updated>2008-09-24T14:34:43.280+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi Islam'/><title type='text'>Apa itu Gelombang Alpha, Beta, Theta dan Delta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dalam postingan sebelumnya kita ketahui bahwa frekuensi suara air berada pada level Alpha. Sekarang saya ingin berbagi informasi apa itu frekuensi alpha dan teman-temannya yaitu beta, theta dan delta.&lt;br /&gt;Frekuensi Alpha adalah keadaan di mana otak manusia dalam keadaan rilek tapi masih dalam keadaan sadar (conscious). Ketika kita berada dalam gelombang Alpha, suasana terasa rileks dan stress akan hilang, saat itulah kita bisa masuk ke dalam pikiran bawah sadar. Maksudnya bawah sadar ini adalah di bawah kondisi beta di mana kita benar-benar dalam kondisi sadar sepenuhnya dan menggunakan akal fikiran secara penuh karena dalam kondisi Alpha fikiran terfokus pada satu hal tertentu secara terpusat. Saatnya kita bisa mengubah citra diri, kebiasaan, menanamkan pikiran tertentu dan menetapkan tujuan. Dalam keadaan Alpha konsentrasi pikiran tertentu akan terpusat, karena kita hanya bisa berpikir tentang satu hal pada satu saat dan apabila kita lalu berpikir lebih dari satu maka kita telah masuk dalam keadaan Beta atau keluar dari Alpha Condition.&lt;br /&gt;Dalam keadaan Alpha kita tahu persis di mana badan kita dan kita selalu memegang kendali, bukan dikendalikan. Menghilangkan stress adalah suatu yang bisa dilakukan dengan menggunakan keadaan Alpha. Keadaan pikiran yang sangat fokus disaat kita mendengar, melihat dan berpikir tentang satu hal dalam satu waktu, itulah dinamakan konsentrasi yang terfokus. Alpha membuka pikiran kita menuju kemampuan kreatif untuk memecahkan suatu masalah. Maka saatnya kita mengubah kepribadian serta cara berpikir Alpha sambil merasakan nyaman akan diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;BETA: Getaran gelombang aktifitas pikiran antara 13 hingga 26 Hz. Keadaan disaat kita membuka mata dan berpikir logis dengan perhatian yang terpecah. Ada banyak hal dalam pikiran kita dalam satu waktu, bahkan kita bisa berpikir sebanyak lima, enam, tujuh, atau lebih dalam saat bersamaan. Jadi keadaan Beta adalah kaedaan yang kuat sekali, keadaan pada saat kita terjaga dan pada saat perhatian kita terbagi. Keadaan ini sangat logis, analitis, dan dapat melakukan banyak hal. Kondisi Beta yang kita alami sehari-hari dalam keadaan penuh kesadaran disaat kita mengendarai sepeda motor, dengan penuh pemikiran mulai dari konsentrasi keseimbangan mengemudi, simpangan jalan, menyebrang jalan, penyebrang jalan, hingga hendak menyalip kendaraan dalam waktu yang hampir bersamaan. Merupakan keadaan dimana stress terus bertambah banyak akibat banyaknya beban pikiran dalam waktu bersamaan&lt;br /&gt;THETA: Keadaan dengan kekuatan gelombang antara 3.5 hingga 7 Hz adalah suatu keadaan disaat pikiran jadi inspiratif dan kreatif. Kondisi ini, kreatifitas sebenarnya bisa muncul dan juga sering disebut kondisi sugestif yang tinggi serta kondisi penyembuhan yang kuat dan seseorang masuk dalam mimpi. Terjadinya gerakan mata cepat atau Rapid Eye Movement (REM) saat mata terpejam menunjukan bahwa seseorang sedang bermimpi dalam kondisi Theta. Kondisi Theta inilah banyak tercipta karya-karya besar serta penemuan-penemuan yang mengagumkan dari para tokoh ternama. Banyak dunia kedokteran menyarankan pasiennya untuk masuk dalam keadaan Theta yang sangat sugestif dan sangat manjur dalam penyembuhan diri sendiri. Penyembuhan yang demikian oleh dunia kedokteran dinamakan Spontaneous Remission atau penyembuhan tanpa alasan yang jelas secara ilmiah. Penyembuhan semacam ini banyak dilakukan dalam praktek penyembuhan alternative, dan dinia kedokteran serta para ilmuwan mulai tertarik dengan cara tersebut. Ada sejumlah riset yang sedang berlangsung mengenai penemuan fakta-fakta alam dalam kaitannya dengan proses penyembuhan yang disebut Spontaneous Remission. Keadaan gelombang Theta yang sangat sugestif merupakan keadaan di saat kita sedang meditasi. Pada saat kita berada pada kondisi Theta, pikiran menjadi sangat jernih, tubuh kita tidak merasakan apapun. Dengan melatih diri pada kondisi Theta selama 2 jam setiap pagi rasanya jauh lebih enak daripada tidur. Bahwa para Yoga pergi ke gunung-gunung atau goa-goa yang sunyi untuk bermeditasi selama seharian penuh bisa berada dalam kondisi Theta yang luar biasa itu&lt;br /&gt;DELTA: Suatu aktivitas otak dengan frekuensi gelombang sangat rendah antara 0.5 hingga 4 putaran atau siklus per detik yang dinyatakan dalam satuan Hz. Suatu keadaan disaat kita sedang tidur nyenyak tanpa mimpi. Keadaan inilah terjadi proses peremajaan sel serta penyembuhan di saat kita sakit. Ketika sedang sakit, keadaan Delta harus lebih banyak karena tubuh berusaha menyembuhkan diri sendiri. Orang dewasa perlu istirahat selama 8 jam sehari, namun kita bisa melakukan tidur lebih singkat dalam sehari, namun bukan berarti 8 jam waktu tidur kita dalam sehari. Sebenarnya kita bisa melakukan tidur yang lebih singkat dalam sehari dengan menempatkan diri pada keadaan istirahat Alpha ataupun Theta. Seseorang dikatakan dalam keadaan koma jika gelombang otaknya sekitar 0.5 Hz dan baru dikatakan mati secara klinis kalau frekuensinya mencapai nol.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (QS Az Zumar : 42)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-8695898202302480834?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/8695898202302480834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/apa-itu-gelombang-alpha-beta-theta-dan.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/8695898202302480834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/8695898202302480834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/apa-itu-gelombang-alpha-beta-theta-dan.html' title='Apa itu Gelombang Alpha, Beta, Theta dan Delta'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-3162335138466966033</id><published>2008-09-22T17:01:00.005+07:00</published><updated>2008-09-25T14:43:28.986+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi Islam'/><title type='text'>Terapi Penyakit dan Stress dengan Suara Air</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Berkaitan dengan postingan yang berjudul "&lt;a href="http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/frekuensi-suara-air-sebagai-bukti-bahwa.html" target="_blank"&gt;Frekuensi Suara Air sebagai bukti bahwa alam semesta berdzikir&lt;/a&gt;", dalam postingan kali ini saya ingin berbagi sedikit pengalaman dengan terapi suara air tersebut.&lt;br /&gt;Suara air yang bisa didownload di &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2198863/suaraair.mp3.html" target="_blank"&gt;sini&lt;/a&gt; adalah rekaman suara gemericik air yang direkam jam setengah empat pagi. Suara air tersebut juga ditemani suara serangga malam yang tidak lelah-lelahnya berdzikir menyebut nama Allah. Kegunaan suara air tersebut adalah untuk menghilangkan stress sehabis bekerja, juga untuk membantu menghilangkan kelelahan dan juga bisa membantu menyembuhkan beberapa jenis penyakit. Agar suara air tsb dapat bekerja optimal maka gunakan earphone atau headphone agar suara tidak terdistorsi oleh suara-suara lain. Nikmati suaranya dengan rilek sambil narik nafas dalam-dalam dan usahakan pikiran kita membayangkan tempat yang menurut kita nyaman (jangan lupa hati kita juga senantiasa mengingat Allah). Kolaborasi suara air yang merupakan frekuensi alpha dapat beresonansi dengan frekuensi otak kita sehingga secara perlahan-lahan frekuensi otak kita akan turun dan badan menjadi lebih rileks dan bahkan bisa membuat mata kita ngantuk (jadi enak tidur buat yang susah tidur) sehingga stress dan rasa lelah pun bisa berkurang dan badan menjadi segar kembali.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan suara air yang saya rekam malam-malam itu dapat berguna buat kita semua. Oh ya saya rekomen juga untuk digunakan buat orang tua, atau saudara-saudara kita yang mengalami penyakit menahun atau stress karena tekanan hidup yang berat. Mudah-mudahan dengan izin Allah penyakitnya bisa sembuh. Amiin&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-3162335138466966033?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/3162335138466966033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/terapi-penyakit-dan-stress-dengan-suara.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/3162335138466966033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/3162335138466966033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/terapi-penyakit-dan-stress-dengan-suara.html' title='Terapi Penyakit dan Stress dengan Suara Air'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-881012170075223439</id><published>2008-09-22T16:50:00.004+07:00</published><updated>2008-09-23T06:44:44.800+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi Islam'/><title type='text'>Return on Investment (ROI) untuk Investasi Akhirat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal&lt;/em&gt;(&lt;em&gt;nya&lt;/em&gt;). (QS. An Naazi'aat : 34-41)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari ayat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kriteria orang yang akan menjadi ahli neraka adalah mereka yang melampaui batas sedangkan kriteria orang yang akan menjadi ahli surga adalah orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Oleh karena itu saudara-saudaraku yang mengaku beriman kepada Allah maka di sini saya mengajak untuk bermuhasabah, berhitung-hitung tentang apa saja yang sudah kita lakukan selama ini, apakah kita termasuk orang yang melampuai batas seperti Firaun yang mengaku dirinya sebagai Tuhan atau tanpa kita sadari kita sudah merasa sebagai Tuhan karena menganggap segala sesuatu terjadi hanya karena kepintaran atau kecerdasan kita dan melupakan bahwa semua itu hanya bisa terjadi hanya jika Allah mengizinkannya terjadi. Atau kita termasuk orang yang tidak suka melihat orang lain berbuat kebaikan dan tentu saja kita sendiri pasti enggan melakukan kebaikan itu, na'udzubillah summa na'udzubillah semoga kita terhindar dari sifat seperti itu.&lt;br /&gt;Atau kita mulai menjadi manusia yang lebih mementingkan kehidupan dunia. dzikir sehari-hari kita bukan subhaanallah atau laailaha illallah tapi duit...duiiiiit dan duiiiiit. Agama kita tidak melarang untuk mencari harta sebanyak-banyaknya, karena orang yang kaya kalo dilandasi dengan iman pasti makin banyak amalnya, bisa sadaqah tiap hari, bisa menyantuni anak yatim, bisa naik haji, bisa bangun mesjid di mana-mana, dan masih banyak lagi keutamaan yang bisa diraih kalo kita banyak duit.&lt;br /&gt;Tapi, masalahnya kita sering lepas kendali. Keinginan untuk mencukupi semua kebutuhan sering kali melalaikan kita dari Allah, misalnya menunda-nunda shalat karena pekerjaan yang lagi tanggung, atau lebih parah kalo sudah meningglkan shalat karena urusan dunia. Jangan pula kita termasuk orang yang rajin menabung atau investasi untuk masa depan dunia tapi tabungan dan investasi untuk akhirat kita sangat minim, yakinlah bahwa investasi dunia itu bisa menghasilkan return tapi bisa juga tidak, tapi investasi akhirat sudah pasti berhasil. Return on Investment Akhirat pasti kembali dengan rate 10 kali lipat sampai dengan 100 kali lipat bahkan 700 kali lipat kalo di bulan puasa. Balasan itu pasti kita terima baik di dunia maupun di akhirat.&lt;br /&gt;Untuk return di akhirat, mungkin itu memang membutuhkan keyakinan yang kuat karena kita baru bisa merasakannya kalo kita sudah menghadap ke hadirat-Nya. Tapi, kalo return di dunia sebenarnya bisa dilihat secara kasat mata kalo kita mau memikirkannya. Kadang kebaikan itu langsung dibalas oleh Allah kontan berupa rupiah yang jumlahnya bisa 10 kali lipat (baca testimoni di &lt;a href="http://www.wisatahati.com/"&gt;www.wisatahati.com&lt;/a&gt;). Ada pula yang tidak mendapatkan balasan dengan hal serupa (&lt;em&gt;cashback&lt;/em&gt;) tapi dengan hal lain misalnya jarang sakit atau bahkan sembuh dari penyakit berat yang kalo kita berobat bisa menghabiskan banyak duit atau ketika istri kita melahirkan, dengan izin Allah anak kita lahir normal sehingga kita gak perlu keluar biaya besar untuk operasi cesar dan masih banyak lagi bentuk &lt;em&gt;passive income&lt;/em&gt; yang merupakan balasan Allah kepada orang yang menafkahkan rezekinya di jalan Allah.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, janganlah kita terlalu banyak menimbang-nimbang jika ada kesempatan investasi akhirat, segera eksekusi semampu kita dan tentunya dengan niat yang ikhlas semata-mata karena Allah swt karena amalan seperti itu adalah andalan kita untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan bersamaan dengan itu semoga kita berhak mendapatkan surga yang keindahannya tidak pernah dapat kita bayangkan dan tidak dapat diperbandingkan dengan tempat terindah manapun di jagat raya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-881012170075223439?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/881012170075223439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/return-on-investment-roi-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/881012170075223439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/881012170075223439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/return-on-investment-roi-untuk.html' title='Return on Investment (ROI) untuk Investasi Akhirat'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-752511747511646818</id><published>2008-09-19T14:05:00.007+07:00</published><updated>2008-09-19T23:40:45.413+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi Islam'/><title type='text'>Frekuensi Suara Air sebagai bukti bahwa alam semesta berdzikir (free download suara air)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebagaimana kita ketahui bahwa rekreasi menikmati pemandangan dan mendengarkan gemericik air sungai dapat membantu meredakan stress. Dengan menikmati bunyi-bunyian alam seperti &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2198863/suaraair.mp3.html" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;suara air&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, frekuensi gelombang otak kita akan turun sehingga syaraf-syaraf yang tegang pun ikut mengendur. Ketika kita sudah dewasa, sarana seperti itu menjadi diperlukan padahal waktu anak-anak, kita sangat mudah menghilangkan stress dalam seketika setelah mengalami kejadian yang membuat kita menangis seperti bertengkar dengan teman atau habis dimarahi orang tua. Hal tersebut berkaitan dengan gelombang otak yang disebut dengan gelombang alpha.&lt;br /&gt;Ketika kita masih anak-anak, kita memiliki kemampuan spesifik yaitu mudah menyetel gelombang otaknya memasuki frekuensi alpha-theta. Frekuensi alpha-theta ini normalnya kita alami ketika sedang rileks, melamun dan berimajinasi. Berbeda dengan kondisi beta yang dominan ketika kita dalam kondisi sadar sepenuhnya dan lebih banyak menggunakan akal pikiran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memasuki frekuensi alpha-theta itu sebenarnya merupakan keterampilan manusia yang alami. Namun, ketika mulai sekolah, kita dikondisikan menyetel gelombang otak yang dominan beta. Jadi, begitu menjadi orang dewasa, ketrampilan memasuki kondisi alpha-theta itu hilang.&lt;br /&gt;Tuntutan kehidupan saat ini membuat pikiran orang terfokus untuk bekerja keras demi tuntutan materi dan kehidupan yang konsumtif meskipun terpaksa mengurangi waktu tidur dan istirahat. Padahal saat tidur manusia seharusnya merasakan keempat frekuensi. Dari frekuensi beta di mana kita dalam kesadaran penuh, gelombang otak turun ke alpha ketika kedua mata tertutup, lalu masuk ke theta, dan akhirnya ke delta saat kita tertidur pulas tanpa mimpi. Karena waktu tidur kurang, maka kita cenderung kurang mengalami kondisi alpha-theta, akibatnya kita makin mudah stres.&lt;br /&gt;Alpha-Theta, membuat tenang, bahagia dan kreatif. Kemampuan untuk secara temporer mengubah kesadaran diri satu frekuensi ke frekuensi yang lain adalah keterampilan yang sangat penting, karena efeknya akan membantu menyeimbangkan otak, hati, dan jiwa. Keterampilan itu membuat seseorang menjadi pandai membaca situasi dan pandai menempatkan diri dalam suasana apapun sehingga seolah-olah selalu berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Tentunya hal itu sangat penting untuk mendaki tangga kesuksesan dan mencapai kebahagiaan.&lt;br /&gt;Ketika masalah berdatangan dan mulai merasa stres, itulah saat yang tepat untuk mulai rileks,menurunkan vibrasi otak dan memasuki frekuensi alpha-theta. Begitu juga ketika pekerjaan kita membutuhkan pikiran-pikiran kreatif. Memasuki kedua frekuensi itu akan membantu memunculkan inspirasi yang kita butuhkan.&lt;br /&gt;Menarik lagi, kedua frekuensi tersebut juga merupakan pintu gerbang menuju pikiran bawah sadar yang dibutuhkan untuk melakukan self hypnosis, mendapatkan intuisi dan melakukan penyembuhan. Masalahnya bagaimana caranya memasuki frekuensi alpha-theta dengan cepat?&lt;br /&gt;Sebenarnya usaha untuk memasuki level alpha-theta secara sadar telah dilakukan orang sejak lama, yaitu dengan kebiasaan berdzikir yang membuat doa makin khusyuk, latihan-latihan meditasi, yoga, atau taichi.&lt;br /&gt;Latihan-latihan itu bisa sangat membantu meningkatkan kemampuan kita untuk mengubah kesadaran otak. Para penyembuh yang menggunakan energi dan tenaga dalam, karena tuntutan pekerjaannya umumnya telah menuai keterampilan ini secara otomatis.&lt;br /&gt;Selain cara-cara tersebut, otak juga bisa dilatih dengan teknologi audio yang salah satu caranya adalah mendengarkan suara yang monoton berulang-ulang seperti bunyi gemericik air (download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2198863/suaraair.mp3.html" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;di sini&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;). Bunyi-bunyi seperti itu disebut dengan frekuensi alpha yang apabila didengarkan (sebaiknya menggunakan earphone atau headphone agar fokus dan tidak terdistorsi suara lain dilakukan dengan posisi yang rileks, bisa duduk atau lebih baik sambil berbaring dan menarif nafas dalam-dalam) dapat beresonansi dengan gelombang otak dan membuat gelombang otak turun ke frekuensi alpha yang membuat tubuh dan fikiran lebih rileks sehingga dapat membantu mengurangi stress, kelelahan dan bahkan dapat membantu penyembuhan berbagai jenis penyakit seperti jantung, darah tinggi, maag, diabetes dsb. Hal tersebut karena pada saat otak kita berada pada frekuensi alpha maka terjadi peremajaan sel-sel dalam tubuh kita.&lt;br /&gt;Dalam islam keadaan tersebut diperoleh manusia pada saat ia shalat dalam keadaan khusyuk dan keadaan tersebut lebih mudah didapatkan waktu melaksanakan shalat malam karena pada saat shalat malam yang hening, frekuensi alam tidak terdistorsi oleh gelombang-gelombang lain yang dapat mengacaukan frekuensi otak.&lt;br /&gt;Demikianlah bukti bahwa alam semesta selalu berdzikir kepada Allah yaitu frekuensi yang dihasilkan oleh suara alam sama dengan frekuensi otak manusia ketika berdzikir dengan khusyuk walaupun manusia tidak tahu bagaimana dzikirnya alam semesta tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana&lt;/em&gt;. (QS. Al Jumu'ah : 1) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun&lt;/em&gt;. (QS. Al Israa':44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-752511747511646818?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/752511747511646818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/frekuensi-suara-air-sebagai-bukti-bahwa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/752511747511646818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/752511747511646818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/frekuensi-suara-air-sebagai-bukti-bahwa.html' title='Frekuensi Suara Air sebagai bukti bahwa alam semesta berdzikir (free download suara air)'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-5021642291302496858</id><published>2008-09-18T08:37:00.004+07:00</published><updated>2008-09-19T23:38:32.993+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Lagu Opick'/><title type='text'>Kumpulan Lagu Opick - free download</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;ini adalah kumpulan lagu Opick dari Album "Istigfar" dan "Semesta Bertasbih" dalam format MP3. Saya titipkan filenya di blog ini sekalian berbagi barangkali masih ada yang butuh walaupun albumnya sudah lama.&lt;br /&gt;Album Istigfar :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2188640/01AstaghfirullahIstighfar.mp3.html" target="_blank"&gt;Astagfirullah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2188642/02AlhamdulillahFeatAMANDA.mp3.html" target="_blank"&gt;Alhamdulillah Feat Amanda&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2188639/03KesaksianDiri.mp3.html" target="_blank"&gt;Kesaksian Diri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2188641/04YaRabbanafeatUstd.JEFRI.mp3.html" target="_blank"&gt;Ya Rabbana feat Ustd. Jefri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2188638/05ALLAHMAHABESAR.mp3.html" target="_blank"&gt;Allah Maha Besar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2188813/06ShalawatNabi.mp3.html" target="_blank"&gt;Shalawat Nabi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2188815/07KembaliPadaALLAH.mp3.html" target="_blank"&gt;Kembali Pada Allah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2188812/08CukupBagikuFeatGITOROLLIES.mp3.html" target="_blank"&gt;Cukup Bagiku Allah feat Gito Rollies&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2188814/09BilaWaktuTlahBerakhir.mp3.html" target="_blank"&gt;Bila Waktu Tlah Berakhir&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2188811/10TomboAti.mp3.html" target="_blank"&gt;Tombo Ati&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album Semesta Bertasbih :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2189539/01Taqwa.mp3.html" target="_blank"&gt;Taqwa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2189543/02Irhamna.mp3.html" target="_blank"&gt;Irhamna&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2189540/03TakdirFeatMellyGoeslow.mp3.html" target="_blank"&gt;Takdir feat Melly Goeslow&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2189541/04TeranglahHatifeatPandawaLima.mp3.html" target="_blank"&gt;Teranglah Hati feat Pandawa Lima&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2189542/0525Nabi.mp3.html" target="_blank"&gt;25 Nabi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2195127/06SemestaBertasbih.mp3.html" target="_blank"&gt;Semesta Bertasbih&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2195124/07Bismillah.mp3.html" target="_blank"&gt;Bismillah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2195125/08SatuRindufeatAmanda.mp3.html" target="_blank"&gt;Satu Rindu feat Amanda&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2195123/09BukaMataBukaHati.mp3.html" target="_blank"&gt;Buka Mata Buka Hati&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2195126/10YaRasulfeatWafiqAzizah.mp3.html" target="_blank"&gt;Ya Rasul feat Wafiq Azizah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-5021642291302496858?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/5021642291302496858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/kumpulan-lagu-opick.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/5021642291302496858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/5021642291302496858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/kumpulan-lagu-opick.html' title='Kumpulan Lagu Opick - free download'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-1439487314235097271</id><published>2008-09-16T08:23:00.001+07:00</published><updated>2008-09-16T15:02:51.131+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintahan'/><title type='text'>Tragedi Pasuruan, "Red Allert" Akan Pentingnya Akuntabilitas dan Profesionalitas BAZIS</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Hari ini ramai-ramai media massa memberitakan mengenai kerusuhan yang terjadi di Pasuruan Jawa timur terakit dengan pemberian zakat di rumah seorang pengusaha bernama H Syaikon yang menyebabkan 21 orang tewas dan belasan orang luka-luka. Sejumlah kalangan termasuk Menteri Agama, Maftuh Basyuni menyesalkan kejadian tersebut dengan menyatakan kejadian ini tidak akan terjadi jika masyarakat mempercayakan pemberian zakat melalui lembaga amil zakat. Namun, jika tidak mempercayai amil zakat, disarankan membagikan zakat dengan menggunakan sistem kupon.&lt;br /&gt;Menurut data yang ada, kericuhan yang memakan korban tewas dalam pembagian sumbangan untuk warga miskin pada lima tahun terakhir tercatat terjadi enam kali. Sembilan orang tewas dalam beberapa peristiwa tersebut. Pembagian sumbangan yang paling banyak memakan korban terjadi di Pasarminggu, Jakarta, 7 November 2003. Ribuan warga saat itu datang untuk menerima sumbangan uang sebesar Rp 50 ribu. Empat orang tewas akibat terinjak-injak. Pembagian dana kompensasi BBM juga memakan korban dalam dua kali peristiwa pada 2005 (MetroTVNews.com)&lt;br /&gt;Untuk mengatasi masalah itu, &lt;span class="fullpost"&gt;Menteri Agama Maftuh Basyuni berjanji akan memerintahkan kepala kanwil untuk mensosialisasikan peran amil zakat. "Di samping itu kita juga meminta pada badan amil zakat agar mereka bisa juga membuktikan bahwa dirinya bisa dipercaya," ujarnya dalam sebuah jumpa pers. Dijelaskannya pula, kenapa masyarakat cenderung untuk tidak percaya pada beberapa badan amil zakat padahal berdasarkan laporan Baznas yang diperolehnya, saat ini badan amil sudah mengalami banyak kemajuan.&lt;br /&gt;Dalam urusan zakat, pemerintah telah mengeluarkan UU Zakat No. 38 Tahun 1999 dan Keputusan Dirjen Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor D/291 Tahun 2000, tentang pedoman teknis pengelolaan zakat, serta diikuti dengan terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 373 Tahun 2003 tentang pelaksanaan UU Zakat No. 38.&lt;br /&gt;Tapi masalahnya bukan hanya di situ saja, banyak faktor yang dapat memicu pemberian zakat secara langsung yaitu seperti yang diungkapkan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin, bahwa saat ini banyak orang kaya yang hanya ingin pamer atau riya dengan mengundang para mustahiq ke rumahnya untuk dibagikan uang. Itu bagi orang yang niatnya tidak lurus. Bagi yang punya niat lurus saja pemberian zakat infaq dan shadaqah melalui BAZIS kadang meragukan karena masyarakat yang berstatus muzakki maupun mustahiq sama-sama tidak pernah tahu secara pasti berapa dana yang terkumpul dan digunakan untuk apa saja dana tersebut. Kalaupun ada laporan, informasi yang disajikan belum terjamin keakuratannya karena tidak ada jaminan dari suatu lembaga audit yang independen yang dapat memberikan keyakinan secara memadai bahwa informasi yang disajikan bebas dari salah saji yang material.&lt;br /&gt;Menurut Ketua Umum Badan Zakat Nasional (Baznas) Didin Hafidhudin, sesuai petunjuk Al-Quran di surat At Taubah ayat 60 dan 103 dan beberapa hadits nabi disebutkan, zakat seharusnya disalurkan melalui amil zakat yang amanah dan profesional.&lt;br /&gt;Oleh Karena itu perlu kiranya Departemen Agama sebagai institusi yang bertanggung jawab atas masalah ini berinisiatif untuk membuat aturan mengenai akuntabilitas dan profesionalitas Badan Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah. Seluruh BAZIS yang ada harus terpantau mulai dari pendiriannya sampai dengan kegiatan operasinya. Aturan itu juga harus menyinggung tentang aturan administrasi penerimaan dan penyaluran dana yang kemudian disosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat mengetahuinya. Sebagai contoh, masyarakat dilarang menyalurkan zakat apabila tanda terima yang digunakan oleh BAZIS tidak bernomor urut tercetak. Demikian juga dalam hal penyaluran, pemberian dana harus dilakukan dengan tanda terima bernomor urut tercetak.&lt;br /&gt;Selain itu dalam penyebaran zakat, daerah operasi BAZIS harus diatur berdasarkan wilayahnya karena tiap-tiap daerah mempunyai orang kaya dan orang miskin. Dengan pengaturan wilayah operasi BAZIS diharapkan penyebaran zakat, infaq dan shadaqah dilakukan di wilayahnya masing-masing. Bila di satu wilayah merasa kelebihan baru bisa memberikan ke wilayah lain. Sehingga penyalurannya bisa tertib dan kemanfaatannya jadi jelas.&lt;br /&gt;Untuk menjamin bahwa dana yang terkumpul dikelola sesuai dengan syariat, maka kiranya Departemen Agama harus memiliki perangkat yang dapat melaksanakan amanah tersebut. Perangkat tersebut dapat dilaksanakan oleh Depag sendiri dengan menerjunkan aparat pada Ditjen Bimas Islam atau dilaksanakan secara &lt;em&gt;outsourcing&lt;/em&gt; dengan cara menyewa kantor akuntan publik untuk melakukan audit atas pengelolaan dana Zakat Infaq dan Shadaqah yang ada pada BAZIS.&lt;br /&gt;Hasil audit yang dilakukan kemudian dikomunikasikan kepada masyarakat secara terbuka di media massa. Upaya tersebut dibarengi dengan pembinaan kepada masyarakat agar selalu menggunakan BAZIS dalam menyalurkan hartanya kepada fakir miskin. Dengan demikian, secara perlahan akan tumbuh kepercayaan masyarakat kepada BAZIS dan tragedi yang selama ini terjadi dapat dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-1439487314235097271?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/1439487314235097271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/tragedi-pasuruan-red-allet-akan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/1439487314235097271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/1439487314235097271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/tragedi-pasuruan-red-allet-akan.html' title='Tragedi Pasuruan, &quot;&lt;em&gt;Red Allert&lt;/em&gt;&quot; Akan Pentingnya Akuntabilitas dan Profesionalitas BAZIS'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-1005004102070733682</id><published>2008-09-15T11:07:00.005+07:00</published><updated>2008-10-17T15:47:11.176+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Free e-book'/><title type='text'>Free Download Artikel Islam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ini adalah kumpulan artikel-artikel Islam yang dikumpulkan dari berbagai situs internet. Hak Cipta berada pada pemiliknya. Saya hanya ikut menyebarkan agar artikel-artikel ini bisa dibaca para pengunjung blog ini. Jika ada yang keberatan dengan pemuatan artikel-artikel di bawah ini silahkan tinggalkan pesan di blog ini. Terima kasih. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang ingin tahu strategi iblis dalam menggoda manusia silahkan download artikel di &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2169928/DialogNabiSAWdgnIblis.pdf.html" target="_blank"&gt;Dialog Nabi saw Dengan Iblis&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anda ingin tahu bagaimana hukumnya suami dan isteri mandi bersama, simak penjelasannya di &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2169927/HukumMandiBersamaSuamiIsteri.pps.html" target="_blank"&gt;Hukum Mandi Bersama Suami Isteri&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ujian selalu datang dalam kehidupan bagai ombak lautan yang tak pernah bosan menerpa karang. Kenapa manusia mendapat ujian dari Allah, baca di &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2169926/KenapaAkudiUji.pps.html" target="_blank"&gt;Kenapa aku di uji&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Rasulullah saw beribadah di bulan suci Ramadhan dan apa saja keutamaannya, simak di &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2169925/sifat-puasa-nabi.pdf.html" target="_blank"&gt;Sifat Puasa Nabi saw&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2172360/NasehatRasulullahmenyambutBulanRamadhan.PPS.html" target="_blank"&gt;Nasehat Rasulullah Menyambut Bulan Ramadhan&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ingin mengenal Rasulullah saw dengan mengetahui keseharian Rasulullah saw agar semakin lekat cinta kita kepadanya. Simak penuturannya di &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2169924/SeharidiKediamanRasulullah.doc.html" target="_blank"&gt;Sehari di Kediaman Rasulullah&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2172362/sifat-rasulullah-1.pps.html" target="_blank"&gt;Sifat Rasulullah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin. Ketakwaan akan mendekatkan kita pada kemudahan rizki. Apa saja kuncinya ? baca artikelnya di &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2146138/MafatihurRizqKunci-kunciRizki.doc.html" target="_blank"&gt;Mafatihur Rizq (Kunci-Kunci Rizki)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Amalan-amalan apa saja yang dapat menjadi ladang pahala dan penghapus dosa yang telah kita kerjakan, ketahui tipsnya di &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2146137/Pintu2PahalaPenghapusDosa.doc.html" target="_blank"&gt;Pintu-Pintu Pahala dan Penghapus Dosa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mau menghitung zakat maal anda? gunakan software sederhana ini : &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2144580/kalkulator_zakat.zip.html" target="_blank"&gt;Kalkulator Zakat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mau tahu ilmu fiqih yang dilandasi hadits-hadits shahih. Miliki kitab ini : &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2144393/BulughulmaramI.PDF.html" target="_blank"&gt;Bulughul Maram&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Inilah penjelasan shahih Bukhari yang sangat bermanfaat untuk anda memahami hadits-hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari : &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2144359/fathulbaari-1.pdf.html" target="_blank"&gt;Fathul Baari Jilid 1&lt;/a&gt; ; &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2144357/fathulbaari-2.pdf.html" target="_blank"&gt;Fathul Baari Jilid 2&lt;/a&gt; ; &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2144358/fathulbari-3.pdf.html" target="_blank"&gt;Fathul Baari Jilid 3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Buku karangan DR Aidh Al Qarni yang menggemparkan yang dapat menjadi bacaan anda setiap hari, sangat menyentuh dan menguatkan jiwa dalam menghadapi berbagai cobaan. Dapatkan e-book-nya di &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2144276/latahzan.pdf.html" target="_blank"&gt;e-book La Tahzan&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tafsir Al Azhar untuk beberapa surat dapat anda baca di &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2172358/tafsir_al-azhar.zip.html" target="_blank"&gt;Tafsir Al-Azhar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Shalat merupakan ibadah yang paling utama, mengapa? jawabannya ada di &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2172361/Keutamaanshalat.pps.html" target="_blank"&gt;Keutamaan Shalat&lt;/a&gt; dan salah satu waktu shalat yang disaksikan oleh dua malaikat adalah shalat subuh, simak rahasianya di &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2172359/rahasia-sholat-subuh.pps.html" target="_blank"&gt;Rahasia Shalat Subuh&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tak ketinggalan juga informasi penting tentang hadits-hadits yang populer di masyarakat namun sebenarnya lemah (dlaif) atau bahakan palsu dapat anda baca di &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2421485/hadis_populer_dlaif.rtf.html" target="_blank"&gt;Hadits Populer Dlaif&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada juga bacaan mengenai bahaya zina di &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2421624/JANGANDEKATIZINA.doc.html" target="_blank"&gt;Jangan Dekati Zina&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ingin punya keluarga yang sakinah, ini bacaannya : &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2421924/40NasehatMemperbaikiRumahTangga.doc.html" target="_blank"&gt;Nasehat Memperbaiki Rumah Tangga&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin, baca juga kiat-kiat dalam agama yang mulia ini untuk kehidupan pribadi dan masyarakat di &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2421925/BimbinganIslamUntukPribadidanmasyarakat.doc.html" target="_blank"&gt;Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Masyarakat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-1005004102070733682?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/1005004102070733682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/free-download-artikel-islam.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/1005004102070733682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/1005004102070733682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/free-download-artikel-islam.html' title='Free Download Artikel Islam'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-1632702606950371462</id><published>2008-09-12T13:11:00.000+07:00</published><updated>2008-09-12T13:13:39.749+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>La Tahzan - Qadha' dan Qadar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh DR. Aidh al-Qarni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{&lt;em&gt;Tiada suatu bencana yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan dia telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya&lt;/em&gt;.} (QS. Al-Hadid: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinta pena telah mengering, lembaran-lembaran catatan ketentuan telah disimpan, setiap perkara telah diputuskan dan takdir telah ditetapkan. Maka,&lt;br /&gt;{&lt;em&gt;Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami&lt;/em&gt;."} (QS. At-Taubah: 51)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat Anda benar, maka tak akan membuat Anda salah. Sebaliknya, apa yang membuat Anda salah, maka tidak akan membuat Anda benar. Jika keyakinan tersebut tertanam kuat pada jiwa Anda dan kukuh bersemayam dalam hati Anda, maka setiap bencana akan menjadi karunia, setiap ujian menjadi anugerah, dan setiap peristiwa menjadi penghargaan dan pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Barangsiapa yang oleh Allah dikehendaki menjadi baik maka ia akan diuji oleh-Nya&lt;/em&gt;." (Al Hadits)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, jangan pernah merasa gundah dan bersedih dikarenakan suatu penyakit, kematian yang semakin dekat, kerugian harta, atau rumah terbakar. Betapapun, sesungguhnya Sang Maha Pencipta telah menentukan segala sesuatunya dan takdir telah bicara. Usaha dan upaya dapat sedemikian rupa, tetapi hak untuk menentukan tetap mutlak milik Allah.&lt;br /&gt;Pahala telah tercapai, dan dosa sudah terhapus. Maka, berbahagialah orang-orang yang tertimpa musibah atas kesabaran dan kerelaan mereka terhadap Yang Maha Mengambil, Maha Pemberi, Maha Mengekang lagi Maha Lapang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{&lt;em&gt;Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai&lt;/em&gt;.} (QS. Al-Anbiya: 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaraf-syaraf Anda akan tetap tegang, kegundahan jiwa Anda tak akan reda, dan kecemasan di dada Anda tak akan pernah sirna, sebelum Anda benar-benar beriman terhadap qadha' dan qadar.&lt;br /&gt;Tinta pena telah mengering bersamaan dengan semua hal yang akan Anda temui. Maka, jangan biarkan diri Anda larut kesedihan. Jangan mengira diri Anda sanggup melakukan segala upaya untuk menahan tembok yang akan runtuh, membendung air yang akan meluap, menahan angin agar tak bertiup, atau memelihara kaca agar tak pecah. Adalah tak benar bila semua itu dapat terjadi dengan paksaanku dan paksaanmu, karena apa yang telah digariskan akan terjadi. Setiap ketentuan akan berjalan dan semua keputusan akan terlaksana. Demikianlah "orang bebas memilih; boleh percaya dan tidak"&lt;br /&gt;Anda harus menyerahkan semua hal kepada takdir agar tak ditindas oleh bala tentara kebencian, penyesalan dan kebinasaan. Dan, percayalah dengan kebenaran qadha' sebelum Anda dilanda banjir penyesalan! Dengan begitu, jiwa Anda akan tetap tenang menjalani segala daya upaya dan cara yang memang harus ditempuh. Dan bila kemudian terjadi hal-hal yang tidak Anda inginkan, maka itu pun merupakan bagian dari ketentuan yang memang harus terjadi. Jangan pula pernah berandai, "&lt;em&gt;Seandainya saja aku melakukan seperti ini, niscaya akan begini dan begini jadinya&lt;/em&gt;." Tapi katakanlah, "&lt;em&gt;Allah telah menakdirkan, dan apa yang Dia kehendaki akan Dia lakukan&lt;/em&gt;." (Al-Hadits)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-1632702606950371462?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/1632702606950371462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/la-tahzan-qadha-dan-qadar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/1632702606950371462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/1632702606950371462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/la-tahzan-qadha-dan-qadar.html' title='La Tahzan - Qadha&apos; dan Qadar'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-6253206581883148000</id><published>2008-09-12T10:50:00.000+07:00</published><updated>2008-09-12T10:52:56.369+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>La tahzan - Jangan Latah!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh DR. Aidh al-Qarni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni, jangan mudah mengenakan dan meniru-meniru ciri kepribadian umat lain. Karena, itu akan menjadi petaka yang tak mudah reda bagimu. Orang-orang yang lupa dengan dirinya sendiri, suaranya, gerakan tubuhnya, ucapannya, kemampuannya, dan kondisinya sendiri, kebanyakan akan meniru-niru budaya bangsa lain. Dan itulah yang disebut dengan latah, mengada-ada, berpura-pura, dan membunuh paksa bentuk dan wujud dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Sejak zaman Nabi Adam hingga makhluk terakhir ciptaan Allah, tak pernah ada dua orang yang sama persis rupanya. Maka, mengapa masih ada orang-orang yang memaksa diri untuk menyamakan perilaku dan kepribadiannya dengan bangsa lain?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Anda merupakan sesuatu yang lain daripada yang lain. Tak ada seorang pun yang menyerupai Anda dalam catatan sejarah kehidupan ini. Belum pernah ada seorang pun yang diciptakan sama dengan Anda, dan tidak akan pernah ada orang yang akan serupa dengan Anda di kemudian hari. Anda sama sekali berbeda dari Zaid dan Amr. Karenanya, jangan memaksakan diri untuk berbuat latah dan meniru-niru kepribadian orang lain! Tetaplah berpijak dan berjalan pada kondisi dan karakter Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{&lt;em&gt;Sungguh, tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing)&lt;/em&gt;.} (QS. Al-Baqarah: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{&lt;em&gt;Dan, bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka, berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan&lt;/em&gt;.} (QS. Al-Baqarah: 148)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiduplah sebagaimana Anda diciptakan; jangan mengubah suara, menganti intonasinya, dan jangan pula merubah cara berjalan Anda! Tuntunlah diri Anda dengan wahyu Ilahi, tetapi juga jangan melupakan kondisi Anda dan membunuh kemerdekaan Anda sendiri.&lt;br /&gt;Anda memiliki corak dan warna tersendiri. Dan kami menginginkan agar Anda tetap seperti itu; dengan corak dan warna Anda sendiri. Sebab Anda memang diciptakan demikian adanya. Kami mengenal Anda seperti itu, maka jangan pernah latah dengan meniru-niru orang lain.&lt;br /&gt;Umat manusia — dengan pelbagai macam tabiat dan wataknya — seperti alam tumbuhan: ada yang manis dan asam, dan ada yang panjang dan pendek. Dan seperti itulah seharusnya umat manusia. Jika Anda seperti pisang, Anda tak perlu mengubah diri menjadi jambu, sebab harga dan keindahan Anda akan tampak jika Anda menjadi pisang.&lt;br /&gt;Begitulah, sesungguhnya perbedaan warna kulit, bahasa, dan kemampuan kita masing-masing merupakan tanda-tanda kebesaran Sang Maha Pencipta. Karena itu, jangan sekali-kali mengingkari tanda-tanda kebesaran-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-6253206581883148000?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/6253206581883148000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/la-tahzan-jangan-latah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/6253206581883148000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/6253206581883148000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/la-tahzan-jangan-latah.html' title='La tahzan - Jangan Latah!'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-8061287439316594753</id><published>2008-09-12T10:35:00.000+07:00</published><updated>2008-09-12T10:40:37.889+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>La Tahzan - Isi Waktu Luang Dengan Berbuat!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh DR. Aidh al-Qarni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang banyak menganggur dalam hidup ini, biasanya akan menjadi penebar isu dan desas desus yang tak bermanfaat. Itu karena akal pikiran mereka selalu melayang-layang tak tahu arah. Dan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{&lt;em&gt;Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang&lt;/em&gt;.} (QS. At-Taubah: 87)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat paling berbahaya bagi akal adalah manakala pemiliknya menganggur dan tak berbuat apa-apa. Orang seperti itu, ibarat mobil yang berjalan dengan kecepatan tinggi tanpa sopir, akan mudah oleng ke kanan dan ke kiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bila pada suatu hari Anda mendapatkan diri Anda menganggur tanpa kegiatan, bersiaplah untuk bersedih, gundah, dan cemas! Sebab, dalam keadaan kosong itulah pikiran Anda akan menerawang ke mana-mana; mulai dari mengingat kegelapan masa lalu, menyesali kesialan masa kini, hingga mencemaskan kelamnya masa depan yang belum tentu Anda alami. Dan itu, membuat akal pikiran Anda tak terkendali dan mudah lepas kontrol.&lt;br /&gt;Maka dari itu, saya nasehatkan kepada Anda dan diriku sendiri bahwa mengerjakan amalan-amalan yang bermanfaat adalah lebih baik daripada terlarut dalam kekosongan yang membinasakan. Singkatnya, membiarkan diri dalam kekosongan itu sama halnya dengan bunuh diri dan merusak tubuh dengan narkoba.&lt;br /&gt;Waktu kosong itu tak ubahnya dengan siksaan halus ala penjara Cina; meletakkan si narapidana di bawah pipa air yang hanya dapat meneteskan air satu tetes setiap menit selama bertahun-tahun. Dan dalam masa penantian yang panjang itulah, biasanya seorang napi akan menjadi stres dan gila.&lt;br /&gt;Berhenti dari kesibukan itu kelengahan, dan waktu kosong adalah pencuri yang culas. Adapun akal Anda, tak lain merupakan mangsa empuk yang siap dicabik-cabik oleh ganasnya terkaman kedua hal tadi; kelengahan dan si "pencuri".&lt;br /&gt;Karena itu bangkitlah sekarang juga. Kerjakan shalat, baca buku, bertasbih, mengkaji, menulis, merapikan meja kerja, merapikan kamar, atau berbuatlah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain untuk mengusir kekosongan itu! Ini, karena aku ingin mengingatkan Anda agar tidak berhenti sejenak pun dari melakukan sesuatu yang bermanfaat.&lt;br /&gt;Bunuhlah setiap waktu kosong dengan 'pisau' kesibukan! Dengan cara itu, dokter-dokter dunia akan berani menjamin bahwa Anda telah mencapai 50% dari kebahagiaan. Lihatlah para petani, nelayan, dan para kuli bangunan! Mereka dengan ceria mendendangkan lagu-lagu seperti burung-burung di alam bebas. Mereka tidak seperti Anda yang tidur di atas ranjang empuk, tetapi selalu gelisah dan menyeka air mata kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-8061287439316594753?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/8061287439316594753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/la-tahzan-isi-waktu-luang-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/8061287439316594753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/8061287439316594753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/la-tahzan-isi-waktu-luang-dengan.html' title='La Tahzan - Isi Waktu Luang Dengan Berbuat!'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-2744964597641387570</id><published>2008-09-12T10:27:00.000+07:00</published><updated>2008-09-12T10:29:44.927+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>La Tahzan - Berbuat Baik Terhadap Orang Lain, Melapangkan Dada</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh DR. Aidh al-Qarni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebajikan itu sebajik namanya, keramahan seramah wujudnya, dan kebaikan sebaik rasanya. Orang-orang yang pertama kali akan dapat merasakan manfaat dari semua itu adalah mereka yang melakukannya. Mereka akan merasakan "buah"nya seketika itu juga dalam jiwa, akhlak, dan nurani mereka. Sehingga, mereka pun selalu lapang dada, tenang, tenteram dan damai.&lt;br /&gt;Ketika diri Anda diliputi kesedihan dan kegundahan, berbuat baiklah terhadap sesama manusia, niscaya Anda akan mendapatkan ketentraman dan kedamaian hati. Sedekahilah orang yang papa, tolonglah orang-orang yang terzalimi, ringankan beban orang yang menderita, berilah makan orang yang kelaparan, jenguklah orang yang sakit, dan bantulah orang yang terkena musibah, niscaya Anda akan merasakan kebahagiaan dalam semua sisi kehidupan Anda!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perbuatan baik itu laksana wewangian yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi pemakainya, tetapi juga orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan manfaat psikologis dari kebajikan itu terasa seperti obat-obat manjur yang tersedia di apotik orang-orang yang berhati baik dan bersih.&lt;br /&gt;Menebar senyum manis kepada orang-orang yang "miskin akhlak" merupakan sedekah jariyah. Ini, tersirat dalam tuntunan akhlak yang berbunyi, "... &lt;em&gt;meski engkau hanya menemui saudaramu dengan wajah berseri&lt;/em&gt;." (Al-Hadits)&lt;br /&gt;Sedang kemuraman wajah merupakan tanda permusuhan sengit terhadap orang lain yang hanya diketahui terjadinya oleh Sang Maha Gaib.&lt;br /&gt;Seteguk air yang diberikan seorang pelacur kepada seekor anjing yang kehausan dapat membuahkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Ini merupakan bukti bahwa Sang Pemberi pahala adalah Dzat Yang Maha Pemaaf, Maha Baik dan sangat mencintai kebajikan, serta Maha Kaya lagi Maha Terpuji.&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang merasa terancam oleh himpitan kesengsaraan, kecemasan dan kegundahan hidup, kunjungilah taman-taman kebajikan, sibukkan diri kalian dengan memberi, mengunjungi, membantu, menolong, dan meringankan beban sesama. Dengan semua itu, niscaya kalian akan mendapatkan kebahagiaan dalam semua sisinya; rasa, warna, dan juga hakekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{&lt;em&gt;Padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya. Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Rabb-nya Yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan&lt;/em&gt;.} (QS. Al-Lail: 19-21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-2744964597641387570?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/2744964597641387570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/la-tahzan-berbuat-baik-terhadap-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/2744964597641387570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/2744964597641387570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/la-tahzan-berbuat-baik-terhadap-orang.html' title='La Tahzan - Berbuat Baik Terhadap Orang Lain, Melapangkan Dada'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-4465970984076070423</id><published>2008-09-12T10:20:00.000+07:00</published><updated>2008-09-12T10:32:57.858+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>La Tahzan - Jangan Mengharap "Terima Kasih" dari Seseorang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh DR. Aidh al-Qarni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menciptakan para setiap hamba agar selalu mengingat-Nya, dan Dia menganugerahkan rezeki kepada setiap makhluk ciptaan-Nya agar mereka bersyukur kepada-Nya. Namun, mereka justru banyak yang menyembah dan bersyukur kepada selain Dia.&lt;br /&gt;Tabiat untuk mengingkari, membangkang, dan meremehkan suatu kenikmatan adalah penyakit yang umum menimpa jiwa manusia. Karena itu, Anda tak perlu heran dan resah bila mendapatkan mereka mengingkari kebaikan yang pernah Anda berikan, mencampakkan budi baik yang telah Anda tunjukkan. Lupakan saja bakti yang telah Anda persembahkan.&lt;br /&gt;Bahkan, tak usah resah bila mereka sampai memusuhi Anda dengan sangat keji dan membenci Anda sampai mendarah daging, sebab semua itu mereka lakukan adalah justru karena Anda telah berbuat baik kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{&lt;em&gt;Dan, mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya) kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka&lt;/em&gt;.} (QS. At-Taubah: 74)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Coba Anda buka kembali catatan dunia tentang perjalanan hidup ini!&lt;br /&gt;Dalam salah satu babnya diceritakan: syahdan, seorang ayah telah memelihara anaknya dengan baik. la memberinya makan, pakaian dan minum, mendidikanya hingga menjadi orang pandai, rela tidak tidur demi anaknya, rela untuk tidak makan asal anaknya kenyang, dan bahkan, mau bersusah payah agar anaknya bahagia. Namun apa lacur, ketika sudah berkumis lebat dan kuat tulang-tulangnya, anak itu bagaikan anjing galak yang selalu menggonggong kepada orang tuanya. la tak hanya berani menghina, tetapi juga melecehkan, acuh tak acuh, congkak, dan durhaka terhadap orang tuanya. Dan semua itu, ia tunjukkan dengan perkataan dan juga tindakan.&lt;br /&gt;Karena itu, siapa saja yang kebaikannya diabaikan dan dilecehkan oleh orang-orang yang menyalahi fitrahnya, sudah seyogyanya menghadapi semua itu dengan kepala dingin. Dan, ketenangan seperti itu akan mendatangkan balasan pahala dari Dzat Yang perbendaharaan-Nya tidak pernah habis dan sirna.&lt;br /&gt;Ajakan ini bukan untuk menyuruh Anda meninggalkan kebaikan yang telah Anda lakukan selama ini, atau agar Anda sama sekali tidak berbuat baik kepada orang lain. Ajakan ini hanya ingin agar Anda tak goyah dan terpengaruh sedikitpun oleh kekejian dan pengingkaran mereka atas semua kebaikan yang telah Anda perbuat. Dan janganlah Anda pernah bersedih dengan apa saja yang mereka perbuat.&lt;br /&gt;Berbuatlah kebaikan hanya demi Allah semata, maka Anda akan menguasai keadaan, tak akan pernah terusik oleh kebencian mereka, dan tidak pernah merasa terancam oleh perlakuan keji mereka. Anda harus&lt;br /&gt;bersyukur kepada Allah karena dapat berbuat baik ketika orang-orang di sekitar Anda berbuat jahat. Dan, ketahuilah bahwa tangan di atas itu lebih baik dari tangan yang di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{&lt;em&gt;Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. Kami tidak mengharapkan balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih&lt;/em&gt;.} (QS. Al-Insan: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak orang berakal yang sering hilang kendali dan menjadi kacau pikirannya saat menghadapi kritikan atau cercaan pedas dari orang-orang sekitarnya. Terkesan, mereka seolah-olah belum pernah mendengar wahyu Ilahi yang menjelaskan dengan gamblang tentang perilaku golongan manusia yang selalu mengingkari Allah. Dalam wahyu itu dikatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{&lt;em&gt;Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan&lt;/em&gt;.} (QS. Yunus: 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tak perlu terkejut manakala menghadiahkan sebatang pena kepada orang bebal, lalu ia memakai pena itu untuk menulis cemoohan kepada Anda. Dan Anda tak usah kaget, bila orang yang Anda beri tongkat untuk menggiring domba gembalaannya justru memukulkan tongkat itu ke kepala Anda. Itu semua adalah watak dasar manusia yang selalu mengingkari dan tak pernah bersyukur kepada Penciptanya sendiri Yang Maha Agung nan Mulia. Begitulah, kepada Tuhannya saja mereka berani membangkang dan mengingkari, maka apalagi kepada saya dan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-4465970984076070423?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/4465970984076070423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/la-tahzan-jangan-mengharap-terima-kasih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/4465970984076070423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/4465970984076070423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/la-tahzan-jangan-mengharap-terima-kasih.html' title='La Tahzan - Jangan Mengharap &quot;Terima Kasih&quot; dari Seseorang'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-5327538704918958035</id><published>2008-09-12T10:15:00.000+07:00</published><updated>2008-09-12T10:19:48.782+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>La Tahzan - Cara Mudah Menghadapi Kritikan Pedas</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh DR. Aidh al-Qarni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Pencipta dan Pemberi rezeki Yang Maha Mulia, acapkali mendapat cacian dan cercaan dari orang-orang pandir yang tak berakal. Maka, apalagi saya, Anda dan kita sebagai manusia yang selalu terpeleset dan salah. Dalam hidup ini, terutama jika Anda seseorang yang selalu memberi, memperbaiki, mempengaruhi dan berusaha membangun, maka Anda akan selalu menjumpai kritikan-kritikan yang pedas dan pahit. Mungkin pula, sesekali Anda akan mendapat cemoohan dan hinaan dari orang lain.&lt;br /&gt;Dan mereka, tidak akan pernah diam mengkritik Anda sebelum Anda masuk ke dalam liang bumi, menaiki tangga ke langit, dan berpisah dengan mereka. Adapun bila Anda masih berada di tengah-tengah mereka, maka akan selalu ada perbuatan mereka yang membuat Anda bersedih dan meneteskan air mata, atau membuat tempat tidur Anda selalu terasa gerah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perlu diingat, orang yang duduk di atas tanah tak akan pernah jatuh, dan manusia tidak akan pernah menendang anjing yang sudah mati. Adapun mereka, marah dan kesal kepada Anda adalah karena mungkin Anda mengungguli mereka dalam hal kebaikan, keilmuan, tindak tanduk, atau harta. Jelasnya, Anda di mata mereka adalah orang berdosa yang tak terampuni sampai Anda melepaskan semua karunia dan nikmat Allah yang pada diri Anda, atau sampai Anda meninggalkan semua sifat terpuji dan nilai-nilai luhur yang selama ini Anda pegang teguh. Dan menjadi orang yang bodoh, pandir dan tolol adalah yang mereka inginkan dari diri Anda.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, waspadalah terhadap apa yang mereka katakan. Kuatkan jiwa untuk mendengar kritikan, cemoohan dan hinaan mereka. Bersikaplah laksana batu cadas; tetap kokoh berdiri meski diterpa butiran-butiran salju yang menderanya setiap saat, dan ia justru semakin kokoh karenanya. Artinya, jika Anda merasa terusik dan terpengaruh oleh kritikan atau cemoohan mereka, berarti Anda telah meluluskan keinginan mereka untuk mengotori dan mencemarkan kehidupan Anda. Padahal, yang terbaik adalah menjawab atau merespon kritikan mereka dengan menunjukkan akhlak yang baik. Acuhkan saja mereka, dan jangan pernah merasa tertekan oleh setiap upadaya mereka untuk menjatuhkan Anda. Sebab, kritikan mereka yang menyakitkan itu pada hakekatnya merupakan ungkapan penghormatan untuk Anda. Yakni, semakin tinggi derajat dan posisi yang Anda duduki, maka akan semakin pedas pula kritikan itu.&lt;br /&gt;Betapapun, Anda akan kesulitan membungkam mulut mereka dan menahan gerakan lidah mereka. Yang Anda mampu adalah hanya mengubur dalam-dalam setiap kritikan mereka, mengabaikan tingkah polah mereka pada Anda, dan cukup mengomentari setiap perkataan mereka sebagaimana yang diperintahkan Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{&lt;em&gt;Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu&lt;/em&gt;."} (QS. Ali 'Imran: 119)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Anda juga dapat 'menyumpal' mulut mereka dengan 'potongan-potongan daging' agar diam seribu bahasa dengan cara memperbanyak keutamaan, memperbaiki akhlak, dan meluruskan setiap kesalahan Anda. Dan bila Anda ingin diterima oleh semua pihak, dicintai semua orang, dan terhindar dari cela, berarti Anda telah menginginkan sesuatu yang mustahil terjadi dan mengangankan sesuatu yang terlalu jauh untuk diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-5327538704918958035?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/5327538704918958035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/la-tahzan-cara-mudah-menghadapi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/5327538704918958035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/5327538704918958035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/la-tahzan-cara-mudah-menghadapi.html' title='La Tahzan - Cara Mudah Menghadapi Kritikan Pedas'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-3939178323714455985</id><published>2008-09-04T13:47:00.000+07:00</published><updated>2008-09-04T13:50:44.238+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah dan hikmah'/><title type='text'>Ketika Iblis Membentangkan Sajadah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Siang menjelang dzuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu Jum'at, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah ada dalam Masjid. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk &amp;amp; masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap orang, Iblis juga masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap sajadah. "Hai, Blis!", panggil Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu. Iblis merasa terusik : "Kau kerjakan saja tugasmu, Kiai. Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang dalam Masjid ini!", jawab Iblis ketus.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci,Kalau kau mau ganggu, kau bisa diluar nanti!", Kiai mencoba mengusir.&lt;br /&gt;"Kiai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru". Kiai tercenung. "Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu". "Dengan apa?"&lt;br /&gt;"Dengan sajadah!"&lt;br /&gt;"Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, Blis?"&lt;br /&gt;"Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan besar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru,Blis?"&lt;br /&gt;"Bukan itu saja Kiai..."&lt;br /&gt;"Lalu?"&lt;br /&gt;"Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar"&lt;br /&gt;"Untuk apa?"&lt;br /&gt;"Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang Kau pimpin, Kiai! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya bisa ikut membentangkan sajadah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog Iblis dan Kiai sesaat terputus. Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah. Keduanya berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Sementara, satu lagi, sajadahnya lebih kecil. Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajadahnya, tanpa melihat kanan-kirinya. Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dulu datang. Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya masih melakukan sholat sunnah.&lt;br /&gt;"Nah, lihat itu Kiai!", Iblis memulai dialog lagi.&lt;br /&gt;"Yang mana?"&lt;br /&gt;"Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka punya sajadah yang berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis lenyap.&lt;br /&gt;Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf.&lt;br /&gt;Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunah. Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya. Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sembari bangun dari sujud, ia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya di atas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil kembali berada di bawahnya. Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil, melakukan hal serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu berjalan sampai akhir sholat. Bahkan, pada saat sholat wajib juga, kejadian-kejadian itu beberapa kali terihat di beberapa masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, ketimbang menerima di bawah. Di atas sajadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya. Siapa yang memiliki sajadah lebar, maka, ia akan meletakkan sajadahnya diatas sajadah yang kecil. Sajadah sudah dijadikan Iblis sebagai pembedaan kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik sajadah lebar, diindentikan sebagai para pemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain. Dan pemilik sajadah kecil, adalah kelas bawah yang setiap saat akan selalu menjadi sub-ordinat dari orang yang berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas sajadah, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain.&lt;br /&gt;"Astaghfirullahal adziiiim ", ujar sang Kiai pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.bengkelrohani.com/articles.php?lng=in&amp;amp;pg=279&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-3939178323714455985?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/3939178323714455985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/ketika-iblis-membentangkan-sajadah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/3939178323714455985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/3939178323714455985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/ketika-iblis-membentangkan-sajadah.html' title='Ketika Iblis Membentangkan Sajadah'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-4768748171302040616</id><published>2008-09-02T14:40:00.000+07:00</published><updated>2008-09-02T15:00:39.280+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Ramadhan'/><title type='text'>Ibadah Puasa dalam Kacamata Maniak Bola</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ibadah puasa adalah ibadah yang istimewa. Bagaimana tidak, di Bulan Suci Ramadhan Allah memberi kesempatan yang luas bagi hambanya untuk dapat menimba amal sebanyak-banyaknya dan menghapuskan dosa yang telah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan Allah Berfirman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Artinya : &lt;em&gt;Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui&lt;/em&gt;" [Al-Baqarah : 184] &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra dari Nabi saw, (bahwasanya) beliau bersabda.&lt;br /&gt;"Artinya : &lt;em&gt;Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan ihtisab maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu&lt;/em&gt;" (Hadits Riwayat Bukhari 4/99, Muslim 759)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahala amal dilipatgandakan hingga 700 kali lipat seperti yang termaktub dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:&lt;br /&gt;"Artinya : &lt;em&gt;Semua amalan bani Adam akan dilipatgandakan, kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang semisal dengannya, sampai tujuh ratus kali lipat&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bersamaan dengan itu, Allah pun melimpahkan pertologanNya dengan menghilangkan hambatan terbesar manusia untuk beribadah yaitu Syetan sebagaimana sabda Rasululah saw :&lt;br /&gt;"Artinya : &lt;em&gt;Jika datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga [dalam riwayat Muslim : 'Dibukalah pintu-pintu rahmat"] dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu syetan&lt;/em&gt;" (Hadits Riwayat Bukhari 4/97 dan Muslim 1079). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan keadaan tersebut adalah pertandingan sepak bola antara dua tim bernama “Hamba Allah” dengan tim “Syetan/Iblis”. Dalam pertandingan tersebut seluruh pemain dari tim “Syetan”/Iblis” diikat tangan dan kakinya sehingga memberikan kesempatan kepada seluruh pemain tim “Hamba Allah” untuk memasukkan gol sebanyak-banyaknya tanpa ada kekhawatiran untuk kebobolan barang satu gol pun. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidak sampai di situ, setiap gol yang masuk ke gawang lawan dihitung di papan scoring dengan perhitungan berlipat ganda hingga 700 kali lipat. Dalam keadaan seperti itu, banyaknya gol yang bisa diciptakan sangat tergantung pada sekeras apa upaya setiap pemain dalam menciptakan gol dalam batas waktu yang ditentukan.&lt;br /&gt;Sungguh sangat bodoh jika dengan kesempatan seperti itu, tim “Hamba Allah” hanya memenangkan pertandingan dengan skor biasa-biasa saja. Lebih celaka lagi kalau dalam keadaan seperti itu, tim “Hamba Allah” mengalami kekalahan, berarti sepanjang pertandingan seluruh pemain tim “Hamba Allah” menjebloskan bola ke gawang sendiri. Hal itu hanya bisa terjadi kalau pemain tersebut gila, sinting atau apa saja sebutannya atau paling tidak pemain tersebut sangat bodoh karena tidak tahu aturan pertandingan bahwa kemenangan baru bisa diraih jika bola dijebloskan ke gawang lawan.&lt;br /&gt;Bayangkan saja kalau kita nonton pertandingan sepakbola, pasti kita berharap tim kesayangan kita menang besar walaupun tim yang dihadapi sangat tangguh apalagi jika tim yang dihadapi tidak memiliki kekuatan apa-apa. Jika sebagai simpatisan saja anda merasa kecewa jika tim anda kalah atau bermain seri, apalagi kalau anda adalah pemain itu sendiri, tentu anda akan sangat menyesali keadaan tersebut.&lt;br /&gt;Sekarang bayangkan jika tim itu adalah anda sendiri atau keluarga anda dalam konteks menjalankan ibadah Ramadhan. Gol yang dicipatkan adalah banyaknya amalan yang anda lakukan dan sebaliknya gol bunuh diri adalah dosa yang kita kerjakan. Tanpa adanya syetan seyogyanya kita menjadi sangat mudah untuk melakukan ibadah dan mudah pula untuk menahan diri dari perbuatan dosa. Sebagaimana anda menjadi supporter pertandingan bola atau bahkan anda menjadi pemain, sudah seyogyanya kan jika anda juga senang jika anda dan keluarga anda menang besar di bulan Ramadhan dan sebaliknya anda pun harus merasa kecewa jika keadaan berjalan sebaliknya. Ketika semua hambatan dan godaan ditiadakan maka apa yang anda lakukan benar-benar menunjukkan barometer kualitas keimanan anda apakah anda dominan kepada sifat fujur (fasik) atau kepada sifat takwa. Beruntunglah siapa-siapa yang cenderung kepada kebaikan dan menyucikan jiwanya dan merugilah siapa-siapa yang cenderung kepada keburukan dan mengotori jiwanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya&lt;/em&gt; (QS. Asy Syams : 8-10) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di bulan Ramadhan ini pula Anda akan tahu apakah anda orang yang giat beribadah karena mementingkan kehidupan akhirat atau anda termasuk orang yang tenggelam dalam urusan dunia sehingga melupakan akhirat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).&lt;/em&gt; (QS. An Naazi´aat : 37 – 41) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu dalam kesempatan yang sungguh baik ini mari kita tingkatkan amal ibadah kita, jangan tenggelam dalam urusan dunia yang dapat melupakan urusan akhirat. Tinggalkan hal-hal yang tidak berguna apalagi yang makruh atau haram karena salah satu karakter seorang mukmin adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat. Isilah hari-hari dengan ibadah, jangan berlebihan dalam membelanjakan uang dengan alasan kita bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan. Berhematlah karena Rasulullah saw juga berhemat di kala datang bulan Ramadhan agar bisa memperbanyak sadaqah. Contohlah apa yang dilakukan teladan kita yang mulia, perbanyaklah sodaqah, karena sadaqah membuat jiwa menjadi lapang dan terbebas dari sifat &lt;em&gt;hubbud dunya&lt;/em&gt; (cinta dunia). Berdoalah sebanyak-banyaknya dengan penuh keikhlasan karena pada bulan suci ini Allah mengabulkan setiap doa. Sebagaimana sabda Rasululah Shalallahu 'alaihi wa salam:&lt;br /&gt;"Artinya : &lt;em&gt;Sesungguhnya Alah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam dalam bulan Ramadhan, dan semua orang muslim yang berdo'a akan dikabulkan do'anya&lt;/em&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirikan shalat malam sebagai ibadah tambahan semoga Allah mengangkat derajatmu kepada derajat yang mulia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji&lt;/em&gt;. (QS. Al Israa’ : 79) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perbanyak membaca Al Quran karena bulan Ramadhan adalah Bulan diturunkannya Al-Quran sebagaimana firman Allah swt :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur&lt;/em&gt;. (QS. Al Baqarah : 185) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bergegaslah untuk ber-I’tikaf pada sepuluh hari terakhir Bulan Ramadhan untuk mendapatkan Lailatul Qadar sebagaimana yang dilakukan Rasulullah saw. Hidupkanlah malam-malam tersebut sebagaimana kita menghidupkan malam-malam sepanjang putaran final Euro 2008. Rasulullah saw teladan kita selalu menghidupkan malam dengan ibadah terutama di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan seperti hadits yang diriwayatkan dari Aisyah Radhiyalahu 'anha.&lt;br /&gt;"Artinya : &lt;em&gt;Adalah Rasululah saw, apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencanngkan kainnya (menjauhi wanita - yaitu istri-istrinya - karena ibadah, menyingsingkan badan untuk mencarinya) menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya&lt;/em&gt;" (Hadits Riwayat Bukhari 4/233 dan Muslim 1174).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-4768748171302040616?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/4768748171302040616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/ibadah-puasa-dalam-kacamata-maniak-bola.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/4768748171302040616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/4768748171302040616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/ibadah-puasa-dalam-kacamata-maniak-bola.html' title='Ibadah Puasa dalam Kacamata Maniak Bola'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-5352140617033874513</id><published>2008-09-01T14:36:00.000+07:00</published><updated>2008-09-01T14:46:41.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tawakal'/><title type='text'>Tawakkal kepada ALLAH Ta'ala dan Keutamaannya (II)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Penulis: Syeikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERILAKU ORANG-ORANG YANG BERTAWAKAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian manusia ada yang beranggapan bahwa makna tawakal adalah tidak perlu berusaha dengan badan, tidak perlu mempertimbangkan dangan hati dan cukup menjatuhkan ke tanah seperti orang bodoh atau seperti daging yang diletakkan di atas papan pencincang. Tentu saja ini merupakan anggapan yang bodoh dan hal ini haram dalam syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariat memuji orang-orang yang bertawakal. Pengaruh tawakal akan tampak dalam gerakan hamba dan usahanya untuk menggapai tujuan. Usaha hamba itu bisa berupa mendatangkan manfaat yang belum didapat seperti mencari penghidupan, ataupun menjaga apa yang sudah ada, seperti menyimpan. Usaha itu juga bisa untuk mengantisipasi bahaya yang datang, seperti menghindari serangan, atau bisa juga menyingkirkan bahaya yang sudah datang seperti berobat saat sakit. Aktivitas hamba tidak lepas dari empat gambaran berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran pertama:&lt;br /&gt;Mendatangkan manfaat. Adapun sebab-sebab yang bisa mendatangkan manfaat ada tiga tingkatan:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebab yang pasti, seperti sebab-sebab yang berkaitan dengan penyebab yang memang sudah ditakdirkan Allah dan berdasarkan kehendak-Nya, dengan suatu kaitan yang tidak mungkin ditolak dan disalahi. Misalnya, jika ada makanan di hadapanmu, sementara engkau pun dalam keadaan lapar, lalu engkau tidak mau mengulurkan tangan ke makan itu seraya berkata, "Aku orang yang bertawakal. Syarat tawakal adalah meninggalkan usaha. Sementara mengulurkan tangan ke makan adalah usaha, begitu pula mengunyah dan menelannya". Tentu saja ini merupakan ketololan yang nyata dan sama sekali bukan termasuk tawakal. Jika engkau menunggu Allah menciptakan rasa kenyang tanpa menyantap makanan sedikit pun, atau Dia menciptakan makanan yang dapat bergerak sendiri ke mulutmu, atau Dia menundukkan malaikat untuk mengunyah dan memasukkan ke dalam perutmu, berarti engkau adalah orang yang tidak tahu Sunnatullah.&lt;br /&gt;Begitu pula jika engkau tidak mau menanam, lalu engkau berharap agar Allah menciptakan tanaman tanpa menyemai benih, atau seorang istri dapat melahirkan tanpa berjima', maka semua itu adalah harapan yang konyol. Tawakal dalam kedudukan ini bukan dengan meninggalkan amal, tetapi tawakal ialah dengan ilmu dan melihat keadaan. Maksudnya dengan ilmu, hendaknya engkau mengetahui bahwa Allahlah yang menciptakan makanan, tangan, berbagai sebab, kekuatan untuk bergerak, dan Dialah yang memberimu makan dan minum. Maksud mengetahui keadaan, hendaknya hati dan penyandaranmu hanya kepada karunia Allah, bukan kepada tangan dan makanan. Karena boleh jadi tanganmu menjadi lumpuh sehingga engkau tidak bisa bergerak atau boleh jadi Allah menjadikan orang lain merebut makananmu. Jadi mengulurkan tangan ke makanan tidak menafikan tawakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab yang tidak meyakinkan, tetapi biasanya penyebabnya tidak berasal dari yang lain dan sudah bisa diantisipasi. Misalnya orang yang meninggalkan tempat tinggalnya dan pergi sebagai musafir melewati lembah-lembah yang jarang sekali dilewati manusia. Dia berangkat tanpa membawa bekal yang memadai. Orang seperti ini sama dengan orang yang hendak mencoba Allah. Tindakannya dilarang dan dia diperintahkan untuk membawa bekal. Jika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bepergian, maka beliau membawa bekal dan juga mengupah penunjuk jalan tatkala hijrah ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyamarkan sebab-sebab yang diperkirakan akan menyeret kepada penyebab, tanpa disertai keyakinan yang riel, seperti orang yang membuat pertimbangan secara terinci dan teliti dalam suatu usaha. Selagi tujuannya benar dan tidak keluar dari batasan syariat, maka hal ini tidak mengeluarkannya dari tawakal. Tapi dia bisa dikategorikan orang-orang yang ambisius jika maksudnya untuk mencari kehidupan yang melimpah. Namun meninggalkan perencanaan sama sekali bukan termasuk tawakal, tetapi ini merupakan pekerjaan para penganggur yang ingin hidup santai, lalu beralasan dengan sebutan tawakal. Umar Radhiyallahu Anhu berkata, "Orang yang bertawakal ialah yang menyemai benih di tanah lalu bertawakal kepada Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran kedua:&lt;br /&gt;Mempertimbangkan sebab dengan menyimpan barang. Siapa yang mendapatkan makanan pokok yang halal, yang andaikan dia bekerja untuk mendapatkan yang serupa akan membuatnya sibuk, maka menyimpan makanan pokok itu tidak mengeluarkannya dari tawakal, terlebih lagi jika dia mempunyai tanggungan orang yang harus diberi nafkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Ash-Shahihain disebutkan dari Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu Anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menjual kebun korma Bani Nadhir, lalu menyimpan hasil penjualannya untuk makanan pokok keluarganya selama satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yang bertanya, "Bagaimana dengan tindakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang melarang Bilal untuk menyimpan harta?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya: Orang-orang fakir dari kalangan shahabat di sisi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tak ubahnya tamu. Buat apa mereka menyimpan harta jika dijamin tidak akan lapar? Bahkan bisa dijawab sebagai berikut: Keadaan Bilal dan orang-orang yang semacam dia dari Ahlush-Shuffah (orang-orang yang ada di emperan) memang tidak selayaknya untuk menyimpan harta. Jika mereka tidak terima, maka celaan tertuju pada sikap mereka yang mendustakan keadaan mereka sendiri, bukan pada masalah menyimpan harta yang halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran ketiga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari sebab langsung untuk menyingkirkan mudharat. Bukan termasuk syarat tawakal jika meninggalkan sebab-sebab yang dapat menyingkirkan mudharat. Misalnya, tidak boleh tidur di sarang binatang buas, di tempat aliran air, di bawah tembok yang akan runtuh. Semua ini dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawakal juga tidak berkurang karena mengenakan baju besi saat pertempuran, menutup pintu pada malam hari dan mengikat onta dengan tali. Allah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata&lt;/em&gt;". (An-Nisa':102) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang laki-laki menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu berkata, "Wahai Rasulullah, apakah aku harus mengikat ontaku dan bertawakal, ataukah aku melepasnya dan bertawakal?" Beliau menjawab, "Ikatlah dan bertawakallah". (Diriwayatkan At-Tirmidzy)&lt;br /&gt;Bertawakal dalam hal-hal ini adalah yang berkaitan dengan penyebab dan bukan pada sebab serta ridha terhadap apapun yang ditakdirkan Allah. Jika barang-barangnya dicuri orang, padahal andaikata ia waspada dan hati-hati tidak akan tercuri, lalu dia pun mengeluh setelah itu, maka nyatalah keadaannya yang jauh dari tawakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa takdir itu seperti dokter. Jika ada makanan yang datang, maka dia gembira dan berkata, "Kalau bukan karena takdir itu tahu bahwa makanan adalah bermanfaat bagiku, tentu ia tidak akan datang." Kalau pun makanan itu pun tidak ada, maka dia tetap gembira dan berkata, "Kalau tidak karena takdir itu tahu bahwa makanan itu membuatku tersiksa, tentu ia tidak akan terhalang dariku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak yakin terhadap karunia Allah, seperti keyakinan orang sakit terhadap dokter yang handal, maka tawakalnya belum dikatakan benar. Jika barang-barangnya dicuri, maka dia ridha terhadap qadha' dan menghalalkan barang-barangnya bagi orang yang mengambilnya, karena kasih sayangnya terhadap orang lain, yang boleh jadi adalah orang Muslim. Sebagian orang ada yang mengadu kepada seorang ulama, karena dia dirampok di tengah jalan dan semua hartanya dirampas. Maka ulama itu berkata, "Jika engkau lebih sedih memikirkan hartamu yang dirampok itu daripada memikirkan apa yang sedang terjadi di kalangan orang-orang Muslim, lalu nasehat macam apa lagi yang bisa kuberikan kepada orang-orang Muslim?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran keempat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha menyingkirkan mudharat, seperti mengobati penyakit yang berjangkit dan lain-lainnya. Sebab-sebab yang bisa menyingkirkan mudharat bisa dibagi menjadi tiga macam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, seperti air yang menghilangkan dahaga, roti yang menghilangkan lapar. Meninggalkan sebab ini sama sekali bukan termasuk tawakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang disangkakan, seperti operasi, berbekam, minum urus-urus dan lain-lainnya. Hal ini juga tidak mengurangi makna tawakal. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berobat dan menganjurkan untuk berobat. Banyak orang-orang Muslim juga melakukannya, namun ada pula di antara mereka yang tidak mau berobat karena alasan tawakal, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu Anhu, tatkala dia ditanya, "Bagaimana jika kamu memanggilkan tabib untuk mengobatimu?" Dia menjawab, "Tabib sudah melihatku.", "Apa katanya?", tanya orang itu. Abu Bakar menjawab, "Katanya, 'Aku dapat berbuat apa pun yang kukehendaki'." Al-Mushannif Rahimahullah berkata, "Yang perlu kami tegaskan bahwa berobat adalah lebih baik. Keadaan Abu Bakar itu bisa ditafsiri bahwa sebenarnya dia sudah berobat, dan tidak mau berobat lagi karena sudah yakin dengan obat yang diterimanya, atau mungkin dia sudah merasa ajalnya yang sudah dekat, yang dia tangkap dari tanda-tanda tertentu." Yang perlu diketahui, bahwa berbagai macam obat telah dihamparkan Allah di bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebabnya hanya sekedar kira-kira, seperti menyundut dengan api. Hal ini termasuk sesuatu yang keluar dari tawakal. Sebab Rasullulah Shallallahu 'alaihi wa sallam mensifati orang-orang yang bertawakal sebagai orang-orang yang tidak suka menyundut dengan api. Sebagian ulama ada yang menakwili, bahwa yang dimaksudkan menyundut dalam sabda beliau, "Tidak menyundut dengan api", ialah cara yang biasa dilakukan semasa Jahiliyyah, yaitu orang-orang biasa menyundut dengan api dan membaca lafazh-lafazh tertentu selagi dalam keadaan sehat agar tidak jatuh sakit. Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak membaca ruqyah kecuali setelah ada penyakit yang berjangkit. Sebab beliau juga pernah menyundut As'ad bin Zararah Radhiyallahu Anhu. Sedangkan mengeluh sakit termasuk tindakan yang mengeluarkan dari tawakal. Orang-orang salaf sangat membenci rintihan orang yang sakit, karena rintihan itu menerjemahkan keluhan. Al-Fudhail berkata, "Aku suka sakit jika tidak ada yang menjengukku." Seseorang pernah bertanya kepada Al-Imam Ahmad, "Bagaiman keadaanmu?" Al-Iman Ahmad berjawab, "Baik-baik." "Apakah semalam engkau demam?" tanya orang itu. Al-Imam Ahmad berkata, "Jika sudah kukatakan kepadamu bahwa aku dalam keadaan baik, janganlah engkau mendorongku kepada sesuatu yang kubenci." Jika orang sakit menyebutkan apa yang dia rasakan kepada tabib, maka hal itu diperbolehkan. Sebagian orang-orang salaf juga melakukan hal ini. Di antara mereka berkata, "Aku hanya sekedar mensifati kekuasaan Allah pada diriku." Jadi dia menyebutkan penyakitnya seperti menyebutkan suatu nikmat, sebagai rasa syukur atas penyakit itu, dan itu bukan merupakan keluhan. Kami meriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, "Aku sakit demam seperti dua orang di antara kalian yang sakit demam". (Diriwayatkan Al-Bukhary dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dinukil dari "Muhtashor Minhajul Qoshidin, Al-Imam Asy-Syeikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah Al-Maqdisy, Edisi Indonesia: Minhajul Qashidhin, Jalan Orang-orang yang Mendapat Petunjuk".)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber artikel : http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=246&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-5352140617033874513?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/5352140617033874513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/tawakkal-kepada-allah-taala-dan_01.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/5352140617033874513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/5352140617033874513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/tawakkal-kepada-allah-taala-dan_01.html' title='Tawakkal kepada ALLAH Ta&apos;ala dan Keutamaannya (II)'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-8965904388284498328</id><published>2008-09-01T14:27:00.000+07:00</published><updated>2008-09-01T14:36:16.951+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tawakal'/><title type='text'>Tawakkal kepada ALLAH Ta'ala dan Keutamaannya (I)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Penulis: Syeikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, yang artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal&lt;/em&gt;". (Ali Imran: 122)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Dan, barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya&lt;/em&gt;". (Ath-Thalaq: 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits diriwayatkan, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menyebutkan bahwa di antara umatnya ada tujuh puluh ribu orang yang masuk surga tanpa hisab. Kemudian beliau bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Yaitu mereka yang tidak membual, tidak mencuri, tidak membuat ramalan yang buruk-buruk dan kepada Rabb mereka bertawakal&lt;/em&gt;". (Diriwayatkan Al-Bukhary dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu Anhu, dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "&lt;em&gt;Andaikan kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Dia kan menganugerahkan rezki kepada kalian sebagaimana Dia menganugerahkan rezki kepada burung, yang pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar, lalu kembali pada sore hari dalam keadaan kenyang&lt;/em&gt;." *)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diantara doa yang dibaca Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ialah:&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Ya Allah, sesungguhnya aku memohon taufik kepada-Mu untuk mencintai-Mu daripada amal-amal, kebenaran tawakal dan baik sangka kepada-Mu&lt;/em&gt;". (Hadits mursal, diriwayatkan Abu Nu'aim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawakal harus didasarkan kepada tauhid. Adapun tauhid itu ada beberapa tingkatan. Diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati harus membenarkan wahdaniyah, yang kemudian diterjemahkan lewat kata-kata &lt;em&gt;la ilaha illallahu wahdahu la syarika lahu lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir&lt;/em&gt;. Jika dia membenarkan lafazh ini, namun tidak mengetahui dalilnya, berarti itu merupakan keyakinan orang awam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba melihat berbagai macam benda yang berbeda-beda, lalu melihatnya berasal dari satu sumber. Ini kedudukan orang-orang yang taqarab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba melihat dari mata hatinya bahwa tidak ada yang bisa berbuat kecuali Allah dan dia tidak memandang kepada selain Allah. Kepada-Nya dia takut dan kepada-Nya pula dia berharap serta bertawakal. Karena pada hakekatnya Allahlah satu-satunya yang bisa berbuat. Dengan kemahasucian-Nya semua tunduk kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak mengandalkan hujan agar tanaman bisa tumbuh, tidak mengandalkan kepada mendung agar hujan turun, tidak mengandalkan kepada angin untuk menjalankan perahu. Bersandar kepada semua ini merupakan ketidaktahuan terhadap hakekat segala urusan. Siapa yang bisa menyibak berbagai hakikat tentu akan mengetahui bahwa angin tidak berhembus dengan sendirinya. Angin itu harus ada yang mengerakkannya. Seseorang yang melihat angin sebagai penyelamat, serupa dengan orang yang ditangkap untuk dipenggal lehernya. Lalu setelah dilaporkan kepada raja, ternyata raja mengeluarkan lembaran catatan yang isinya memaafkan kesalahannya. Lalu dia banyak bercerita tentang tulisan dalam catatan itu, bukan melihat kepada siapa yang menggerakkan pulpen dan menuliskan catatan itu. Tentu saja ini suatu kebodohan. Siapa yang tahu bahwa pulpen tidak mempunyai kekuasaan hukum, tentu dia kan berterimakasih kepada orang-orang yang telah menggunakan pulpen itu, bukan kepada pulpennya. Semua makhluk di dalam kekuasaan Khaliq, lebih nyata daripada sekedar pulpen di tangan orang yang menggunakannya. Allahlah yang menciptakan segala sebab dan berkuasa untuk berbuat apa pun menurut kehendak-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA GAMBARAN KEADAAN TAWAKAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa tawakal itu terbentuk dari kata al-wakalah. Jika dikatakan, "&lt;em&gt;Wakkala Fulan amruhu ila Fulan&lt;/em&gt;", artinya Fulan yang pertama menyerahkan urusannya kepada Fulan yang kedua serta bersandar kepadanya dalam urusan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawakal merupakan ungkapan tentang penyandaran hati kepada yang diwakilkan. Manusia tidak bisa disebut tawakal kepada selainnya kecuali setelah dia bersandar kepadanya dalam beberapa hal, yaitu dalam masalah simpati, kekuatan dan petunjuk. Jika engkau sudah mengetahui hal ini, maka bandingkanlah dengan tawakal kepada Allah. Jika hatimu sudah merasa mantap bahwa tidak ada yang bisa berbuat kecuali Allah semata, jika engkau sudah yakin bahwa ilmu, kekuasaan dan rahmat-Nya sempurna, di belakang kekuasaan-Nya tidak ada kekuasaan lain, di belakang ilmu-Nya tidak ada ilmu lain, di belakang rahmat-Nya tidak ada rahmat lain, berarti hatimu sudah bertawakal hanya kepada-Nya semata dan tidak menengok kepada selain-Nya. Jika engkau tidak mendapatkan keadaan yang seperti ini di dalam dirimu, maka ada satu di antara dua sebab, entah karena lemahnya keyakinan terhadap hal-hal ini, entah karena ketakutan hati yang disebabkan kegelisahan dan kebimbangan yang menguasainya. Hati menjadi gelisah tak menentu karena adanya kebimbangan, sekalipun masih tetap ada keyakinan. Siapa yang menerima madu lalu ia membayangkan yang tidak-tidak tentang madu itu, tentu dia akan menolak untuk menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang dipaksa untuk tidur di samping mayat di liang kuburan atau di tempat tidur atau di dalam rumah, tabiat dirinya tentu akan menolak hal itu, sekalipun dia yakin bahwa mayat itu adalah sesuatu yang tidak bisa bergerak dan mati. Tapi tabiat dirinya tidak membuatnya lari dari benda-benda mati lainnya. Yang demikian ini karena adanya ketakutan di dalam hati. Ini termasuk jenis kelemahan dan jarang sekali oang yang terbebas darinya. Bahkan terkadang ketakutan ini berlebih-lebihan, sehingga menimbulkan penyakit, seperti takut berada di rumah sendirian, sekalipun semua pintu sudah ditutup rapat-rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tawakal tidak menjadi sempurna kecuali dengan disertai kekuatan hati dan kekuatan keyakinan secara menyeluruh. Jika engkau sudah tahu makna tawakal dan engkau juga sudah tahu keadaan yang disebut dengan tawakal, maka ketahuilah bahwa keadaan itu ada tiga tingkatan jika dilihat dari segi kekuatan dan kelemahan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan benar-benar yakin terhadap penyerahannya kepada Allah dan pertolongan-Nya, seperti keadaannya yang yakin terhadap orang yang dia tunjuk sebagai wakilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan ini lebih kuat lagi, yaitu keadaannya bersama Allah seperti keadaan anak kecil bersama ibunya. Anak itu tidak melihat orang selain ibunya dan tidak akan mau bergabung dengan selain ibunya serta tidak mau bersandar kecuali kepada ibunya sendiri. Jika dia menghadapi suatu masalah, maka yang pertama kali terlintas di dalam hatinya dan yang pertama kali terlontar dari lidahnya adalah ucapan, "Ibu..!" Siapa yang pasrah kepada Allah, memandang dan bersandar kepada-Nya, maka keadaannya seperti keadaan anak kecil dengan ibunya. Jadi dia benar-benar pasrah kepada-Nya. Perbedaan tingkatan ini dengan tingkatan yang pertama, tingkatan yang kedua ini adalah orang yang bertawakal, yang tawakalnya murni dari tawakal yang lain, tidak menengok kepada selain yang ditawakali dan di hatinya tidak ada tempat untuk selainnya. Sedangkan yang pertama adalah orang yang bertawakal karena dipaksa dan karena mencari, tidak murni dalam tawakalnya, yang berarti masih bisa bertawakal kepada yang lain. Tentu saja hal ini bisa mengalihkan pandangannya untuk tidak melihat satu-satunya yang mesti ditawakali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tingkatan yang paling tinggi, bahwa dia di hadapan Allah seperti mayit di tangan orang-orang yang memandikannya. Dia tidak berpisah dengan Allah melainkan dia melihat dirinya seperti orang mati. Keadaan seperti anak kecil yang hendak dipisahkan dengan ibunya, lalu secepat itu pula dia akan berpegang kepada ujung baju ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan-keadaan seperti ini memang ada pada diri manusia. Hanya saja jarang yang bertahan terus, terlebih lagi tingkatan yang ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Footnote:&lt;br /&gt;*) Hadits tersebut di takhrij oleh Imam Ahmad (1/30), At-Tirmidzi (2/55), Al-Hakim (4/318) dari Hayah bin Syuraih: "Telah bercerita kepadaku Bakar bin 'Amer, bahwa dia mendengar Abdullah bin Hubairah, yang mengatakan bahwa Ibnu Hubairah mendengar Abu Tamim Al-Jisyani memberitahukan bahwa ia mendengar Umar bin Al-Khatab ra yang mengatakan: "Sesungguhnya dia telah mendengar Nabi saw bersabda: (lalu menyebutkan hadits di atas). Selanjutnya Imam At-Tirmidzi berkata: "Hadits ini ber-sanad shahih dan hasan." Sedangkan Imam Al-Hakim berkomentar : "Hadits tersebut shahih dipandang dari segi sanad-nya." Pernyataan senada juga ditegaskan oleh Adz-Dzahabi. Al-Albani berkomentar: Sebenarnya hadits di atas adalah shahih sesuai syarat Imam Muslim. Karena perawi-perawinya adalah perawi yang dipakai oleh Asy-Syaikhain, kecuali Ibnu Hubairah dan Abu Hatim, kedua perawi yang akhir ini adalah perawi Iman Muslim. Hadits di atas juga memiliki hadits mutabi' riwayat Ibnu Luhai'ah dari Ibnu Hubairah. Hadits di atas juga di-takhrij Imam Ahmad (1/52) dan Ibnu Majah (hadits no. 4164). Menurut Ibnu Majah, dia mendapat hadits tersebut dari riwayat Abdullah bin Wahab, yang juga ber-sanad shahih. (Syaikh Muhammad Nashiruddin A-Albani, "Silsilah Hadits Shahih")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dinukil dari "Muhtashor Minhajul Qoshidin, Al-Imam Asy-Syeikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah Al-Maqdisy, Edisi Indonesia: Minhajul Qashidhin Jalan Orang-orang yang Mendapat Petunjuk")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber artikel : http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=247&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-8965904388284498328?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/8965904388284498328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/tawakkal-kepada-allah-taala-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/8965904388284498328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/8965904388284498328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/tawakkal-kepada-allah-taala-dan.html' title='Tawakkal kepada ALLAH Ta&apos;ala dan Keutamaannya (I)'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-5869381445669741700</id><published>2008-09-01T14:17:00.000+07:00</published><updated>2008-09-01T14:20:38.751+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tawakal'/><title type='text'>Tawakal Adalah Sarana Terbesar Untuk Mendapatkan Kebaikan Dan  Menghindari Kerusakan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh :&lt;br /&gt;Dr. Abdullah bin Umar Ad-Dumaiji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim berkata : Tawakal adalah sebab yang paling utama yang bisa mempertahankan seorang hamba ketika ia tak memiliki kekuatan dari serangan makhluk Allah lainnya yang menindas serta memusuhinya, tawakal adalah sarana yang paling ampuh untuk menghadapi keadaan seperti itu, karena ia telah menjadikan Allah pelindungnya atau yang memberinya kecukupan, maka barang siapa yang menjadikan Allah pelindungnya serta yang memberinya kecukupan maka musuhnya itu tak akan bisa mendatangkan bahaya padanya. (Bada'i Al-Fawa'id 2/268)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bukti yang paling baik adalah kejadian nyata, telah diriwayatkan oleh Al-Bukhari yang disanadkan kepada Ibnu Abbas : Hasbunallahu wa nima Al-Wakiil, yang artinya : (Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung), ungkapan ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim saat tubuhnya dilemparkan ke tengah-tengah Api yang membara, juga diungkapkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika dikatakan kepadanya : Sesungguhnya orang-orang musyrik telah berencana untuk membunuh mu, maka waspadalah engkau terhadap mereka. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam bab Tafsir 4563 (Fathul Bari 8/77))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata : Kata-kata terakhir yang diucapkan oleh Nabi Ibrahim ketika ia dilemparkan ke tengah bara api adalah : "Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah sebaik-baik pelindung". (Hadits Riwayat Al-Bukhari bab Tafsir 4564 8/77)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diriwayatkan oleh Al-Baihaqi yang disanadkan kepada Bastar bin Al-Harits, ia berkata : Ketika Nabi Ibrahim digotong untuk dilemparkan ke dalam api, Jibril memperlihatkan diri padanya dan berkata : Wahai Ibrahim, apakah kamu perlu bantuan ?, Ibrahim menjawab : Jika kepada engkau, maka saya tidak perlu bantuan, (Diriwayatkan oleh Ibni Jarir dalam Tafsirnya 17/45, Al-Baghwi dalam tafsirnya 4/243), ini adalah bagian dari kesempurnaan tawakal yang hanya kepada Allah semata tanpa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi apa yang terjadi setelah itu ?!, Allah berfirman : "Kami berfirman : 'Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim', mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka orang-orang yang paling merugi". (Al-Anbiya : 69-70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan befirman pula Allah tentang Nabi Muhammad dan para sahabatnya : "Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar". (Ali Imran : 174). Ibnu Katsir berkata : Setelah mereka bertawakal kepada Allah maka Allah melindungi mereka dari bahaya yang mengancam mereka, dan Allah mencegah dari mereka bencana yang telah direncanakan oleh orang-orang kafir, lalu mereka kembali ke negeri mereka sesuai dengan firman-Nya, Dengan ni'mat dan karunia (yang besar dari Allah, mereka tidak dapat bencana apa-apa) dari sesuatu yang tersembunyi dalam hati musuh-musuh mereka dan (mereka mengikuti keridla'an Allah) dan Allah mempunyai karunia yang besar. (Tafsir Qur'anul Adzhim 2/148)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman Allah tentang orang-orang beriman: "&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu, Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal&lt;/em&gt;". (Al-Maidah : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan dari ayat ini adalah bahwa sikap tawakal kepada Allah yang ada dalam hati orang-orang yang beriman adalah salah satu sebab Allah menahan tangan orang-orang kafir yang hendak mencelakakan orang-orang yang beriman, Allah menggagalkan apa yang diingini oleh orang-orang kafir terhadap orang-orang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita yang menerangkan tentang sebab turunnya ayat ini ada tiga berita, semuanya membuktikan bahwa hanya Allahlah yang menjadi pelindung bagi Nabi-Nya dan Allah pula yang menjaganya dari kejahatan manusia, ketiga berita itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan lainnya dari Jabir bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam terpisah dari para sahabatnya lalu bernaung di bawah pohon (Disebutkan bahwa pohon itu adalah pohon yang berduri, An-Nihayah 3/255) beliau menggantungkan pedangnya di atas pohon itu, kemudian datang seorang Arab Badui (Diriwayatkan bahwa nama orang itu adalah Ghurata bin Al-Harits, lihat Shahihul Bukhari dalam kitab Al-Maghazy 4136 V/491 dan lihat pula Tafsir Ibnu Katsir 3/59) kepada Rasulullah dan mengambil pedang milik beliau, lalu orang itu berdiri di hadapan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, sambil bertanya: Siapakah yang dapat mencegahmu dari aku .?. Beliau menjawab: Allah !, orang Arab Badui itu bertanya dua atau tiga kali: Siapa yang dapat mencegahmu dari aku ?, dan Nabi menjawab: Allah, Jabir berkata: Kemudian orang Arab itu menyarungi pedangnya, lalu Nabi memanggil para sahabatnya, dan mengabarkan kepada mereka tentang kejadian Arab Badui itu, sementara Arab Badui itu duduk di sisi Rasulullah dengan tidak memberi hukuman kepada orang itu. (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya 3/311, Bukhari bab Jihad 2910 6/113, diriwayatkan oleh Ath-Thabari dalam Tafsirnya 6/146)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir Ath-Thabari dan lainnya dari Ibnu Abbas -tentang ayat ini ia menyebut ayat 11 dari surat Al-Ma'idah- dan ia berkata : Sesungguhnya orang-orang dari kaum Yahudi membuat makanan untuk membunuh Rasulullah dan para sahabatnya, kemudian Allah mewahyukan kepada utusan-Nya itu tentang rencana mereka, maka Rasulullah dan para sahabatnya tidak makan makanan itu. (Diriwayatkan oleh Ath-Thabari dalam tafsirnya 6/46 dan Ibnu Abu Hatim sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir 3/59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan bahwa orang-orang dari Kaum Yahudi bersepakat untuk membunuh Nabi dengan cara mengundang Nabi dalam suatu urusan, ketika Nabi datang kepada mereka, mereka membuat siasat untuk melempar beliau dengan sebuah batu besar pada saat Rasulullah bernegosiasi dengan orang-orang Yahudi, lalu Allah memberitahukan rencana mereka ini kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian Rasulullah kembali ke Madinah dengan para sahabatnya. (Diriwayatkan oleh Ath-Thabari dalam Tafsirnya 6/144) maka pada saat itulah Allah menurunkan ayat yang berbunyi: "&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu&lt;/em&gt;". (Al-Maidah : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berita-berita yang menyebabkan turunnya ayat di atas, serta kejadian-kejadian lain yang nyata membuktikan bahwa Allah akan selalu menjaga dan melindungi Nabi utusan-Nya, hal ini tidak lain adalah karena kesempurnaan beliau dalam bertawakal kepada Allah Azza wa Jalla. Berita dan kejadian seperti ini banyak sekali dan cukup bagi kami dengan apa yang telah kami sebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disalin dari buku At-Tawakkul 'Alallah wa 'Alaqatuhu bil Asbab oleh Dr Abdullah bin Umar Ad-Dumaiji dengan edisi Indonesia Rahasia Tawakal &amp;amp; Sebab Akibat hal. 89 - 92 Bab Buah Tawakal, terbitan Pustaka Azzam, Penerjemah Drs. Kamaluddin Sa'diatulharamaini dan Farizal Tirmidzi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-5869381445669741700?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/5869381445669741700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/tawakal-adalah-sarana-terbesar-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/5869381445669741700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/5869381445669741700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/09/tawakal-adalah-sarana-terbesar-untuk.html' title='Tawakal Adalah Sarana Terbesar Untuk Mendapatkan Kebaikan Dan  Menghindari Kerusakan'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-8817414552095051421</id><published>2008-09-01T08:50:00.000+07:00</published><updated>2008-09-01T08:51:58.881+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintahan'/><title type='text'>Syariah Government</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Konsep dasar yang menjadi ide utama dalam “&lt;strong&gt;Syariah Government&lt;/strong&gt;” adalah Pemerintah bertanggungjawab tidak hanya kepada rakyat tetapi juga bertanggungjawab kepada Tuhan. Menanamkan konsep Ketuhanan YME dalam pemerintahan seperti yang tercantum dalam dasar negara yaitu Pancasila sila ke satu yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” merupakan satu PR besar yang harus dilakukan oleh bangsa Indonesia karena bangsa ini sudah berada pada titik keputusasaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang tengah melanda.&lt;br /&gt;Secara simbolik konsep tersebut dapat diterapkan dengan mencantumkan kalimat “Dengan Nama Tuhan YME” dalam setiap laporan pertanggungjawaban yang dibuat oleh pemerintah baik pusat, daerah maupun unit-unit dibawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Katakanlah: "Serulah Allah atau Serulah Ar-Rahman&lt;/em&gt;. (QS. Al Israa’:110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dilakukan untuk memberi tekanan kepada pemerintah bahwa setiap kegiatan yang telah dilakukannya dapat dipertanggungjawabkan baik dari segi hasil maupun dari aspek keuangannya. Pertanggungjawaban hasil mengisyaratkan bahwa pemerintah telah melakukan sesuatu yang berarti dan bermanfaat bagi rakyatnya dan didukung oleh pemanfaatan biaya yang ekonomis dan bebas dari korupsi. Tentu saja upaya itu masih belum apa-apa, perlu upaya nyata yang dapat mendorong perilaku para pengelola bangsa ini lebih memperhatikan nilai-nilai luhur yang diajarkan Allah kepada manusia, karena hanya dengan nilai-nilai tersebut manusia dapat mencapai kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar&lt;/em&gt;. (QS. Al Anfaal:73)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu nilai penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah adalah penerapan konsep zakat. Pemerintah dapat menerapkan konsep zakat sebagai suatu perangkat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dalam konsep tersebut pemerintah bersifat katalis, yaitu Pemerintah hanya menjadi pengendali, sementara pengelolaan zakat, yang meliputi pengumpulan dan pendistribusian zakat tetap dilakukan oleh badan-badan amil zakat yang telah ada.&lt;br /&gt;Untuk menjamin akuntabilitas pertanggungjawaban badan amil zakat, pemerintah harus membuat suatu peraturan yang relevan dengan itu, misalnya mengenai pemungutan zakat diatur dengan peraturan yang mengadopsi sistem dalam pajak, seperti konsep self assesment. Hal tersebut dilakukan karena zakat harus dilakukan berdasarkan keikhlasan pembayarnya sebagai pertanggungjawaban atas harta bendanya kepada Tuhan dan juga sebagai alat untuk mengekspresikan kepeduliannya terhadap sesama. Pemerintah juga harus menetapkan batasan-batasan yang layak dan sesuai syariah mengenai jumlah dana zakat yang menjadi hak amil zakat untuk keperluan kesejahteraan dan operasional badan amil zakat. Oleh karena itu pemerintah, dengan peraturan yang dibuatnya, harus mampu menciptakan suatu mekanisme yang mudah pelaksanaannya dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, untuk menjamin akuntabilitas badan amil zakat, pemerintah harus melakukan audit atas pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan badan amil zakat yang meliputi pemungutan, pengelolaan dan pendistribusian zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengurangi kolusi dan nepotisme pemerintah harus berani untuk membatasi akses keluarga dan kerabat penyelenggara negara terhadap kegiatan-kegiatan vital pemerintah. Misalnya tender suatu proyek tidak boleh dilaksanakan oleh keluarga atau kerabat penyelenggara pemerintah kecuali dalam suatu hal yang mendesak dan berpengaruh terhadap kepentingan nasional. Hal itupun harus dibatasi dengan kontrol yang baik, misalnya untuk tingkat proyek tertentu harus disetujui oleh badan legislatif.&lt;br /&gt;Hal tersebut perlu dilakukan karena kolusi dan nepotisme itu sangat menghancurkan. Praktek kolusi dan nepotisme hanya menguntungkan sebagian kecil pihak saja karena menyebabkan terkonsentrasinya pendapatan suatu negara ke tangan kelompok tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya&lt;/em&gt; (QS. Al Hasyr:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fai-i ialah harta rampasan yang diperoleh dari musuh tanpa terjadinya pertempuran dan harta tersebut adalah kekayaan alam yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dalam jumlah yang melimpah ruah. Allah memerintahkan manusia agar membagi harta tersebut agar harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja. Jika bangsa ini mengabaikan hal tersebut, maka yang terjadi adalah apa yanag kita rasakan saat ini, yaitu kekayaan menumpuk pada segelintir konglomerat. Keadaan itu menghambat proses investasi yang sebenarnya jika dikelola dengan benar untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat, kekayaan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan Bangsa Indonesia. Namun sayang, karena uang dalam jumlah besar dimiliki hanya oleh segelintir orang saja, akibatnya investasi malah dialihkan ke luar negeri karena investasi di sana lebih menguntungkan. Eksesnya, banyak tenaga kerja yang menganggur dan tentu saja pengangguran tersebut menjadi beban bagi yang bekerja. Hal tersebut mengakibatkan GDP atau pendapatan bangsa ini menjadi rendah dan kemiskinan semakin merajalela di tengah peningkatan aset perusahaan para konglomerat.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pemecahan masalah Bangsa Indonesia adalah segenap bangsa ini terutama para pemimpinnya harus kembali kepada nilai-nilai yang sudah diajarkan oleh Allah untuk keselamatan manusia. Tinggalkan kemunkaran dan tegakkan keadilan. Dirikan shalat, tunaikan zakat, infaq sadaqah agar kesenjangan perekonomian tidak semakin menjadi-jadi Berusaha terus sebarkan budaya yang bernilai Ilahiah dan tak lupa tetap berpasrah diri kepada Allah. Semoga Allah berkenan mengeluarkan bangsa ini dari masalah yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan&lt;/em&gt;. (QS. Al Hasyr:23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-8817414552095051421?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/8817414552095051421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/syariah-government.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/8817414552095051421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/8817414552095051421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/syariah-government.html' title='Syariah Government'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-6501929639695182665</id><published>2008-09-01T08:24:00.001+07:00</published><updated>2009-04-03T16:29:06.102+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah dan hikmah'/><title type='text'>“Penyakit” Sebuah Pesan Dari Allah Untuk Manusia.</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dalam kehidupan sehari-hari sering kita temui orang yang menderita suatu penyakit menahun seperti jantung, kanker, darah tinggi dan sebagainya berusaha berobat ke sana kemari demi mendapatkan kesembuhan. Ada kalanya sebagian dari mereka sadar bahwa musibah tersebut adalah pemberian dari Allah dan kemudian bersabar dan bertawakal kepada Allah kemudian akhirnya Allah bimbing kepada suatu jalan keluar yang menjadi sebab kesembuhan penyakitnya. Bahkan ada yang sembuh dari penyakit-penyakit tersebut hanya dengan memperbanyak sodaqah, mendirikan shalat malam atau melakukan ibadah-ibadah yang selama ini tidak pernah mereka kerjakan.&lt;br /&gt;Hal itu bisa terjadi karena bagi orang mukmin musibah yang menimpa adalah ujian dari Allah yang dimaksudkan untuk meningkatkan derajatnya atau untuk menjadi kiparat atas dosa yang pernah dibuatnya.&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda: “&lt;em&gt;Tidaklah seorang mukmin ditimpa sebuah kesedihan, nestapa, bencana, derita, penyakit, hingga duri yang mengenai dirinya, kecuali Allah, dengannya akan mengampuni kesalahan-kesalahannya&lt;/em&gt;.” Tentu saja ini bagi orang yang bersabar, yang mengharapkan ridha Allah dan sadar bahwa dirinya sedang berhadapan dengan Yang Maha Tunggal dan Maha Pemberi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sementara sebagian yang lain hanya mengandalkan akalnya dengan terus berobat ke sana kemari dan kemudian mereka terjebak pada keadaan di mana mereka harus selalu mengeluarkan uang untuk beli obat agar tubuhnya terasa sehat, tensinya terkendali, gula darahnya dalam batas normal, kolesterolnya tidak melewati ambang batas dan lain sebagainya. Mereka rela mengeluarkan uang dalam jumlah besar bahkan berobat sampai ke luar negeri demi untuk mendapatkan kesembuhan, padahal kalau untuk menolong orang lain, uang sepeser pun sulit untuk mereka berikan, kalupun diberikan, pemberian diikuti dengan perkataan yang menyakitkan. Sungguh mereka lupa bahwa jiwa mereka berada di tangan Allah yang Maha kuasa atas segala sesuatu. Mereka sungguh ketakutan bahwa sakit yang mereka derita akan membawa kepada kematian yang datang tiba-tiba, padahal umur manusia sudah ditentukan oleh Allah ketika mereka masih di dalam perut ibunya seperti hadits yang diriwayatkan oleh Anas r.a. bahwa Nabi saw. bersabda : &lt;em&gt;Sesungguhnya Allah azza wa jalla memerintah Malaikat menjaga rahim, maka ia tanya: Ya Rabbi, masih berupa nuthfah (mani), ya Rabbi sudah berupa alaqah (darah beku), ya Rabbi berupa mudhghah (segumpal daging), maka apabila akan dijadikan, ditanyakan laki-laki atau wanita, nasib baik atau jelek, apakah rezekinya, ajalnya. Maka tulis semuanya ketika berada dalam perut ibunya&lt;/em&gt;. (Bukhari, Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; Maka apabila Telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya&lt;/em&gt;. (QS. Al A’raaf : 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini manusia banyak yang mengagung-agungkan ilmu pengetahuan, bahkan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai ”Tuhan” mereka. Mereka berpendapat bahwa segala persoalan hanya bisa selesai dengan ilmu pengetahuan padahal akan tiba saatnya di mana ilmu pengetahuan tidak dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Ada kisah nyata di mana seorang pasien darah tinggi berobat kepada dokter ahli jantung dan pembuluh darah. Dokter itu meyarankan agar si pasien melakukan tes laboratorium untuk mengetahui kadar kolesterol, gula darah, koagulasi, ureum dan kreatinin untuk mengetahui apakah ginjal masih berfungsi baik atau tidak. Selain itu si pasien juga disarankan untuk melakukan USG ginjal dan jantung serta menjalani tes treadmill untuk mengetahui kondisi jantung si pasien. Dari serangkaian tes itu ternyata keadaan si pasien baik-baik saja akan tetapi tensinya tetap tinggi. Mengetahui semua hasilnya baik si pasien bertanya kepada sang dokter,”saya kenapa dok?”. Si dokter pun menjawab ”tidak tahu, kita sudah melakukan semua tes dan tidak ditemukan ada kondisi yang mengkhawatirkan” lalu si pasien bertanya lagi ”kenapa tensi saya bisa tinggi” sang dokter menjawab ”ya, pembuluh darahnya aja maunya begitu. Sudah anda minum saja obat penurun tensi seumur hidup.” Sepulangnya dari dokter tersebut si pasien kemudian terpaksa minum obat setiap hari untuk menjaga agar tekanan darahnya tetap normal. Seiring perjalanan waktu si pasien pun kemudian menyadari bahwa segala persoalannya harus dikembalikan kepada Sang Pemilik segala urusan yaitu Allah. Puasa sunah Senin Kamis, sodaqah dan sholat malam pun dijalaninya, dan akhirnya tekanan darahnya pun terkendali tanpa harus minum obat dokter dengan izin Allah.&lt;br /&gt;Dalam kasus tersebut, dalam memecahkan suatu masalah, manusia sering hanya mengandalkan akalnya. Ketika tekanan darah seseorang naik, dokter menyelidiki penyebabnya apakah karena kolesterol atau gula darahnya tinggi, atau fungsi ginjalnya terganggu kemudian dokter memberikan resep untuk mengatasi masalah tersebut. Ketika penyakitnya tidak juga sembuh dokter terus menyelidiki penyebab dari kondisi yang yang dianggap sebagai masalah kemudian menulis resep, sampai tiba pada titik tertentu misalnya fungsi ginjalnya tidak berfungsi dokter tidak dapat lagi mengidentifikasi penyebab dari akar permasalahan timbulnya penyakit si pasien dan biasanya dokter menyarankan untuk tranplantasi ginjal. Itulah yang disebut dengan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;causa prima&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; yaitu ketika manusia terus bertanya tentang sebab primer dari suatu kejadian yang ada di muka bumi ini, maka kesadaran yang benar akan membawa manusia pada kesimpulan bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan. Maka tidak jarang kita menemukan seseorang yang menderita suatu penyakit yang menurut vonis dokter sudah sangat kronis dan tidak mungkin diobati namun dapat sembuh dengan cara yang kadang-kadang tidak bisa dijelaskan dengan ilmu kedokteran yang paling modern sekalipun.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ketika manusia sadar bahwa masalah sebenarnya di balik semua keadaan yang terjadi pada dirinya adalah karena dia menyimpang dari jalur Ilahi, maka obat dari penyakit sebenarnya adalah kembali kepada jalan yang lurus yang telah digariskan oleh Allah. Maka tak heran jika hanya dengan beristigfar, kemudian memperbaiki diri dengan memperbanyak amalan seperti sadaqah atau shalat malam, maka penyakit yang di deritanya bisa sembuh tanpa obat dari dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangannya sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)&lt;/em&gt;. (QS. Asy-Syura:30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, Maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, Maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu&lt;/em&gt;. (QS. Al An’am : 17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering melihat fenomena bahwa untuk penyakit yang sama, ada orang yang sembuh dengan obat herbal yang bisa di dapat dengan harga murah, ada juga yang sembuh dengan obat yang harganya murah (generik), ada juga yang baru bisa sembuh kalau dengan obat paten. Ada seseorang yang divonis oleh dokter mengalami gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah, namun sebelum berangkat haji orang tersebut berikhtiyar dengan minum jus kurma+kismis+air zam dan alhasil penyakitnya sembuh dan dapat menjalankan ibadah haji tanpa halangan. Itu semua karena segala sesuatu hanya terjadi jika Allah mengizinkan sesuatu itu terjadi dan hal tersebut berhubungan dengan spiritual (spirit = roh) seseorang atau menurut pendapat pandangan &lt;a href="http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/roh-pada-manusia-memerankan-fungsi.html"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;psikologi islam&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;karena roh adalah pusat orientasi dari berfungsinya jiwa, akal, raga, atau perilaku dan roh menjadi media penghubung antara Sang Pencipta dan makhluknya. Roh pada manusia – memerankan fungsi istimewa – melampaui fungsi raga, akal dan jiwa, dalam melakukan dialog dengan Allah sang pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan, barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit&lt;/em&gt;. (QS. Thaha:124).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan bahwasannya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).&lt;/em&gt; (QS. Al-Jin:16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasamya sifat asal manusia adalah baik dan selalu ingin kembali kepada Kebenaran Sejati (Allah). Namun, ketika potensi luhur itu tidak dikelola dengan baik, manusia terjerembap dalam kegelapan yang destruktif. Jadi segala bentuk perilaku menyimpang sebenarnya akibat dari tidak berfungsi secara maksimalnya potensi luhur manusia tersebut. Sifat asli manusia yang pada dasarnya baik dan dalam psikologi Islam disebut sebagai fitrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku Ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)",&lt;/em&gt; (QS. Al A’raaf :172)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;a href="http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/jalan-pilihan.html"&gt;Prof. Dr. Achmad Mubarok, M.A&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. dalam menyelesaikan persoalan seyogyanya manusia mengandalkan Kecerdasan Spiritual (SQ). Kecerdasan tersebut ditandai dengan kemampuan memandang masalah secara batin sebagai lawan dari pandanqan mata kepala. Jika pandangan mata kepala terhalang sekat ruang dan waktu. Orang yang memiliki kecerdasan spitual bukan saja bisa melihat hal-hal di balik ruang tetapi juga bisa berkomunikasi dengan siapa saja di masa lalu dan yang akan akan bermain di masa depan.&lt;br /&gt;Demikianlah, segala persoalan yang terjadi sebenarnya sudah Allah tetapkan bahkan sebelum manusia itu diciptakan. Oleh karena itu seyogyanya manusia mengembalikan segalanya hanya kepada Allah dengan tetap berikhtiyar karena hal tersebut adalah hikmah yang Allah tetapkan karena Allah itu Maha Bijaksana (Hakiim) yang mempertautkan sebab-sebab dengan akibat-akibatnya. Manusia dilarang hanya bersandar kepada cara yang ditempuh karena akan menyebabkan tawakalnya kepada Allah semakin berkurang. Hal ini membuatnya secara tidak langsung mencela kekuasaan Allah untuk bisa mengatasi segala problema. Yaitu tatkala seorang hamba menjadikan seolah-olah hanya cara itulah yang menjadi inti keberhasilan, agar apa yang diinginkan tercapai dan apa yang tidak disukai hilang (baca juga ”&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;a href="http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/bertawakallah-jika-engkau-beriman.html"&gt;bertawakallah jika engkau beriman&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-6501929639695182665?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/6501929639695182665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/penyakit-sebuah-pesan-dari-allah-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/6501929639695182665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/6501929639695182665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/penyakit-sebuah-pesan-dari-allah-untuk.html' title='“Penyakit” Sebuah Pesan Dari Allah Untuk Manusia.'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-4624190090977706520</id><published>2008-08-31T11:08:00.000+07:00</published><updated>2008-08-31T11:10:46.473+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi Islam'/><title type='text'>Roh pada manusia memerankan fungsi istimewa – melampaui fungsi raga, akal dan jiwa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Islamisasi ilmu adalah proyek keilmuan ambisius yang mulai menggeliat sejak 1970-an. Kritik atas perkembangan ilmu pengetahuan Barat yang bercorak sekularistik karena mengabaikan nilai-nilai spiritual dan etika menjadi ikon gerakan intelektual tersebut. Ilmu pengetahuan yang melulu berorientasi pada spirit keduniawian hanya akan mengantarkan umat manusia terjebak dalam situasi dehumanisasi terus-menerus.&lt;br /&gt;Gelombang Islamisasi ilmu melanda hampir semua bidang. Ada nama Akbar S. Ahmed dalam sosiologi dan antropolgi. Osman Bakkar, S.H. Nasser, dan Ziauddin Sardar untuk sejarah dan sains. Dan dalam kajian psikologi ada Malik B. Badri, Utsman Najati, dan Hasan Langgulung. Tulisan hanya membahas Islamisasi dalam psikologi yang kemudian melahirkan psikologi Islam sebagai mazhab psikologi baru.&lt;br /&gt;Psikologi Islam memberi catatan kritis atas kelemahan empat mazhab psikologi Barat: behaviorisme, psikoanalisis, psikologi humanistik, bahkan psikologi transpersonal. Seperti disponsori Ivan Parov, John Watson, dan B.F. Skinner, kelemahan terletak pada konsep stimulus-respons.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Behaviorisme memandang, ketika manusia dilahirkan pada dasamya tidak membawa bakat apa-apa. Lingungan jadi penentu utama perkembangan manusia. Pandangan semacam ini terlalu menekankan aspek stimulasi lingkungan dan mengabaikan faktor bakat dan potensi alami manusia.&lt;br /&gt;Aliran ini mempunyai kenderungan mereduksi manusia dengan menganggapnya tidak mempunyai jiwa, tak memiliki kemauan dan kebebasan menentukan tingkah lakunya sendiri (Malik B. Badri, The Dilemma of Muslim Psycologist, 1986).&lt;br /&gt;Terkait dengan psikoanalisis sebagai mazhab kedua, psikologi Islam mencatat, mazhab Sigmund Freud ini terletak pada pandangan deterministik terhadap perilaku manusia yang semata-mata ditentukan faktor masa&lt;br /&gt;lalunya. Konsep ini dianggap terlalu pesimistis, seakan tidak terdapat ruang bagi upaya pengembangan potensi manusia. Setelah orang mengalami masa kecil suram, seakan-akan tidak terbuka lagi kesempatan hidup normal.&lt;br /&gt;Cacat lain psikoanalisis di mata psikologi Islam adalah soal hasrat Libido (Id) sebagai satu-satunya penggerak perilaku manusla. Teori ini dipandang terlampau menyederhanakan kompleksitas dorongan hidup yang ada daIam diri manusia.&lt;br /&gt;Dalam kacamata psikologi humanistik, teori Freud ini hanya menjelaskan adanya kebutuhan paling mendasar pada diri manusia, yaitu kebutuhan fisiologis. Namun, tak mampu memberi penjelasan pada kebutuhan-kebutuhan manusia yang lebih tinggi. Teori Freud akan kesulitan memberikan penjelasan kebutuhan aktualisasi diri dan dorongan beragama.&lt;br /&gt;Pada awalnya, psikologi Islam menaruh simpati pada psikologi humanistik yang berupaya mengembalikan kebebasan manusia sebagai sesuatu yang kodrati setelah dicampakkan behaviorisme dan psikoanalisis. Secara sepintas, psikologi humanistik mempunyai pandangan bahwa pada dasarnya manusia adalah baik dan memiliki potensi tidak terbatas.&lt;br /&gt;Pandangan ini tidak menekankan dan mendewakan pendekatan kuantitatif, mencoba tidak terpenjara oleh dualisme subyek-obyek dan mengakui keunikan manusia. Ketika dipahami lebih lanjut, ada kejanggalan-kejanggalan teoritik yang patut dicermati. Pandangan psikologi humanistik masih mewakili semangat antroposentrisme Barat yang terlampau optimistis terhadap potensi manusia. Manusia dipandang sebagai penentu tunggal yang mampu melakukan peran Tuhan di dunia.&lt;br /&gt;Kemudian psikologi traspersonal. Mazhab psikologi ini sebenamya telah meletakkan spiritualitas sebagai tema sentral dalam kajian teoretiknya. Psikologi ini memusatkan perhatian pada kemampuan batin manusia terdalam yang bersifat trans (melampaui) diri pribadi manusia biasa. Artinya, kemampuan terdalam dari psikis manusia, misalnya, kemampuan yoga, telepati, dan alih batin. Menurut psikologi Islam, kekurangsempurnaan dari mazhab ini hanya menyentuh aspek spiritualitas dari manusia, belum menyentuh dimensi al-ruh dan al-fitrah pada diri manusia.&lt;br /&gt;Pada dasamya sifat asal manusia adalah baik dan selalu ingin kembali kepada Kebenaran Sejati (Allah) (QS.7:172). Namun, ketika potensi luhur itu tidak dikelola dengan baik, manusia terjerembap dalam kegelapan yang destruktif.&lt;br /&gt;Jadi segala bentuk perilaku menyimpang sebenarnya akibat dari tidak berfungsi secara maksimalnya potensi luhur manusia tersebut. Sifat asli manusia yang pada dasarnya baik dan dalam psikologi Islam disebut sebagai fitrah.&lt;br /&gt;Dorongan merealisasi fitrahnya dan kesiapan alamiah untuk mengenal Allah tertakdirkan sejak zaman azali dan mendapatkan pendasarannya dalam dimensi khas yang dimiliki manusia, yaitu roh. Meskipun psikologi humanistik dan transpersonal sedikit telah menyinggung spiritualitas, tidak berkonotasi pada posisi roh sebagai dimensi sentral manusia. Roh pada manusia – memerankan fungsi istimewa – melampaui fungsi raga, akal dan jiwa, dalam melakukan dialog dengan Allah sang pencipta.&lt;br /&gt;Data dan temuan psikologi mengenai fenomena roh sangat minim, demikian pula telaah teoretis mengenai masalah itu sulit ditemukan. Karena itu, referensi tepercaya untuk mendapatkan keterangan mengenai dimensi roh manusia, tak lain adalah Al-Quran dan hadits, di samping pandangan para ulama, terutama para ahli sufi. Secara hierarkis, roh merupakan dimensi tertinggi pada diri manusia dengan jiwa, akal, dan raga, secara berturut-turut berada di bawahnya.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan fungsi spiritual, para ahli sering memposisikan roh setara dengan jiwa-padahal keduanya beda. Jiwa merupakan manifestasi roh dalam kehidupan manusia di dunia.&lt;br /&gt;Dengan berfungsinya jiwa, manusia diharapkan selalu mengingat Tuhan dalam setiap perbuatannya. Jadi tidak salah ketika psikologi Islam sering disebut sebagai mazhab psikologi yang bervisi ketuhanan.&lt;br /&gt;Roh menjadi pusat orientasi dari berfungsinya jiwa, akal, raga, atau perilaku dalam psikologi Islam. Maksudnya, setiap upaya dalam melatih kepekaan jiwa, ketajaman akal, dan kesalehan perilaku senantiasa ditujukan pada upaya mendekatkan diri dengan Sang Pencipta. Roh menjadi media penghubung antara Sang Pencipta dan makhluknya.&lt;br /&gt;Sebagai kilas balik dalam wacana psikologi, pembahasan tentang jiwa dan struktur-strukturnya sebenarnya telah dibahas oleh psikoanalisis. Fungsi akal telah dibahas psikologi kognitif dan psikologi humanistik. Untuk fungsi ragawi secara panjang lebar telah dibahas psikologi faal dan behaviorisme.&lt;br /&gt;Psikologi Islam hadir pada saat yang tepat, dengan menyempurnakan teori tentang manusia dengan memasukkan dimensi roh sebagai puncak tertinggi dari semua dimensi manusia. Dengan usaha penyempurnaan semacam itu, tidak dapat dibenarkan ketika psikologi Islam dituduh hendak memisahkan diri dan mainstream psikologi yang sudah berkembang sejak lama.&lt;br /&gt;Justru kehadirannya sebenarnya hendak menyelamatkan diskursus psikologi yang akhir-akhir ini telah mengalami krisis kepercayaan karena kelemahan deskripsi teoretiknya tentang manusia. Secara sederhana psikologi Islam adalah rangkuman dari behaviorisme, psikoanalisis, psikologi humanistik, psikologi transpersonal, dan disempurnakan dengan sufisme.&lt;br /&gt;Adapun catatan-catatan kritis atas teori-teori psikologi Barat oleh psikologi Islam harus dimaknai sebagai kerja konstruktif, bukan destruktif. Psikologi Islam mengambil manfaat darinya, bukan mencampakkanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Harian Tempo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-4624190090977706520?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/4624190090977706520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/roh-pada-manusia-memerankan-fungsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/4624190090977706520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/4624190090977706520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/roh-pada-manusia-memerankan-fungsi.html' title='Roh pada manusia memerankan fungsi istimewa – melampaui fungsi raga, akal dan jiwa'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-7202388605090104922</id><published>2008-08-31T11:02:00.000+07:00</published><updated>2008-09-01T13:38:36.319+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi Islam'/><title type='text'>JALAN PILIHAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Prof. Dr. Achmad Mubarok, M.A.&lt;br /&gt;(Guru Besar Psikologi lslam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ungkapan yang berbunyi Seribu jalan Menuju Ke Roma mengandung arti bahwa sesungguhnya jalan menuju sukses itu tidak hanya satu, tetapi banyak, bergantung pada perhitungan dan metode yang dipilih. Ungkapan semakna sudah termaktub dalam Al-Quran, bahwa jalan menuju keselamatan tidak hanya satu, tetapi banyak; subul as salam, bukan sabil as salam. Banyaknya pilihan jalan itu sesuai dengan karakteristik manusia yang memiliki keunikan. Manusia sebagai makhluk yang unik maknanya ialah bahwa tiap orang adalah dirinya, berbeda dengan yang lain, berbeda potensi, berbeda kapasitas, berbeda kecenderungan, yang seterusnya pada tingkat terapan menjadi berbeda cara memandang dan berbeda pilihan keputusan. Jika manusia dalam berkarya terbatas kemampuannya untuk membuat keragaman, maka keragaman manusia justru tidak terbatas karena manusia adalah ciptaan Tuhan yang pengetahuan dan kekuasaan-Nya tak terbatas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kebebasan Memilih Jalan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Arab, memilih disebut dengan kata khiyar, berhubungan dengan kata ikhtiyar (usaha), khoir (kebajikan), dan al mukhtar (orang pilihan). Dalam perspektif ini terkandung arti bahwa manusia diberi kebebasan untuk memilih, tetapi hendaknya pilihan itu merupakan bagian dari usahanya (ikhtiyar) menggapai kebaikan (khoir), oleh karena itu jika seseorang di sebut sebagai orang pilihan (al mukhtar) maka konotasinya adalah orang-orang terbaik. S etiap manusia pasti ingin memiliki anak cucu atau keturunan yang berkualitas, dan biasanya anak berkualitas lahir dari orang tua yang berkualitas juga. Nabi menganjurkan agar keinginan itu dicapai melalui pengambilan keputusan memilih pasangan yang berkualitas; takhoyyaru linuthofikum fa inna al 'iroqo dassas, pilihlah "bibit" yang baik untuk anak-cucumu, karena (kualitas) genetika itu menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;lnstrumen untuk Memilih&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah jejak (tajalli) dari kebesaran Tuhan Sang Pencipta, oleh karena itu ketika manusia diberi otoritas untuk memilih jalan, Tuhan juga member perangkat psikologis yang bias bekerja memberikan dasar-dasar pilihan agar pilihan yang ditentukan terukur pertanggungjawabannya sesuai dengan martabat manusia sebagai khalifatullah. Tuhan memang benar-benar memberikan kebebasan kepada manusia, bahkan bebas untuk beriman atau untuk kafir; faman syaa falyu’min faman syaa falyakfur, tetapi instrumen psikologis yang diberikan Tuhan kepada manusia memberi bobot bahwa sebuah pilihan berimplikasi kepada reward yang bisa dinikmati atau punishment yang harus ditanggung sendiri. Instrumen psikologis itulah yang disebut jiwa yang bekerja dengan sistem, disebut system nafsani dengan subsistem akal, hati, hati nurani, syahwat. dan hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;strong&gt;Akal&lt;/strong&gt; adalah problem solving capacity, bisa menemukan kebenaran tetapi tidak menentukannya, kerjanya berpikir (horizontal) dan tafakkur (vertikal).&lt;br /&gt;• &lt;strong&gt;Hati&lt;/strong&gt; adalah alat untuk memahami realita. Hal-hal yang tidak masuk akal bisa dipahami oleh hati. Hati mempunyai muatan yang sangat banyak, seperti cinta, benci, keberanian, ketakutan, marah, kebaikan, kemunafikan dan sebagainya. Hati terkadang longgar terkadang sempit, terkadang terang terkadang gelap. Terkadang tenang terkadang gelisah. Karakter hati tidak konsisten.&lt;br /&gt;• &lt;strong&gt;Hati Nurani&lt;/strong&gt; merupakan God Spot, dari kata nur (cahaya) adalah cahaya ketuhanan yang ditempatkan di dalam hati (nurun yaqdzifuhulloh fi al qalb). Oleh karena itu hati nurani tidak bisa diajak kompromi dengan kebohongan, hati nurani jujur dan konsisten. Hanya saja cahaya tidak selamanya memancar. Ketika lampu pijar ditutup dengan kain tebal maka cahaya tidak keluar. Demikian juga nurani terkadang redup terkadang mati. Nurani redup tertutup oleh keserakahan, dan nurani mati tertutup oleh perbuatan maksiat. Orang yang nuraninya mati seperti orang yang berjalan di kegelapan (dzulumat). Ia tidak bisa membedakan mana yang putih dan mana yang hitam. Ia sering keliru menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, melakukan sesuatu yang tidak semestinya. Orang yang nuraninya mati disebut zalim.&lt;br /&gt;• &lt;strong&gt;Syahwat&lt;/strong&gt; adalah dorongan kepada apa-apa yang diingini, misalnya dorongan kepada lawan jenis, ingin kaya, suka perhiasan bagus, kebun, ternak, kendaraan, pangkat tinggi dan sebagainya. Syahwat bersifat netral dan manusiawi.&lt;br /&gt;• &lt;strong&gt;Hawa nafsu&lt;/strong&gt; adalah dorongan kepada syahwat yang sifatnya rendah. Wataknya ingin segera menikmati tanpa memedulikan akibat, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain.&lt;br /&gt;• Dalam sistem kejiwaan, hati memimpin kerja jiwa. Oleh karena itu hanya perbuatan yang disadari oleh hati yang berimplikasi kepada dosa dan pahala, berimplikasi kepada nilai salah dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Manajemen Hati (Qalbu)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika orang melibatkan perangkat kejiwaan itu secara proporsional; masalah disikapi secara rasional. Ia juga bias menenggang perasaan, selalu bertanya kepada nurani, menunaikan syahwat sekadar yang dibutuhkan dan menekan dorongan hawa nafsu. Orang seperti itu biasanya bias hidup tenang dan harmonis dengan lingkungan serta akrab dengan diri sendiri, karena ia memilih jalan yang seimbang (the Balance Ways). Selanjutnya implikasi dari ketidakseimbangan pilihan jalan adalah sebagai berikut;&lt;br /&gt;1. Jika orang lebih dipengaruhi oleh akalnya, maka hidupnya rasional tetapi sering kering. Ia bisa kebingungan jika berhadapan dengan realita yang tidak rasional.&lt;br /&gt;2. Jika seseorang lebih dikendalikan oleh hatinya maka ia cenderung perasa, tetapi dinamis bergantung kepada moodnya.&lt;br /&gt;3. Jika orang menaati kata hati nuraninya, pilihan dan langkahnya dijamin tepat.&lt;br /&gt;4. Jika orang memanjakan syahwatnya maka ia bisa terjerumus pada pola hidup mewah dan selera yang hedonistik&lt;br /&gt;5. Jika orang selalu menuruti hawa nafsunya maka ia pasti sesat dan hidupnya destruktif, terhadap dirinya maupun orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengelola Kecerdasan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Lazimnya,orang cerdas jalan pilihannya tepat dan hidupnya sukses, cita-citanya tercapai. Kenyataan menunjukkan fakta yang berbeda. Syair dalam kitab kuning berbunyi; kam 'alimin 'alimin dliqat masalikuhukam jahilin jahilin wallohh marzuqa, artinya; betapa banyak orang pandai yang sempit jalan rezekinya, dan betapa banyak orang bodoh yang demi Allah banyak rezekinya.&lt;br /&gt;1. Kecerdasan membuat orang segera mengetahui "kebenaran” dari obyek yang sedang dihadapi, yang oleh karena itu ia dapat cepat memutuskan untuk mengambil langkah yang tepat. Ada beberapa jenis kebenaran, masing-masing ada logikanya; kebenaran matematis, kebenaran logis, kebenaran filosofis, kebenaran sosial dan kebenaran sufistik.&lt;br /&gt;2. Oleh karena itu kecerdasan orang juga tidak sama, ada yang cerdas menyangkut angka, cerdas menyangkut waktu, cerdas menyangkut ruang. Orang yang sopan dalam pergaulan masuk kategori orang yang memiliki kecerdasan menyangkut ruang dan waktu. Koruptor adalah orang yang cerdas dalam hal angka tetapi tidak cerdas dalam hal ruang dan waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kecerdasan IESQ&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dulu orang hanya mengenal kecerdasan intelektual, tetapi sekarang sudah diperkenalkan dua kecerdasan lainnya yaitu kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Dalam psikologi, kecerdasan dibahas lebih rinci lagi sehingga ada kecerdasan menyangkut angka, music, ruang, waktu, dan sebagainya&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;Kecerdasan lntelektual&lt;/strong&gt; dapat dilihat dari kemampuan seseorang memandang masalah secara ilmiah, menerangkan masalah secara logis dan menyusun rumusan problem solving berdasarkan teori. Hanya saja orang yang hanya cerdas secara intelektual terkadang tersesat kepada logika yang tidak relevan dengan problem solving itu sendiri. Ia puas dengan analisanya yang masuk akal dan bangga dengan kesetiaannya kepada kaidah keilmuan. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang IQ-nya sangat tinggi jarang sukses memimpin sebuah institusi, sebaliknya kebanyakan mereka bekerja pada institusi yang dipimpin oleh orang yang justru IQ-nya sedang-sedang saja.&lt;br /&gt;2. &lt;strong&gt;Kecerdasan Emosional&lt;/strong&gt; ditandai dengan kemampuan seseorang mengendalikan diri yang kuat. Dengan pengendalian risi yang kuat, ia bias dengan tenang melihat permasalahan dan dengan tenang memperhitungkan dampak dari suatu keputusan atau suatu tindakan. Perhatian orang yang cerdas secara emosi bukan pada kaidah ilmu atau kaidah logika tetapi pada bagaimana problem solving dapat dijalankan, oleh karena itu ia bukan hanya berpikir logis tetapi juga berpikit arif dan bijak. Ia bukan hanya mengenal siiapa dirinya, tetapi ia juga bekerja keras mengenali orang lain yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi. Baginya bukan kemenangan yang menjadi target, tetapi keberhasilan. Banyak orang yang menang tapi gagal di belakang, sebaliknya orang yang cerdas secara emosiot ak mengapa mengalah di depan demi untuk kemenangan yang sesungguhnya di belakang.&lt;br /&gt;3. &lt;strong&gt;Kecerdasan Spiritual (SQ)&lt;/strong&gt; ditandai dengan kemampuan memandang masalah secara batin sebagai lawan dari pandanqan mata kepala. Jika pandangan mata kepala terhalang sekat ruang dan wartu. Orang yang memiliki kecerdasan spitual bukan saja bisa melihat hal-hal di balik ruang tetapi juga bisa berkomunikasi dengan siapa saja di masa lalu dan yang akan akan bermain di masa depan. Jika ciri utama orang yang memiliki kecerdasan emosional itu mampu berinteraksi, secara harmonis dengan keadaan atau problem hari ini, maka ciri orang yang memiliki kecerdasan spiritual adalah memiliki visi jauh ke depan, melampaui zamannya. Jika ramalan masa depan dari dukun biasanya tanpa analisa kecuali analisa mistis maka ramalan masa depan (visi) orang yang memiliki kecerdasan spiritual bisa dipaparkan secara terbuka dan ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : M.K. Sutrisna Suryadilaga : The Balance Ways, Penerbit Hikmah (PT Mizan Publika), Jakarta 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-7202388605090104922?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/7202388605090104922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/jalan-pilihan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/7202388605090104922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/7202388605090104922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/jalan-pilihan.html' title='JALAN PILIHAN'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-5837622056474267209</id><published>2008-08-29T16:00:00.000+07:00</published><updated>2008-08-29T16:09:26.127+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>La Tahzan - Biarkan Masa Depan Datang Sendiri</title><content type='html'>Oleh DR. Aidh al-Qarni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya.}&lt;br /&gt;(QS. An-Nahl: 1)&lt;br /&gt;Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah Anda mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum masak? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna.&lt;br /&gt;Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya? Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun ke bumi. Maka, tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai di atasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai di atasnya. Dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.&lt;br /&gt;Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan masa depan dan membuka-buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam kecemasan-kecemasan yang baru diduga darinya, adalah sesuatu yang tidak dibenarkan. Pasalnya, hal itu termasuk thulul amal (angan-angan yang terlalu jauh). Secara nalar, tindakan itu pun tak masuk akal, karena sama halnya dengan berusaha perang melawan bayang-bayang. Namun ironis, kebanyakan manusia di dunia ini justru banyak yang termakan oleh ramalan-ramalan tentang kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit dan krisis ekonomi yang kabarnya akan menimpa mereka. Padahal, semua itu hanyalah bagian dari kurikulum yang diajarkan di "sekolah-sekolah setan".&lt;br /&gt;{Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia.}&lt;br /&gt;(QS. Al-Baqarah: 268)&lt;br /&gt;Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi.&lt;br /&gt;Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di 'genggaman yang lain' tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada.&lt;br /&gt;Dan orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak berwujud.&lt;br /&gt;Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan petakanya. Sebab, hari ini Anda sudah sangat sibuk.&lt;br /&gt;Jika Anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di dalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah angan-angan yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-5837622056474267209?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/5837622056474267209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/la-tahzan-biarkan-masa-depan-datang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/5837622056474267209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/5837622056474267209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/la-tahzan-biarkan-masa-depan-datang.html' title='La Tahzan - Biarkan Masa Depan Datang Sendiri'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-2613280775983012291</id><published>2008-08-29T15:54:00.000+07:00</published><updated>2008-08-29T15:55:42.462+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>La Tahzan - Hari Ini Milik Anda</title><content type='html'>Oleh DR. Aidh al-Qarni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya menyapa Anda inilah hari Anda.&lt;br /&gt;Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup Anda hanya hari ini, atau seakan-akan Anda dllahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Anda tak akan tercabik-cabik diantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acapkali menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ini pula, sebaiknya Anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, Anda harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu', bacaan al-Qur'an&lt;br /&gt;yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.&lt;br /&gt;Pada hari dimana Anda hidup saat inilah sebaiknya Anda membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyakbanyaknya pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Ber-istighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah&lt;br /&gt;rezeki, isteri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan Anda hari dengan penuh keridhaan.&lt;br /&gt;{Maka berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang yang bersyukur.}(QS. Al-A'raf: 144)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian dan kebencian.&lt;br /&gt;Jangan lupa, hendaklah Anda goreskan pada dinding hati Anda satu kalimat (bila perlu Anda tulis pula di atas meja kerja Anda): Harimu adalah hari ini. Yakni, bila hari ini Anda dapat memakan nasi hangat yang harum baunya, maka apakah nasi basi yang telah Anda makan kemarin atau nasi hangat esok hari (yang belum tentu ada) itu akan merugikan Anda?&lt;br /&gt;Jika Anda dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin, atau mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi?&lt;br /&gt;Jika Anda percaya pada diri sendiri, dengan semangat dan tekad yang kuat Anda, maka akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada prinsip: aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri Anda setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi, dan mensucikan setiap amalan.&lt;br /&gt;Dan itu, akan membuat Anda berkata dalam hati, "Hanya hari ini aku berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akan pernah mencela, menghardik dan juga membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan rumah dan kantor agar tidak semrawut dan berantakan. Dan karena hanya ini saja aku akan hidup, maka aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur kata dan tindak tandukku."&lt;br /&gt;Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, mengerjakan shalat sesempurna mungkin, membekali diri dengan shalat-shalat sunah nafilah, berpegang teguh pada al-Qur'an, mengkaji dan mencatat segala yang bermanfaat.&lt;br /&gt;Aku hanya akan hidup hari ini, karenanya aku akan menanam dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri, baik sifat takabur, ujub, riya', dan buruk sangka.&lt;br /&gt;Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara kehidupan, maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada siapapun. Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukkan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu yang orang dizalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mengasihi mereka yang menderita, menghormati orang-orang alim, menyayangi anak kecil,&lt;br /&gt;dan berbakti kepada orang tua.&lt;br /&gt;Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akan mengucapkan, "Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu.&lt;br /&gt;Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedetik pun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi."&lt;br /&gt;"Wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka, aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Aku pun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin tak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan dan tidak ada satu pun darinya yang dapat disebutkan."&lt;br /&gt;"Hari ini milik Anda", adalah ungkapan yang paling indah dalam "kamus kebahagiaan". Kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang paling indah dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-2613280775983012291?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/2613280775983012291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/la-tahzan-hari-ini-milik-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/2613280775983012291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/2613280775983012291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/la-tahzan-hari-ini-milik-anda.html' title='La Tahzan - Hari Ini Milik Anda'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-8358653492974317292</id><published>2008-08-29T15:18:00.000+07:00</published><updated>2008-08-29T15:20:26.346+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>La Tahzan - Yang Lalu Biar Berlalu</title><content type='html'>Oleh DR. Aidh al-Qarni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.&lt;br /&gt;Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam 'ruang' penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam 'penjara' pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya&lt;br /&gt;menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam. Selamatkan diri Anda dari bayangan masa lalu! Apakah Anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke&lt;br /&gt;tempatnya terbit, seorok bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata? Ingatlah, keterikatan Anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa Anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa Anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan.&lt;br /&gt;Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam al-Qur'an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan, "Itu adalah umat yang lalu." Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.&lt;br /&gt;Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu.&lt;br /&gt;Syahdan, nenek moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalunya demikian: "Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya." Dan konon, kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada seekor keledai begini, "Mengapa&lt;br /&gt;engkau tidak menarik gerobak?"&lt;br /&gt;"Aku benci khayalan," jawab keledai.&lt;br /&gt;Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu, sama halnya dengan kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah lapuk. Padahal, betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab, yang demikian itu sudah&lt;br /&gt;mustahil pada asalnya.&lt;br /&gt;Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melibat dan sedikitpun menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu, janganlah pernah melawan sunah kehidupan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-8358653492974317292?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/8358653492974317292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/la-tahzan-yang-lalu-biar-berlalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/8358653492974317292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/8358653492974317292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/la-tahzan-yang-lalu-biar-berlalu.html' title='La Tahzan - Yang Lalu Biar Berlalu'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-191120199492902437</id><published>2008-08-29T15:13:00.000+07:00</published><updated>2008-08-29T15:15:04.902+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>La Tahzan - Pikirkan dan Syukurilah!</title><content type='html'>Oleh DR. Aidh al-Qarni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, ingatlah setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada Anda. Karena Dia telah melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki.&lt;br /&gt;{Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.} (QS. Ibrahim: 34)&lt;br /&gt;Kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan, udara dan air, semuanya tersedia dalam hidup kita. Namun begitulah, Anda memiliki dunia, tetapi tidak pernah menyadarinya. Anda menguasai kehidupan, tetapi tak pernah mengetahuinya.&lt;br /&gt;{Dan, Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir dan batin.} (QS. Luqman: 20)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda memiliki dua mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan dan dua kaki.&lt;br /&gt;{Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?} (QS. Ar-Rahman: 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda mengira bahwa, berjalan dengan kedua kaki itu sesuatu yang sepele, sedang kaki acapkali menjadi bengkak bila digunakan jalan terus menerus tiada henti? Apakah Anda mengira bahwa berdiri tegak di atas kedua betis itu sesuatu yang mudah, sedang keduanya bisa saja tidak&lt;br /&gt;kuat dan suatu ketika patah?&lt;br /&gt;Maka sadarilah, betapa hinanya diri kita manakala tertidur lelap, ketika sanak saudara di sekitar Anda masih banyak yang tidak bisa tidur karena sakit yang mengganggunya? Pernahkah Anda merasa nista manakala dapat menyantap makanan lezat dan minuman dingin saat masih banyak orang di&lt;br /&gt;sekitar Anda yang tidak bisa makan dan minum karena sakit?&lt;br /&gt;Coba pikirkan, betapa besarnya fungsi pendengaran, yang dengannya Allah menjauhkan Anda dari ketulian. Coba renungkan dan raba kembali mata Anda yang tidak buta. Ingatlah dengan kulit Anda yang terbebas dari penyakit lepra dan supak. Dan renungkan betapa dahsyatnya fungsi otak Anda yang selalu sehat dan terhindar dari kegilaan yang menghinakan.&lt;br /&gt;Adakah Anda ingin menukar mata Anda dengan emas sebesar gunung Uhud, atau menjual pendengaran Anda seharga perak satu bukit? Apakah Anda mau membeli istana-istana yang menjulang tinggi dengan lidah Anda, hingga Anda bisu? Maukah Anda menukar kedua tangan Anda dengan&lt;br /&gt;untaian mutiara, sementara tangan Anda buntung?&lt;br /&gt;Begitulah, sebenarnya Anda berada dalam kenikmatan tiada tara dan kesempumaan tubuh, tetapi Anda tidak menyadarinya. Anda tetap merasa resah, suntuk, sedih, dan gelisash, meskipun Anda masih mempunyai nasi hangat untuk disantap, air segar untuk diteguk, waktu yang tenang untuk&lt;br /&gt;tidur pulas, dan kesehatan untuk terus berbuat.&lt;br /&gt;Anda acapkali memikirkan sesuatu yang tidak ada, sehingga Anda pun lupa mensyukuri yang sudah ada. Jiwa Anda mudah terguncang hanya karena kerugian materi yang mendera. Padahal, sesungguhnya Anda masih memegang kunci kebahagiaan, memiliki jembatan pengantar kebahagian, karunia, kenikmatan, dan lain sebagainya. Maka pikirkan semua itu, dan kemudian syukurilah!&lt;br /&gt;{Dan, pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan.} (QS. Adz-Dzariyat: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkan dan renungkan apa yang ada pada diri, keluarga, rumah, pekerjaan, kesehatan, dan apa saja yang tersedia di sekeliling Anda. Dan janganlah termasuk golongan&lt;br /&gt;{Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya.} (QS. An-Nahl: 83)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-191120199492902437?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/191120199492902437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/la-tahzan-pikirkan-dan-syukurilah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/191120199492902437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/191120199492902437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/la-tahzan-pikirkan-dan-syukurilah.html' title='La Tahzan - Pikirkan dan Syukurilah!'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-2803833378262470560</id><published>2008-08-29T15:03:00.000+07:00</published><updated>2008-08-29T15:10:15.764+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='La Tahzan'/><title type='text'>La Tahzan - Ya Allah!</title><content type='html'>Oleh DR. Aidh al-Qarni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta pada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.} (QS. Ar-Rahman: 29)&lt;br /&gt;Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru: "Ya Allah!"&lt;br /&gt;Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru: "Ya Allah!"&lt;br /&gt;Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru: "Ya Allah!"&lt;br /&gt;Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan digeraikan, orang-orang mendesah: "Ya Allah!"&lt;br /&gt;Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru: "Ya Allah!"&lt;br /&gt;Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup, dan jiwa serasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus Anda pikul, menyerulah:"Ya Allah!"&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kuingat Engkau saat alam begitu gelap&lt;br /&gt;gulita, dan wajah zaman berlumuran debu hitam&lt;br /&gt;Kusebut nama-Mu dengan lantang di saat fajar menjelang,&lt;br /&gt;dan fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah&lt;br /&gt;Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundahgulanakan hati adalah hanya pantas ditujukan ke hadirat-Nya.&lt;br /&gt;Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arah-Nya untuk memohon pertolongan! Ketika lidah bergerak, tak lain hanya&lt;br /&gt;untuk menyebut, mengingat dan berdzikir dengan nama-Nya. Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi menegang, dan iman kembali berkobar-kobar. Demikianlah, dengan selalu menyebut nama-Nya, keyakinan akan semakin kokoh. Karena,&lt;br /&gt;{Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya.} (QS. Asy-Syura: 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah: nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling indah, ungkapan yang paling tulus, dan kata yang sangat berharga.&lt;br /&gt;{Apakah kamu tahu ada seseorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?}(QS. Maryam: 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah: milik-Nya semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan, kemuliaan, kemampuan, dan hikmah.&lt;br /&gt;{Milik siapakah kerajaan pada hari ini? Milik Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.} (QS. Ghafir: 16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah: dari-Nya semua kasih sayang, perhatian, pertolongan, bantuan, cinta dan kebaikan.&lt;br /&gt;{Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah. (datangnya).} (QS. An-Nahl: 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah: pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan dan keperkasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan deretan huruf,&lt;br /&gt;Kekudusan-Mu tetap meliputi semua arwah&lt;br /&gt;Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna,&lt;br /&gt;akan lebur, mencair, di tengah keagungan-Mu, wahai Rabku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagian, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.&lt;br /&gt;Wahai Rabb, anugerahkan pada mata yang tak dapat terpejam ini rasa kantuk dari-Mu yang menentramkan. Tuangkan dalam jiwa yang bergolak ini kedamaian. Dan, ganjarlah dengan kemenangan yang nyata. Wahai Rabb,tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini kepada cahaya-Mu.&lt;br /&gt;Bimbinglah sesatnya perjalanan ini ke arah jalan-Mu yang lurus. Dan tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu merapat ke hidayah-Mu.&lt;br /&gt;Ya Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan memancar terang, dan hancurkan perasaan yang jahat dengan secercah sinar kebenaran. Hempaskan semua tipu daya setan dengan bantuan bala tentara-Mu.&lt;br /&gt;Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua. Kami berlindung kepada-Mu dari setiap rasa takut yang mendera. Hanya kepada-Mu kami bersandar dan bertawakal. Hanya kepada-Mu kami memohon, dan hanya dari-Mu lah semua pertolongan. Cukuplah Engkau sebagai Pelindung kami, karena Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Penolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-2803833378262470560?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/2803833378262470560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/la-tahzan-ya-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/2803833378262470560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/2803833378262470560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/la-tahzan-ya-allah.html' title='La Tahzan - Ya Allah!'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-3953642255898128611</id><published>2008-08-29T09:53:00.000+07:00</published><updated>2008-08-29T09:58:11.581+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips Blog'/><title type='text'>Menampilkan Jadwal Sholat</title><content type='html'>Yang pingin punya asesoris jadwal sholat seperti punyaku silahkan menuju http://www.islamicfinder.org pilih tab Affiliate, cari tulisan ini :&lt;br /&gt;2) Do you want one day prayer time of your city to show up in your web site like one of the boxes below? If yes, then please select your country first.&lt;br /&gt;pilih Negara pada kotak pilihan yang tersedia (misal Indonesia) kemudian klik Go. Cari kotak yang bertuliskan Exact City Search, ketik kota yang kamu inginkan (missal : Jakarta) kemudian klik Go. &lt;span class="fullpost"&gt;Klik pada tulisan Jakarta, (State : (ID06)) (6.17 S, 106.83 E) kemudian pilih Generate Code. Pilih code HTML yang tersedia untuk pilihan table vertical atau horizontal. Copy code sesuai tampilan yang kamu inginkan.&lt;br /&gt;Login ke blogger trus pergi ke menu "Page Elements" Pilih "Add a Gadget --&gt;HTML/JavaScript" kemudian masukkan kode yang tadi kamu copy kedalamnya. Klik Save.&lt;br /&gt;Untuk kamu yang berdomisili di Jakarta, cukup copy script yang ada di sidebar blog ini terus tinggal masukkan ke blog mu seperti cara di atas.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-3953642255898128611?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/3953642255898128611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/menampilkan-jadwal-sholat.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/3953642255898128611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/3953642255898128611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/menampilkan-jadwal-sholat.html' title='Menampilkan Jadwal Sholat'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-5665457408955983378</id><published>2008-08-28T17:22:00.000+07:00</published><updated>2008-08-29T08:24:44.933+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tauhid'/><title type='text'>Tauhid Uluhiyyah</title><content type='html'>Oleh&lt;br /&gt;Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui segala pekerjaan hamba, yang dengan cara itu mereka bisa mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala apabila hal itu disyari’atkan oleh-Nya, seperti berdo’a, khauf (takut), raja’ (harap), mahabbah (cinta), dzabh (penyembelihan), bernadzar, isti’anah (minta pertolongan), isthighotsah (minta pertolongan di saat sulit), isti’adzah (meminta perlindungan) dan segala apa yang disyari’atkan dan diperintahkan Allah Azza wa Jalla dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Semua ibadah ini dan lainnya harus dilakukan hanya kepada Allah semata dan ikhlas karena-Nya. Dan tidak boleh ibadah tersebut dipalingkan kepada selain Allah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Sungguh Allah tidak akan ridha bila dipersekutukan dengan sesuatu apapun. Bila ibadah tersebut dipalingkan kepada selain Allah, maka pelakunya jatuh kepada Syirkun Akbar (syirik yang besar) dan tidak diampuni dosanya. [Lihat An-Nisaa: 48, 116] [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ilah artinya al-Ma’luh, yaitu sesuatu yang disembah dengan penuh kecintaan serta pengagungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Rabb-mu adalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sesem-bahan yang haq melainkan Dia. Yang Mahapemurah lagi Maha-penyayang” [Al-Baqarah: 163]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Syaikh al-‘Allamah ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di Rahimahullah (wafat th. 1376 H): “Bahwasanya Allah itu tunggal Dzat-Nya, Nama-Nama, Sifat-Sifat dan perbuatan-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya, baik dalam Dzat-Nya, Nama-Nama, Sifat-Sifat-Nya. Tidak ada yang sama dengan-Nya, tidak ada yang sebanding, tidak ada yang setara dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Tidak ada yang mencipta dan mengatur alam semesta ini kecuali hanya Allah. Apabila demikian, maka Dia adalah satu-satunya yang berhak untuk diibadahi. Tidak boleh Dia disekutukan dengan seorang pun dari makhluk-Nya[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Allah menyatakan bahwa tidak ada yang berhak disembah dengan benar selain Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan demikian). Tidak ada yang berhak disembah dengan benar selain-Nya, Yang Maha-perkasa lagi Mahabijaksana” [Ali ‘Imran: 18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman mengenai Lata, Uzza dan Manat yang disebut sebagai tuhan, namun tidak diberi hak Uluhiyah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapakmu mengada-adakannya, Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah)nya...”[An-Najm: 23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap sesuatu yang disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah bathil, dalilnya adalah firman Allah Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : (Kuasa Allah) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang bathil, dan sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar” [Al-Hajj: 62]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla juga berfirman tentang Nabi Yusuf “alaihis Sallam yang berkata kepada kedua temannya di penjara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Hai kedua temanku dalam penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Mahaesa lagi Mahaperkasa? Kamu tidak menyembah selain Allah, kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu…”[Yusuf: 39-40]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu para Rasul ‘Alaihimus Salam berkata kepada kaumnya agar beribadah hanya kepada Allah saja[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Sembahlah Allah olehmu sekalian, sekali-kali tidak ada sesem-bahan yang haq selain daripada-Nya. Maka, mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)” [ Al-Mukminuun: 32]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang musyrik tetap saja mengingkarinya. Mereka masih saja mengambil sesembahan selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka menyembah, meminta bantuan dan pertolongan kepada tuhan-tuhan itu dengan menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan tuhan-tuhan yang dilakukan oleh orang-orang musyrik ini telah dibatalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan dua bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama.&lt;br /&gt;Tuhan-tuhan yang diambil itu tidak mempunyai keistimewaan Uluhiyah sedikit pun, karena mereka adalah makhluk, tidak dapat menciptakan, tidak dapat menarik kemanfaatan, tidak dapat menolak bahaya, tidak dapat menghidupkan dan mematikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya :Mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengam-bil) sesuatu kemanfaatan pun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.” [Al-Fur-qaan: 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Katakanlah: ‘Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah. Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat dzarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu saham pun dalam (penciptaan) langit. Dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.’ Dan tiadalah berguna syafaat di sisi Allah, melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafaat..” [Saba’: 22-23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tidak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya sendiri pun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan.” [Al-A’raaf: 191-192]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila keadaan tuhan-tuhan itu demikian, maka sungguh sangat bodoh, bathil dan zhalim apabila menjadikan mereka sebagai ilah dan tempat meminta pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua:&lt;br /&gt;Sebenarnya orang-orang musyrik mengakui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah satu-satunya Rabb, Pencipta, yang di tangan-Nya kekuasaan segala sesuatu. Mereka juga mengakui bahwa hanya Dia-lah yang dapat melindungi dan tidak ada yang dapat melin-dungi-Nya. Ini mengharuskan pengesaan Uluhiyyah (penghambaan), seperti mereka mengesakan Rububiyah (ketuhanan) Allah. Tauhid Rububiyah mengharuskan adanya konsekuensi untuk me-laksanakan Tauhid Uluhiyah (beribadah hanya kepada Allah saja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Hai manusia, sembahlah Rabb-mu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa. Dia-lah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap. Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untukmu, karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui”[Al-Baqarah: 21-22]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan Pertama Jumadil Akhir 1425H/Agustus 2004M]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Disebutkan oleh Ibnu Katsir dari Ibnu ‘Abbas, Mujahid, ‘Atha’, Ikrimah, asy-Sya’bi, Qatadah dan lainnya. Lihat Fat-hul Majiid Syarh Kitabit Tauhiid (hal. 39-40) tahqiq Dr. Walid bin ‘Abdirrahman bin Muhammad al-Furaiyan.&lt;br /&gt;[2]. Lihat Min Ushuuli ‘Aqiidah Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah dan Aqidatut Tauhiid (hal. 36) oleh Dr. Shalih al-Fauzan, Fat-hul Majiid Syarah Kitabut Tauhiid dan al-Ushuul ats-Tsalaatsah (Tiga Landasan Utama).&lt;br /&gt;[3]. Lihat Taisirul Kariimir Rahmaan fii Tafsiiri Kalaamil Mannaan (hal. 63, cet. Mak-tabah al-Ma’arif , 1420 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;amp;article_id=1587&amp;amp;bagian=0&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-5665457408955983378?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/5665457408955983378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/tauhid-uluhiyyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/5665457408955983378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/5665457408955983378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/tauhid-uluhiyyah.html' title='Tauhid Uluhiyyah'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-202392447276578761</id><published>2008-08-28T17:17:00.000+07:00</published><updated>2008-08-29T08:24:58.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tauhid'/><title type='text'>Tauhid Rububiyyah</title><content type='html'>Oleh&lt;br /&gt;Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tauhid Rububiyyah berarti mentauhidkan segala apa yang dikerjakan Allah Subhanahu wa Ta’ala baik mencipta, memberi rizki menghidupkan dan mematikan serta bahwasanya Dia adalah Raja, Penguasa dan Yang mengatur segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Rabb semesta alam.” [Al-A’raaf: 54]&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : ...Yang (berbuat) demikian itulah Allah Rabb-mu, kepunyaanNya-lah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah, tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.”[ Faathir: 13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang musyrikin juga mengakui tentang sifat Rububiyyah Allah. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Katakanlah: ‘Siapakah yang memberi rizki kepadamu, dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan.’ Maka, mereka men-jawab: ‘Allah.’ Maka, katakanlah: ‘Mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)?’ Maka, (Dzat yang demikian) itulah Allah Rabb kamu yang sebenarnya, maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka, bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)" [Yunus: 31-32]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: ‘Siapakah yang menciptakan langit dan bumi,’ niscaya mereka akan menjawab: ‘Semuanya diciptakan oleh Yang Mahaperkasa lagi Maha-mengetahui"[Az-Zukhruuf: 9][1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum musyrikin mengakui bahwasanya hanya Allah semata Pencipta segala sesuatu, Pemberi rezeki, Yang memiliki langit dan bumi, dan Yang mengatur alam semesta, namun mereka juga menetapkan berhala-berhala yang mereka anggap sebagai penolong, yang mereka bertawasul dengannya (berhala tersebut) dan menjadikan mereka pemberi syafa’at, sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa ayat. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perbuatan tersebut, mereka tetap dalam keadaan musyrik, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain ).” [Yusuf: 106]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama Salaf berkata: “Jika kalian tanya pada mereka : ‘Siapa yang menciptakan langit dan bumi ?’ Mereka pasti menjawab: ‘Allah.’ Walaupun demikian mereka tetap saja menyembah kepada selain-Nya.” [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan Pertama Jumadil Akhir 1425H/Agustus 2004M]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Lihat juga QS. Al-Mu’minuun: 84-89, lihat juga ayat-ayat lain.&lt;br /&gt;[2]. Lihat QS. Yunus: 18, az-Zumar: 3, 43-44.&lt;br /&gt;[3]. Disebutkan oleh Ibnu Katsir dari Ibnu ‘Abbas, Mujahid, ‘Atha’, Ikrimah, asy-Sya’bi, Qatadah dan lainnya. Lihat Fat-hul Majiid Syarh Kitabit Tauhiid (hal. 39-40) tahqiq Dr. Walid bin ‘Abdirrahman bin Muhammad al-Furaiyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=1545&amp;bagian=0&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-202392447276578761?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/202392447276578761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/tauhid-rububiyyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/202392447276578761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/202392447276578761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/tauhid-rububiyyah.html' title='Tauhid Rububiyyah'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-6618292074879573598</id><published>2008-08-28T17:15:00.000+07:00</published><updated>2008-08-29T08:26:48.317+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tauhid'/><title type='text'>Tauhid Al-Asma' Wash-Shifat</title><content type='html'>Oleh&lt;br /&gt;Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahlus Sunnah menetapkan apa-apa yang Allah Azza wa Jalla dan RasulNya Shallallahu 'alaihi wa sallam telah tetapkan atas diri-Nya, baik itu dengan Nama-Nama maupun Sifat-Sifat Allah Subhanahu wa Ta'ala dan mensucikanNya dari segala aib dan kekurangan, sebagaimana hal tersebut telah disucikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya Shallallahu alaihi wa sallam. Kita wajib menetapkan Sifat Allah sebagaimana yang terdapat dalam al-Qur'an dan as-Sunnah dan tidak boleh dita'wil.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Al-Walid bin Muslim pernah bertanya kepada Imam Malik bin Anas, al-Auza¡'iy, al-Laits bin Sa¡'ad dan Sufyan ats-Tsaury tentang berita yang datang mengenai Sifat-Sifat Allah, mereka semua menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perlakukanlah (ayat-ayat tentang Sifat Allah) sebagaimana datangnya dan janganlah kamu persoalkan (jangan kamu tanya tentang bagaimana sifat itu)."[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy-Syafi' Rahimahullah berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku beriman kepada Allah dan kepada apa-apa yang datang dari Allah sesuai dengan apa yang diinginkan-Nya dan aku beriman kepada Rasulullah dan kepada apa-apa yang datang dari beliau, sesuai dengan apa yang dimaksud oleh Rasulullah¡¨[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah: "Manhaj Salaf dan para Imam Ahlus Sunnah mereka mengimani Tauhid al-Asma' wash Shifat dengan menetapkan apa-apa yang Allah telah tetapkan atas diri-Nya dan telah ditetapkan Rasul-Nya Shallallahu alaihi wa sallam untuk-Nya, tanpa tahrif[3] dan ta'thil[4] serta tanpa takyif[5] dan tamtsil[6]. Menetapkan tanpa tamtsil, menyucikan tanpa ta'thil, menetapkan semua Sifat-Sifat Allah dan menafikan persamaan Sifat-Sifat Allah dengan makhluk-Nya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Subhanahu wa Ta¡'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. Dan Dia-lah Yang Mahamendengar lagi Mahamelihat¡¨ [Asy-Syuura':11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lafazh ayat : "Tidak ada yang serupa dengan-Nya" merupakan bantahan kepada golongan yang menyamakan Sifat-Sifat Allah dengan makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan lafazh ayat : "Dan Dia Mahamen-dengar lagi Mahamelihat" adalah bantahan kepada orang-orang yang menafikan/mengingkari Sifat-Sifat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Itiqad Ahlus Sunnah dalam masalah Sifat Allah Subhanhu wa Ta'ala didasari atas dua prinsip:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama.&lt;br /&gt;Bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta'ala wajib disucikan dari semua sifat-sifat kurang secara mutlak, seperti ngantuk, tidur, lemah, bodoh, mati, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua.&lt;br /&gt;Allah mempunyai sifat-sifat yang sempurna yang tidak ada kekurangan sedikit pun juga, tidak ada sesuatu pun dari makhluk yang menyamai Sifat-Sifat Allah.[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahlus Sunnah wal Jama¡'ah tidak menolak sifat-sifat yang disebutkan Allah untuk Diri-Nya, tidak menyelewengkan kalam Allah Subhanahu wa Ta'ala dari kedudukan yang semestinya, tidak mengingkari tentang Asma' (Nama-Nama) dan ayat-ayatNya, tidak menanyakan tentang bagaimana Sifat Allah, serta tidak pula mempersamakan Sifat-Nya dengan sifat makhluk-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahlus Sunnah wal Jama'ah mengimani bahwa Allah Azza wa Jalla tidak sama dengan sesuatu apapun juga. Hal itu karena tidak ada yang serupa, setara dan tidak ada yang sebanding dengan-Nya Azza wa Jalla, serta Allah tidak dapat diqiaskan dengan makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang demikian itu dikarenakan hanya Allah Azza wa Jalla sajalah yang lebih tahu akan Diri-Nya dan selain Diri-Nya. Dialah yang lebih benar firman-Nya, dan lebih baik Kalam-Nya daripada seluruh makhluk-Nya, kemudian para Rasul-Nya adalah orang-orang yang benar, jujur, dan juga yang dibenarkan sabdanya. Berbeda dengan orang-orang yang mengatakan terhadap Allah Azza wa Jalla apa yang tidak mereka ketahui, karena itu Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Mahasuci Rabb-mu, yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para Rasul, dan segala puji bagi Allah Rabb sekalian alam.¡¨ [Ash-Shaffat: 180-182]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Jalla Jalaluhu dalam ayat ini mensucikan diri-Nya, dari apa yang disifatkan untuk-Nya oleh penentang-penentang para Rasul-Nya. Kemudian Allah Azza wa jalla melimpahkan salam sejahtera kepada para Rasul, karena bersihnya perkataan mereka dari hal-hal yang mengurangi dan menodai keagungan Sifat Allah.[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta¡¦ala dalam menuturkan Sifat dan Asma'Nya, memadukan antara an-Nafyu wal Itsbat (menolak dan menetapkan)[9] Maka Ahlus Sunnah wal Jama¡¦ah tidak menyimpang dari ajaran yang dibawa oleh para Rasul, karena itu adalah jalan yang lurus (ash-Shiraathal Mustaqiim), jalan orang-orang yang Allah karuniai nikmat, yaitu jalannya para Nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan Pertama Jumadil Akhir 1425H/Agustus 2004M]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Diriwayatkan oleh Imam Abu Bakar al-Khallal dalam Kitabus Sunnah, al-Laalikai (no. 930). Lihat Fatwa Hamawiyah Kubra (hal. 303, cet. I, 1419 H) oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, tahqiq Hamd bin Abdil Muhsin at-Tuwaijiry, Mukhtashar al-Uluw lil Aliyil Ghaffar (hal. 142 no. 134). Sanadnya shahih.&lt;br /&gt;[2]. Lihat Lum¡'atul I'tiqaad oleh Imam Ibnul Qudamah al-Maqdisy, syarah oleh Syaikh Muhammad Shalih bin al-Utsaimin (hal. 36).&lt;br /&gt;[3]. Tahrif atau ta'wil yaitu merubah lafazh Nama dan Sifat, atau merubah maknanya, atau menyelewengkan dari makna yang sebenarnya.&lt;br /&gt;[4]. Ta'thil yaitu menghilangkan dan menafikan Sifat-Sifat Allah atau mengingkari seluruh atau sebagian Sifat-Sifat Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;Perbedaan antara tahrif dan ta'thil ialah, bahwa ta'thil itu mengingkari atau menafikan makna yang sebenarnya yang dikandung oleh suatu nash dari al-Qur'an atau hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, sedangkan tahrif ialah, merubah lafazh atau makna, dari makna yang sebenarnya yang terkandung dalam nash tersebut.&lt;br /&gt;[5]. Takyif yaitu menerangkan keadaan yang ada padanya sifat atau mempertanyakan: "Bagaimana Sifat Allah itu?". Atau menentukan bahwa Sifat Allah itu hakekatnya begini, seperti menanyakan: "Bagaimana Allah bersemayam?" Dan yang sepertinya, karena berbicara tentang sifat sama juga berbicara tentang dzat. Sebagaimana Allah Azza wa Jalla mempunyai Dzat yang kita tidak mengetahui kaifiyatnya. Dan hanya Allah Azza wa Jalla yang mengetahui dan kita wajib mengimani tentang hakikat maknanya.&lt;br /&gt;[6]. Tamtsil sama dengan Tasybih, yaitu mempersamakan atau menyerupakan Sifat Allah Azza wa Jalla dengan makhluk-Nya. Lihat Syarah Aqidah al-Wasithiyah (I/86-100) oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Syarah Aqidah al-Wasithiyah (hal 66-69) oleh Syaikh Muhammad Khalil Hirras, Tahqiq Alawiy as-Saqqaf, at-Tanbiihat al-Lathifah ala Mahtawat alaihil Aqidah al-Wasithiyah (hal 15-18) oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, tahqiq Syaikh Abdul Aziz bin Bazz, al-Kawaasyif al-Jaliyyah an Ma'anil Wasithiyah oleh Syaikh Abdul Aziz as-Salman.&lt;br /&gt;[7]. Lihat Minhajus Sunnah (II/111, 523), tahqiq Dr. Muhammad Rasyad Salim.&lt;br /&gt;[8]. Lihat at-Tanbiihaat al-Lathiifah hal. 15-16.&lt;br /&gt;[9]. Maksudnya, Allah memadukan kedua hal ini ketika menjelaskan Sifat-Sifat-Nya dalam al-Qur-an. Tidak hanya menggunakan Nafyu saja atau Itsbat saja. &lt;br /&gt;Nafyu (penolakan) dalam al-Qur'an secara garis besarnya menolak adanya kesamaan atau keserupaan antara Allah dengan makhluk-Nya, baik dalam Dzat maupun sifat, serta menolak adanya sifat tercela dan tidak sempurna bagi Allah. Dan nafyu bukanlah semata-mata menolak, tetapi penolakan yang di dalamnya terkandung suatu penetapan sifat kesempurnaan bagi Allah, misalnya disebutkan dalam al-Qur'an bahwa Allah tidak mengantuk dan tidak tidur, maka ini menunjukkan sifat hidup yang sempurna bagi Allah.&lt;br /&gt;Itsbat (penetapan), yaitu menetapkan Sifat Allah yang mujmal (global), seperti pujian dan kesempurnaan yang mutlak bagi Allah dan juga menetapkan Sifat-Sifat Allah yang rinci seperti ilmu-Nya, kekuasaan-Nya, hikmah-Nya, rahmat-Nya dan yang seperti itu. (Lihat Syarh al-Aqiidah al-Wasithiyyah oleh Khalil Hirras, tahqiq Alwiy as-Saqqaf, hal. 76-78).&lt;br /&gt;[10]. Lihat QS. An-Nisaa¡' 69 dan at-Tanbiihaat al-Lathiifah hal. 19-20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=1588&amp;bagian=0&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-6618292074879573598?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/6618292074879573598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/tauhid-al-asma-wash-shifat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/6618292074879573598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/6618292074879573598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/tauhid-al-asma-wash-shifat.html' title='Tauhid Al-Asma&apos; Wash-Shifat'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-7473630439899043834</id><published>2008-08-06T11:40:00.000+07:00</published><updated>2008-08-29T08:38:09.360+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tawakal'/><title type='text'>Bertawakallah Jika Engkau Beriman</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bertawakallah Jika Engkau Beriman!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Abu Muslih Ari Wahyudi (Pengajar Ma’had Ilmi)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;وَعَلَى اللّهِ فَتَوَكَّلُواْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Dan bertawakallah hanya kepada Alloh jika engkau beriman&lt;/em&gt;.” (QS Al Maaidah: 23) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tawakal adalah bersandar kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala dalam rangka meraih apa yang diinginkan dan menolak hal-hal yang tidak disukai dengan dilandasi rasa percaya sepenuhnya kepada Alloh, serta dengan menempuh cara-cara yang diperbolehkan oleh syariat dalam rangka mewujudkannya. Untuk bisa mewujudkannya diperlukan dua hal, yaitu:&lt;br /&gt;1. Bersandar kepada Alloh dengan sungguh-sungguh. 2. Menempuh cara-cara yang diperbolehkan untuk melaksanakan keinginannya.&lt;a id="more-598"&gt;&lt;/a&gt;Barang siapa yang terlalu banyak bersandar kepada cara yang ditempuh maka tawakalnya kepada Alloh semakin berkurang. Sehingga hal ini membuatnya secara tidak langsung mencela kekuasaan Alloh untuk bisa mengatasi segala problema. Yaitu tatkala seorang hamba menjadikan seolah-olah hanya cara itulah yang menjadi inti keberhasilan, agar apa yang diinginkan tercapai dan apa yang tidak disukai hilang. Dan barang siapa yang membuat tawakalnya kepada Alloh menyebabkan dirinya melalaikan cara maka sesungguhnya ia telah mencela hikmah Alloh. Karena Alloh menciptakan segala sesuatu memiliki sebab musabab. Sehingga orang yang semata-mata bersandar kepada Alloh tanpa mau menjalani sebab maka tindakan tersebut merupakan bentuk celaan terhadap hikmah yang Alloh tetapkan. Padahal Alloh itu Maha Bijaksana (Hakiim) yang mempertautkan sebab-sebab dengan akibat-akibatnya. Seperti contohnya orang yang menyandarkan dirinya kepada Alloh demi mendapatkan anak tapi tidak mau menikah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling hebat tawakalnya. Meskipun demikian beliau juga tetap menjalani sebab. Beliau membawa perbekalan apabila hendak bepergian. Begitu pula tatkala berangkat ke peperangan Uhud beliau mengenakan dua lapis baju perang (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah). Demikian juga ketika berangkat untuk berhijrah beliau juga memilih orang sebagai penunjuk jalan (HR. Bukhari) dan beliau tidaklah mengucapkan, “Saya mau berangkat berhijrah dan akan bersandar kepada Alloh, tanpa mencari teman untuk menunjukkan jalan bersamaku”. Dan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam juga menjaga tubuhnya dari sengatan panas dan dinginnya cuaca. Dan tidaklah itu semua mengurangi tawakal yang ada pada diri beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Ada sebuah kisah yang menceritakan bahwa di masa Umar rodhiallohu ‘anhu pernah ada sekelompok orang Yaman yang berangkat haji tanpa membawa perbekalan. Maka mereka pun dipanggil untuk menghadap Umar. Kemudian Umar menanyai mereka. Mereka mengatakan, “Kami adalah orang-orang yang bertawakal kepada Alloh”. Maka Umar menimpali, “Kalian bukan termasuk orang yang bertawakal. Tetapi kalian adalah orang yang pura-pura tawakal”.&lt;br /&gt;Tawakal merupakan setengah dari agama Islam. Oleh sebab itulah kita senantiasa mengucapkan doa di dalam sholat kita, “Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin”. Hanya kepada Engkau kami beribadah dan hanya kepada Engkau kami meminta pertolongan. Kita meminta pertolongan kepada Alloh karena kita bersandar kepada-Nya, karena kita yakin hanya Dialah yang mampu membantu kita dalam upaya beribadah kepada-Nya. Alloh ta’ala juga memerintahkan, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya&lt;/em&gt;.” (QS Huud: 123)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alloh juga membawakan perkataan salah seorang Nabi-Nya, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Hanya kepada-Nya lah aku bertawakal dan kembali taat&lt;/em&gt;.” (QS Huud: 88) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan tidak mungkin ibadah terwujud tanpa adanya tawakal. Karena apabila seorang manusia dibiarkan untuk mengurusi dirinya sendiri dan ditelantarkan maka sesungguhnya dia telah disandarkan kepada sifat kelemahan dan ketidakmampuan. Sehingga dia tidak akan bisa tegar menjalani ibadah.&lt;br /&gt;Apabila seorang hamba beribadah kepada Alloh dengan disertai perasaan sedang bersandar dan bertawakal kepada Alloh maka sesungguhnya dia akan mendapatkan pahala atas ibadahnya tersebut dan pahala atas tawakalnya. Akan tetapi fenomena yang banyak menimpa kita adalah terlalu lemahnya tawakal. Sehingga apabila beribadah atau menjalani kebiasaan kita tidak merasa sedang bersandar dan bergantung kepada Alloh sehingga perbuatan kita itu bisa terlaksana. Bahkan sebagian besar dari kita biasanya terlalu mengandalkan cara dan sebab lahiriah, dan lupa terhadap apa yang ada dibalik itu semua. Maka hilanglah pahala yang sangat besar dari kita, yaitu pahala bertawakal. Demikian pula halnya tatkala kita tidak mendapatkan taufik untuk bisa meraih keinginan dan menghindar dari sesuatu yang tidak kita inginkan. Baik hal itu terjadi karena adanya penghalang yang membuat keinginan kita itu tidak terwujud sama sekali atau berkurang nilainya. Maka kita pun lupa untuk kembali menyandarkannya kepada Alloh Ta’ala. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Macam-Macam Tawakal&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tawakal itu ada tiga macam:&lt;br /&gt;(1) Tawakal ibadah dan ketundukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(2) Bergantung kepada seseorang dalam masalah rezeki dan urusan dunia lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(3) Menyerahkan urusan kepada seseorang yang dia percayai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pertama: Bertawakal yang dinilai ibadah dan ketundukan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yaitu bergantung sepenuhnya kepada sesuatu yang disandari. Sehingga di dalam hatinya terdapat keyakinan bahwasanya di tangan sesuatu itulah kekuasaan untuk mendatangkan kemanfaatan dan menolak mudharat. Keyakinan inilah yang mendorongnya untuk bertawakal kepadanya dengan sepenuh hati. Maka tawakal yang seperti ini hanya diperbolehkan ditujukan kepada Alloh ta’ala. Barang siapa yang memalingkannya kepada selain Alloh maka dia adalah musyrik dengan kategori syirik akbar. Sebagaimana yang terjadi pada orang-orang yang bergantung kepada orang-orang shalih yang sudah mati atau yang tidak hadir (tidak bisa berkomunikasi dengannya). Hal semacam ini tidak mungkin terjadi tanpa adanya keyakinan bahwa mereka itu memiliki kemampuan tersembunyi untuk turut campur dalam mengatur perjalanan kejadian di alam semesta, sehingga adanya keyakinan itu membuat mereka bergantung dan bersandar kepada mereka (orang-orang shalih atau wali) demi mencapai manfaat dan menolak bahaya. Kesimpulannya tawakal jenis pertama ini syirik akbar jika ditujukan kepada selain Alloh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua: Bergantung kepada seseorang dalam masalah rezeki dan urusan dunia lainnya&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Yang semacam ini tergolong perbuatan syirik ashghar (syirik kecil). Ada pula ulama yang mengatakan bahwa ia termasuk jenis syirik khafi (syirik yang samar-samar). Seperti contohnya kebanyakan orang yang terlalu menyandarkan hatinya terhadap mata pencaharian yang digelutinya dalam rangka mendapatkan rezeki. Sehingga anda akan bisa menemukan keadaan orang semacam ini merasa bahwasanya dirinya sangat bersandar dan begitu membutuhkan bos, direktur, majikan atau juragan yang mempekerjakannya dan dia meyakini bahwasanya mereka itu bukan sekedar sebagai sebab datangnya rezeki saja, akan tetapi lebih dari itu. Kesimpulannya tawakal jenis kedua ini adalah syirik ashgar. Dan dosa syirik ashghar itu lebih berat jenisnya daripada dosa maksiat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga: Mewakilkan kepada orang lain dalam melaksanakan sesuatu keperluan&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Seperti meminta orang lain untuk membelikan suatu barang, maka yang seperti ini tidak mengapa. Karena pada hakikatnya dia hanya sekedar menyerahkan urusan kepada orang lain dalam keadaan dia berada di posisi yang lebih tinggi dari orang yang dimintai tolong, sehingga ia pun menjadikan orang lain itu sebagai wakil darinya. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tatkala menunjuk Ali bin Abi Thalib rodhiallohu ’anhu untuk menyembelih sisa hewan kurban beliau (HR. Muslim), begitu pula ketika beliau mewakilkan pengurusan sedekah/zakat kepada Abu Hurairah (HR. Bukhari secara mu’allaq) dan contoh yang lainnya. Sehingga kesimpulannya tawakal semacam ini atau disebut juga tindakan mewakilkan adalah perbuatan yang boleh-boleh saja dilakukan.&lt;br /&gt;Di dalam ayat di atas Alloh mewajibkan kita untuk bertawakal hanya kepada-Nya. Yaitu pada tawakal jenis yang pertama dan kedua. Ayat di atas juga menunjukkan bahwasanya tawakal merupakan salah satu konsekuensi atau syarat keimanan. Karena di dalam ayat tersebut Alloh berfirman yang artinya, “…bertawakallah kepada Alloh jika kalian benar-benar beriman.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan demikian orang yang bertawakal kepada selain Alloh maka dia berada dalam salah satu di antara dua keadaan:&lt;br /&gt;Pertama, kehilangan kesempurnaan iman yang hukumnya wajib ada, karena terjerumus dalam syirik ashghar.&lt;br /&gt;Kedua, atau dia telah kehilangan seluruh keimanan, karena terjerumus dalam syirik akbar. Wallohul musta’aan. (disadur dari Al-Qaulul Mufid, 2/28-30)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-7473630439899043834?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/7473630439899043834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/bertawakallah-jika-engkau-beriman.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/7473630439899043834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/7473630439899043834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/bertawakallah-jika-engkau-beriman.html' title='Bertawakallah Jika Engkau Beriman'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-3101260174144277118</id><published>2008-08-04T13:58:00.000+07:00</published><updated>2008-08-04T14:02:12.856+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='10 tanda hati yang sakit'/><title type='text'>Sepuluh Penyakit Hati</title><content type='html'>10 Pertanda Hati yang Sakit&lt;br /&gt;1. Kita mempercayai Allah SWT namun kita tidak mematuhi perintah-Nya.&lt;br /&gt;2. Kita mengatakan bahwa kita cinta Rasulullah SAW namun kita tidak mengikuti sunnah Beliau.&lt;br /&gt;3. Kita membaca Al-Qur'an namun kita tidak mempraktekkan nilai-nilai didalamnya.&lt;br /&gt;4. Kita menikmati semua pemberian Allah SWT namun kita tidak mensyukurinya.&lt;br /&gt;5. Kita tahu bahwa setan adalah musuh kita namun kita tidak melawannya.&lt;br /&gt;6. Kita ingin masuk surga namun kita tidak berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memasukinya.&lt;br /&gt;7. Kita tidak ingin dilempar dalam api neraka namun kita tidak berusaha dengan sungguh untuk menghindarinya (misal dengan berbuat baik).&lt;br /&gt;8. Kita percaya bahwa tiap makhluk hidup pasti akan mati namun kita tidak pernah menyiapkan diri menghadapi kematian tersebut.&lt;br /&gt;9. Kita sibuk bergosip membicarakan orang lain dan mencari tahu kekurangan mereka namun kita lupa akan kesalahan dan kekurangan kita sendiri.&lt;br /&gt;10. Kita ikut menguburkan yang mati namun kita tidak mengambil pelajaran dari yang sudah mati itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-3101260174144277118?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/3101260174144277118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/sepuluh-penyakit-hati.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/3101260174144277118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/3101260174144277118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/sepuluh-penyakit-hati.html' title='Sepuluh Penyakit Hati'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6044744850007434472.post-6878082861619710246</id><published>2008-08-04T11:41:00.000+07:00</published><updated>2008-08-28T17:55:13.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tujuh Amal Sang Hamba'/><title type='text'>Tujuh Amal Sang Hamba</title><content type='html'>Tujuh Amal Sang Hamba (Taujih &amp;amp; Tadzkirah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tujuh Langit, Tujuh Malaikat Penjaga, dan Tujuh Amal Sang Hamba &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;bengkelrohani.com - Dari Ibnu Mubarak dan Khalid bin Ma'dan, mereka berkata kepada Mu'adz bin Jabal, "Mohon ceritakan kepada kami sebuah hadits yang telah Rasulullah ajarkan kepadamu, yang telah dihafal olehmu dan selalu diingat-ingatnya karena sangat kerasnya hadits tersebut dan sangat halus serta dalamnya makna ungkapannya. Hadits manakah yang engkau anggap sebagai hadits terpenting?"Mu'adz menjawab, "Baiklah, akan aku ceritakan..." Tiba-tiba Mu'adz menangis tersedu-sedu. Lama sekali tangisannya itu, hingga beberapa saat kemudian baru terdiam. Beliau kemudian berkata, "Emh, sungguh aku rindu sekali kepada Rasulullah. Ingin sekali aku bersua kembali dengan beliau...". &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian Mu'adz melanjutkan:Suatu hari ketika aku menghadap Rasulullah Saw. yang suci, saat itu beliau tengah menunggangi untanya. Nabi kemudian menyuruhku untuk turut naik bersama beliau di belakangnya. Aku pun menaiki unta tersebut di belakang beliau. Kemudian aku melihat Rasulullah menengadah ke langit dan bersabda, "Segala kesyukuran hanyalah diperuntukkan bagi Allah yang telah menetapkan kepada setiap ciptaan-Nya apa-apa yang Dia kehendaki. Wahai Mu'adz....!Labbaik, wahai penghulu para rasul....!Akan aku ceritakan kepadamu sebuah kisah, yang apabila engkau menjaganya baik-baik, maka hal itu akan memberikan manfaat bagimu. Namun sebaliknya, apabila engkau mengabaikannya, maka terputuslah hujjahmu di sisi Allah Azza wa Jalla....!&lt;span class="fullpost"&gt;Wahai Mu'adz...Sesungguhnya Allah Yang Maha Memberkati dan Mahatinggi telah menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan petala langit dan bumi. Pada setiap langit terdapat satu malaikat penjaga pintunya, dan menjadikan penjaga dari tiap pintu tersebut satu malaikat yang kadarnya disesuaikan dengan keagungan dari tiap tingkatan langitnya.Suatu hari naiklah malaikat Hafadzah dengan amalan seorang hamba yang amalan tersebut memancarkan cahaya dan bersinar bagaikan matahari. Hingga sampailah amalan tersebut ke langit dunia (as-samaa'I d-dunya) yaitu sampai ke dalam jiwanya. Malaikat Hafadzah kemudian memperbanyak amal tersebut dan mensucikannya.Namun tatkala sampai pada pintu langit pertama, tiba-tiba malaikat penjaga pintu tersebut berkata, "Tamparlah wajah pemilik amal ini dengan amalannya tersebut!! Aku adalah pemilik ghibah... Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku untuk mencegah setiap hamba yang telah berbuat ghibah di antara manusia -membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan orang lain yang apabila orang itu mengetahuinya, dia tidak suka mendengarnya- untuk dapat melewati pintu langit pertama ini....!!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian keesokan harinya malaikat Hafadzah naik ke langit beserta amal shalih seorang hamba lainnya. Amal tersebut bercahaya yang cahayanya terus diperbanyak oleh Hafadzah dan disucikannya, hingga akhirnya dapat menembus ke langit kedua. Namun malaikat penjaga pintu langit kedua tiba-tiba berkata, "Berhenti kalian...! Tamparlah wajah pemilik amal tersebut dengan amalannya itu! Sesungguhnya dia beramal namun dibalik amalannya itu dia menginginkan penampilan duniawi belaka ('aradla d-dunya).Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku untuk tidak membiarkan amalan si hamba yang berbuat itu melewati langit dua ini menuju langit berikutnya!" Mendengar itu semua, para malaikat pun melaknati si hamba tersebut hingga petang harinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malaikat Hafadzah lainnya naik bersama amalan sang hamba yang nampak indah, yang di dalamnya terdapat shadaqah, shaum-shaumnya serta perbuatan baiknya yang melimpah. Malaikat Hafadzah pun memperbanyak amal tersebut dan mensucikannya hingga akhirnya dapat menembus langit pertama dan kedua. Namun ketika sampai di pintu langit ketiga, tiba-tiba malaikat penjaga pintu langit tersebut berkata, "Berhentilah kalian...! Tamparkanlah wajah pemilik amalan tersebut dengan amalan-amalannya itu! Aku adalah penjaga al-Kibr (sifat takabur). Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku untuk tidak membiarkan amalannya melewatiku, karena selama ini dia selalu bertakabur di hadapan manusia ketika berkumpul dalam setiap majelis pertemuan mereka...."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malaikat Hafadzah lainnya naik ke langit demi langit dengan membawa amalan seorang hamba yang tampak berkilauan bagaikan kerlip bintang gemintang dan planet. Suaranya tampak bergema dan tasbihnya bergaung disebabkan oleh ibadah shaum, shalat, haji dan umrah, hingga tampak menembus tiga langitpertama dan sampai ke pintu langit keempat. Namun malaikat penjaga pintu tersebut berkata, "Berhentilah kalian...! Dan tamparkan dengan amalan-amalan tersebut ke wajah pemiliknya..! Aku adalah malaikat penjaga sifat 'ujub (takjub akan keadaan jiwanya sendiri). Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku agar ridak membiarkan amalannya melewatiku hingga menembus langit sesudahku. Dia selalu memasukkan unsur 'ujub di dalam jiwanya ketika melakukan suatu perbuatan...!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malaikat Hafadzah lainnya naik bersama amalan seorang hamba yang diiring bagaikan iringan pengantin wanita menuju suaminya. Hingga sampailah amalan tersebut menembus langit kelima dengan amalannya yang baik berupa jihad, haji dan umrah. Amalan tersebut memiliki cahaya bagaikan sinar matahari.Namun sesampainya di pintu langit kelima tersebut, berkatalah sang malaikat penjaga pintu, "Saya adalah pemilik sifat hasad (dengki). Dia telah berbuat dengki kepada manusia ketika mereka diberi karunia oleh Allah. Dia marah terhadap apa-apa yang telah Allah ridlai dalam ketetapan-Nya. Rabb Pemeliharaku memerintahkan aku untuk tidak membiarkan amal tersebut melewatiku menunju langit berikutnya...!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malaikat Hafadzah lainnya naik dengan amalan seorang hamba berupa wudlu yang sempurna, shalat yang banyak, shaum-shaumnya, haji dan umrah, hingga sampailah ke langit yang keenam. Namun malaikat penjaga pintu langit keenam berkata, 'Saya adalah pemilik ar-rahmat (kasih sayang). Tamparkanlah amalansi hamba tersebut ke wajah pemilikinya. Dia tidak memilki sifat rahmaniah sama sekali di hadapan manusia. Dia malah merasa senang ketika melihat musibah menimpa hamba lainnya. Rabb Pemeliharaku memerintahkanku untuk tidak membiarkan amalannya melewatiku menuju langit berikutnya...!'Naiklah malaikat Hafadzah lainnya bersama amalan seorang hamba berupa nafkah yang berlimpah, shaum, shalat, jihad dan sifat wara' (berhati-hati dalam bermal). Amalan tersebut bergemuruh bagaikan guntur dan bersinar bagaikan bagaikan kilatan petir. Namun ketika sampai pada langit yang ketujuh, berhentilah amalan tersebut di hadapan malaikat penjaga pintunya. Malaikat itu berkata, 'Saya adalah pemilik sebutan (adz-dzikru) atau sum'ah (mencintai kemasyhuran) di antara manusia. Sesungguhnya pemilik amal iniberbuat sesuatu karena menginginkan sebutan kebaikan amal perbuatannya di dalam setiap pertemuan. Ingin disanjung di antara kawan-kawannya dan mendapatkan kehormatan di antara para pembesar. Rabb Pemeliharaku memerintahkan aku untuk tidak membiarkan amalannya menembus melewati pintu langit ini menuju langit sesudahnya. Dan setiap amal yang tidak diperuntukkan bagi Allah ta'ala secara ikhlas, maka dia telah berbuat riya', dan Allah Azza wa Jalla tidak menerima amalan seseorang yang diiringi dengan riya' tersebut....!'&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan malaikat Hafadzah lainnya naik beserta amalan seorang hamba berupa shalat, zakat, shaum demi shaum, haji, umrah, akhlak yang berbuahkan hasanah, berdiam diri, berdzikir kepada Allah Ta'ala, maka seluruh malaikat di tujuh langit tersebut beriringan menyertainya hingga terputuslah seluruh hijab dalam menuju Allah Subhanahu. Mereka berhenti di hadapan ar-Rabb yang Keagungan-Nya (sifat Jalal-Nya) bertajalli. Dan para malaikat tersebut menyaksikan amal sang hamba itu merupakan amal shalih yang diikhlaskannya hanya bagi Allah Ta'ala.Namun tanpa disangka Allah berfirman, 'Kalian adalah malaikat Hafadzah yang menjaga amal-amal hamba-Ku, dan Aku adalah Sang Pengawas, yang memiliki kemampuan dalam mengamati apa-apa yang ada di dalam jiwanya. Sesungguhnya dengan amalannya itu, sebenarnya dia tidak menginginkan Aku. Dia menginginkan selain Aku...! Dia tidak mengikhlaskan amalannya bagi-Ku. Dan Aku Maha Mengetahui terhadap apa yang dia inginkan dari amalannya tersebut. Laknatku bagi dia yang telah menipu makhluk lainnya dan kalian semua, namun Aku sama sekali tidak tertipu olehnya. Dan Aku adalah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib, Yang memunculkan apa-apa yang tersimpan di dalam kalbu-kalbu. Tidak ada satu pun di hadapan-Ku yang tersembunyi, dan tidak ada yang samar di hadapan-Ku terhadap segala yang tersamar..... Pengetahuan-Ku terhadap apa-apa yang telah terjadi sama dengan pengetahuan-Ku terhadap apa-apa yang belum terjadi. Pengetahuan-Ku terhadap apa-apa yang telah berlalu sama dengan pengetahuan-Ku terhadap yang akan datang. Dan pengetahuan-Ku terhadap segala sesuatu yang awal sebagaimana pengetahuan-Ku terhadap segala yang akhir. Aku lebih mengetahui sesuatu yang rahasia dan tersembunyi. Bagaimana mungkin hamba-Ku menipu-Ku dengan ilmunya. Sesungguhnya dia hanyalah menipu para makhluk yang tidak memiliki pengetahuan, dan Aku Maha Mengetahui segala yang ghaib. Baginya laknat-Ku....!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mendengar itu semua maka berkatalah para malaikat penjaga tujuh langit beserta tiga ribu pengiringnya, 'Wahai Rabb Pemelihara kami, baginya laknat-Mu dan laknat kami. Dan berkatalah seluruh petala langit, 'Laknat Allah baginya dan laknat mereka yang melaknat buat sang hamba itu..!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mendengar penuturan Rasulullah Saw. sedemikian rupa, tiba-tiba menangislah Mu'adz Rahimahullah, dengan isak tangisnya yang cukup keras...Lama baru terdiam kemudian dia berkata dengan lirihnya, "Wahai Rasulullah......Bagaimana bisa aku selamat dari apa-apa yang telah engkau ceritakan tadi...??"Rasulullah bersabda, "Oleh karena itu wahai Mu'adz.....Ikutilah Nabimu di dalam sebuah keyakinan...".Dengan suara yang bergetar Mu'adz berkata, "Engkau adalah Rasul Allah, dan aku hanyalah seorang Mu'adz bin Jabal....Bagaimana aku bisa selamat dan lolos dari itu semua...??"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nabi yang suci bersabda, "Baiklah wahai Mu'adz, apabila engkau merasa kurang sempurna dalam melakukan semua amalanmu itu, maka cegahlah lidahmu dari ucapan ghibah dan fitnah terhadap sesama manusia, khususnya terhadap saudara-saudaramu yang sama-sama memegang Alquran. Apabila engkau hendak berbuat ghibah atau memfitnah orang lain, haruslah ingat kepada pertanggungjawaban jiwamu sendiri, sebagaimana engkau telah mengetahui bahwa dalam jiwamu pun penuh dengan aib-aib. Janganlah engkau mensucikan jiwamu dengan cara menjelek-jelekkan orang lain. Jangan angkat derajat jiwamu dengan cara menekan orang lain. Janganlah tenggelam di dalam memasuki urusan dunia sehingga hal itu dapat melupakan urusan akhiratmu. Dan janganlah engkau berbisik-bisik dengan seseorang, padahal di sebelahmu terdapat orang lain yang tidak diikutsertakan. Jangan merasa dirimu agung dan terhormat di hadapan manusia, karena hal itu akan membuat habis terputus nilai kebaikan-kebaikanmu di dunia dan akhirat. Janganlah berbuat keji di dalam majelis pertemuanmu sehingga akibatnya mereka akan menjauhimu karena buruknya akhlakmu. Janganlah engkau ungkit-ungkit kebaikanmu di hadapan orang lain. Janganlah engkau robek orang-orang dengan lidahmu yang akibatnya engkau pun akan dirobek-robek oleh anjing-anjing Jahannam, sebagaimana firman-Nya Ta'ala, "Demi yang merobek-robek dengan merobek yang sebenar-benarnya..." (QS An-Naaziyat [79]: 2) Di neraka itu, daging akan dirobek hingga mencapat tulang........&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mendengar penuturan Nabi sedemikian itu, Mu'adz kembali bertanya dengan suaranya yang semakin lirih, "Wahai Rasulullah, Siapa sebenarnya yang akan mampu melakukan itu semua....??""&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wahai Mu'adz...! Sebenarnya apa-apa yang telah aku paparkan tadi dengan segala penjelasannya serta cara-cara menghindari bahayanya itu semua akan sangat mudah bagi dia yang dimudahkan oleh Allah Ta'ala.... Oleh karena itu cukuplah bagimu mencintai sesama manusia, sebagaimana engkau mencintai jiwamu sendiri, dan engkau membenci mereka sebagaimana jiwamu membencinya. Dengan itu semua niscaya engkau akan mampu dan selamat dalam menempuhnya.....!!"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Khalid bin Ma'dan kemudian berkata bahwa Mu'adz bin Jabal sangat sering membaca hadits tersebut sebagaimana seringnya beliau membaca Alquran, dan sering mempelajarinya serta menjaganya sebagaimana beliau mempelajari dan menjaga Alquran di dalam majelis pertemuannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Al-Ghazali Rahimahullah kemudian berkata, "Setelah kalian mendengar hadits yang sedemikian luhur beritanya, sedemikian besar bahayanya, atsarnya yang sungguh menggetarkan, serasa akan terbang bila hati mendengarnya serta meresahkan akal dan menyempitkan dada yang kini penuh dengan huru-hara yang mencekam. Kalian harus berlindung kepada Rabb-mu, Pemelihara Seru Sekalian Alam. Berdiam diri di ujung sebuah pintu taubat, mudah-mudahan kalbumu akan dibuka oleh Allah dengan lemah lembut, merendahkan diri dan berdoa, menjerit dan menangis semalaman. Juga di siang hari bersama orang-orang yang merendahkan diri, yang menjerit dan selalu berdoa kepada Allah Ta'ala. Sebab itu semua adalah sebuah persoalan bersar dalam hidupmu yang kalian tidak akan selamat darinya melainkan disebabkan atas pertolongan dan rahmat Allah Ta'ala semata.Dan tidak akan bisa selamat dari tenggelamnya di lautan ini kecuali dengan hadirnya hidayah, taufiq serta inayah-Nya semata. Bangunlah kalian dari lengahnya orang-orang yang lengah. Urusan ini harus benar-benar diperhatikan oleh kalian. Lawanlah hawa nafsumu dalam tanjakan yang menakutkan ini. Mudah-mudahan kalian tidak akan celaka bersama orang-orang yang celaka. Dan mohonlah pertolongan hanya kepada Allah Ta'ala, kapan saja dan dalam kadaan bagaimanapun. Dialah yang Maha Menolong dengan sebaik-baiknya...Wa laa haula wa laa quwwata illa billaah...&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6044744850007434472-6878082861619710246?l=blogdakwahislam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/feeds/6878082861619710246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/tujuh-amal-sang-hamba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/6878082861619710246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6044744850007434472/posts/default/6878082861619710246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogdakwahislam.blogspot.com/2008/08/tujuh-amal-sang-hamba.html' title='Tujuh Amal Sang Hamba'/><author><name>Rudi Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00599846853830040064</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='28' src='http://4.bp.blogspot.com/_40q5w0UX0cM/SLqqVfNWr7I/AAAAAAAAABA/whCO8ZY4Alk/S220/photo-sket.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
